Melukis Potret

Rabu, 8 Maret 2017

Melukis Potret

Baca: Filipi 2:1-11

2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. —Filipi 2:5

Melukis Potret

Galeri Potret Nasional di London, Inggris, menyimpan lukisan-lukisan bernilai tinggi dari naabad lampau, termasuk 166 gambar wajah Winston Churchill, 94 gambar William Shakespeare, dan 20 gambar George Washington. Saat melihat potret-potret kuno itu, kita mungkin bertanya-tanya: Apakah orang-orang tersebut memang mirip dengan gambar di lukisannya?

Sebagai contoh, ada 8 lukisan wajah pahlawan Skotlandia, William Wallace (hidup sekitar tahun 1270-1305). Namun, kita tidak memiliki fotonya sebagai pembanding. Bagaimana kita tahu para pelukis itu benar-benar akurat dalam menggambarkan Wallace?

Demikian juga dengan gambaran Yesus. Tanpa sadar, orang-orang yang percaya kepada-Nya sedang menggambarkan kesan tentang Yesus di mata orang lain. Tentu bukan dengan goresan kuas dan cat minyak, melainkan lewat sikap, perilaku, dan hubungan kita dengan sesama. Apakah lewat semua itu kita menggambarkan isi hati-Nya secara akurat? Itulah yang menjadi perhatian Rasul Paulus. Ia menuliskan, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (FLP. 2:5). Dalam kerinduan untuk menggambarkan Tuhan secara akurat, Paulus mendorong para pengikut Yesus untuk mencerminkan sifat-sifat-Nya yang rendah hati, rela berkorban, dan penuh belas kasihan kepada sesama.

Ada yang berkata, “Mungkin kita menjadi satu-satunya gambaran Yesus yang pernah dilihat orang.” Ketika kita “dengan rendah hati . . . menganggap yang lain lebih utama dari pada diri [kita] sendiri” (ay.3), kita akan menunjukkan hati dan perilaku Yesus kepada dunia. —Bill Crowder

Ya Bapa, berilah aku hati seperti hati Kristus agar orang-orang di sekelilingku bisa melihat-Mu dengan jelas dan rindu untuk mengenal-Mu juga.

Pengorbanan Kristus mendorong kita untuk rela berkorban bagi sesama.

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 5-7; Markus 11:1-18

Artikel Terkait:

Mengasihi Anggota Kelompok Kecil yang Sulit

Pernah merasakan kesulitan untuk mengasihi anggota kelompok kecil yang sulit? Yuk baca sharing dari Leslie tentang masalah ini, dan bagaimana perubahan perspektif yang dialaminya tentang arti “mengasihi”.

Bagikan Konten Ini
25 replies
  1. lidia
    lidia says:

    ya memang dlmKejadian pasal1:26-27 Allah menciptakàn man Segambar dengan Allah,diberi kuasa untuk mengatur untuk melakukan yang baik suci n mulia sesuai dengan rambu2 Tuhan Kej pasal 2mengucap syukur senantiasa dalam Tuhan karna Anugrahnya luar biasa yg telah memberiku iman,Dan kesempatan untuk jadi lebih baik lagi,trima kasih Bapa biarlah NamaMu kekal dihati kami satu2nya kebanggaan Dan kekuatan kami hanya Engkau ya Tuhan Amen

  2. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh kekal tebal teguh tentram baik bahagia murni menang tinggi luas lebar segar nyaman sejuk terang kuat abadi hebat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  3. Dino
    Dino says:

    Ampuni kami Bapa atas dosa-dosa kami dan ajari kami untuk bisa belajar mengasihi sesama kami. GBU

  4. Sari L Tampubolon
    Sari L Tampubolon says:

    Amin
    Ya Bapa, berilah aku hati seperti hati Kristus agar orang-orang di sekelilingku bisa melihat-Mu dengan jelas dan rindu untuk mengenal-Mu juga.

  5. Rahul Abram Lover'z
    Rahul Abram Lover'z says:

    Sungguh Luar Biasa Tuhan Kita…
    Berilah kami hati sepertiMu ya Tuhan… Agar kami saling melengkapi untuk menggenapi JanjiMu…

    -_ Blessed Morning _-

  6. Parmoso Doang
    Parmoso Doang says:

    Tuhan Yesus.. ucapan syukur yg tak terhingga atas kehidupan ini namun begitu ampunilah sy, manusia fana ini, yg memberanikan diri menghadap & ingin menyerupaiMU.. Mohon bimbinganMU dlm kehidupan ini… Terlebih untuk pengorbanan bagi sesama.. Beri sy kekuatan & ketabahan.. Terpujilah NamaMu kekal selamanya… Amen

  7. julindo purba
    julindo purba says:

    semangat min, berbagi saat teduh buat kita yg muda yg kadang merasa sate itu hal yg g penting dan menggampangkannya. dan itu bisa berbahaya… (pengalaman pribadi) hehe

  8. Daniel
    Daniel says:

    Haleluya..
    sangat memberkati dan memberi inspirasi.
    agar tidak kita berdebat lagi ttg gambar Kristus yg sebenarnya.
    Bukan dari kuas dan kanvas utk memastikannya, tapi dari gambaran hidup kita. Cara dan sikap hidup kita dalam dunia dan sekitar, terpancarlah Kristus.
    Amin.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *