Dunia yang Mencuri Perhatian

Info

Sudah siap untuk sebuah tantangan sederhana? Cobalah duduk diam selama 15-30 detik dari sekarang… tanpa bicara, tanpa mengecek HP, juga tanpa bergerak. Sudah coba?

Apa yang terjadi? Mungkin pikiranmu mulai berkelana. Pikiran apa yang mencuri perhatianmu? Mungkin kamu berpikir untuk mengecek akun Instagrammu. Atau mungkin kamu memikirkan daftar pekerjaan yang harus kamu lakukan yang semakin lama semakin banyak saja. Atau mungkin kamu berpikir betapa sulitnya duduk diam selama lebih dari 10 detik. Bagaimana dengan Tuhan? Apakah kamu memikirkan-Nya?

Betapa mudahnya perhatian kita dicuri oleh kekhawatiran dunia atau oleh hal-hal yang kita sukai. Namun, ketika kita mengisi hari kita sedemikian rupa dengan berbagai hal, dan hanya memberikan apa yang tersisa kepada Tuhan, kita sesungguhnya kehilangan sebuah kesempatan untuk membangun sebuah relasi dengan-Nya. Sebuah relasi yang dapat memberikan kita sebuah kedamaian dan jaminan yang kita butuhkan.

Jadi, apa saja yang mencuri perhatianmu saat ini?

dunia-yang-mencuri-perhatian-01

Jam wekermu berbunyi dan kamu langsung mengecek media sosialmu untuk melihat apa yang teman-temanmu lakukan.

Ponselmu berbunyi ketika kamu sedang kumpul dengan teman-temanmu dan kamu merasa harus tahu ada update apa.

Kamu mengunggah sebuah foto di Instagram dan setelah itu berkali-kali mengecek berapa likes yang kamu dapatkan.

Apakah keinginanmu untuk tahu hal-hal terbaru dan terbaik telah mencuri perhatianmu dari Tuhan?

dunia-yang-mencuri-perhatian-02

Kamu merasa teman-temanmu akan melupakanmu jika kamu tidak mengisi semua waktu luangmu untuk bertemu mereka.

Kamu merasa kamu harus selalu bertemu seorang teman setiap malam.

Kamu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk ngobrol dengan orang-orang melalui ponselmu daripada ngobrol langsung.

Apakah keinginanmu untuk selalu terhubung di dunia maya telah mencuri perhatianmu dari membangun relasi di dunia nyata?

dunia-yang-mencuri-perhatian-03

Daftar hal-hal yang harus kamu lakukan semakin banyak saja dan kamu merasa kekurangan waktu setiap hari.

Sebuah kesempatan yang menyenangkan mulai terlihat sebagai sebuah beban karena terlalu banyak yang harus kamu lakukan.

Kamu mengambil cuti sehari untuk beristirahat, tapi kemudian merasa tidak tenang karena kamu tidak bekerja.

Apakah kesibukanmu telah mencuri perhatianmu dari menemukan ketenangan dalam firman Tuhan?

dunia-yang-mencuri-perhatian-04

Kamu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengecek toko online favoritmu.

Kamu melihat seorang teman mempromosikan produk barunya, dan kamu merasa harus memilikinya.

Barang yang ingin kamu miliki minggu lalu sudah tidak terlalu menarik lagi sekarang.

Kamu berusaha menetapkan budget pengeluaranmu tapi sales itu memanggilmu dan kamu merasa harus membeli “barang-barang penting” yang ditawarkannya.

Kamu menilai seberapa berharga dirimu berdasarkan barang-barang yang kamu miliki.

Apakah keinginanmu untuk memiliki barang-barang terbaik telah mencuri perhatianmu dari apa yang telah Tuhan berikan kepadamu?

dunia-yang-mencuri-perhatian-05

Kamu tidak pernah puas dengan wajahmu yang kamu lihat di cermin.

Kamu khawatir tidak terlihat sempurna setiap saat dan teman-temanmu akan berkomentar tentang hal itu.

Seseorang memberikanmu pujian dan kamu tidak dapat benar-benar menerimanya karena suara di kepalamu berkata bahwa apa yang dikatakannya itu tidak benar.

Apakah keinginanmu untuk memiliki rupa yang indah telah mencuri perhatianmu dari kenyataan bahwa identitas sejatimu ada di dalam Tuhan?

dunia-yang-mencuri-perhatian-06

Teman-temanmu membagikan foto-foto liburan mereka dan kamu merasa iri. Kamu merasa takkan pernah bisa melihat keindahan dunia seperti mereka.

Kamu selalu ingin berada di tempat-tempat yang baru dan menyenangkan.

Pekerjaan dan kehidupanmu di rumah membuatmu jenuh dan kamu hanya ingin keluar dan berlibur ke suatu tempat lain.

Apakah keinginanmu untuk berlibur telah mencuri perhatianmu sehingga kamu tidak fokus mengerjakan apa yang Tuhan percayakan padamu saat ini?

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori 03 - Maret 2017: Dilema, Media Kamu, Ruang Seni Kamu, Tema 2017

6 Komentar Kamu

  • Saya mengakuinya

  • aku banget..

  • Aku mengakuinya

  • Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata besar selama – lamanya buat kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  • Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh kekal tebal teguh tentram baik selalu bahagia murni menang terus tinggi luas lebar segar nyaman sejuk terang benderang kuat abadi hebat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  • Seperti aku 🙁

Bagikan Komentar Kamu!