Anugerah yang Sempurna

Rabu, 22 Februari 2017

Anugerah yang Sempurna

Baca: Matius 5:43-48; Yohanes 8:9-11

Matius 5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Yohanes 8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”

8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau.” —Yohanes 8:11

Anugerah yang Sempurna

Pengajaran Yesus tentang idealisme yang mutlak dan anugerah yang mutlak terlihat saling bertentangan.

Yesus tidak pernah menurunkan idealisme Allah yang sempurna. Dalam tanggapannya kepada seorang muda yang kaya raya, Dia berkata, “Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna” (Mat. 5:48). Kepada seorang ahli Taurat yang bertanya tentang hukum yang terutama, Dia menjawab, “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (22:37). Tidak ada seorang pun yang dapat memenuhi perintah-perintah itu dengan sempurna.

Namun oleh kasih-Nya, Yesus juga memberikan anugerah yang sempurna. Dia mengampuni wanita yang berbuat zina, pencuri yang disalib bersama-Nya, murid yang menyangkal pernah mengenal Yesus, dan pria bernama Paulus yang pernah membunuh para pengikut-Nya. Anugerah itu mutlak dan begitu luas, bahkan menjangkau mereka yang menyalibkan Yesus. “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” adalah salah satu ucapan terakhir Yesus di muka bumi (Luk. 23:34).

Selama bertahun-tahun saya merasa begitu tidak layak ketika melihat idealisme Yesus yang mutlak hingga saya tidak memahami arti anugerah-Nya. Namun ketika saya memahami kedua hal yang saling melengkapi itu, saya pun kembali dan akhirnya menemukan bahwa kehidupan dan pengajaran Yesus berlimpah ruah dengan kabar anugerah.

Anugerah tersedia bagi mereka yang putus asa, yang membutuhkan pertolongan, yang merasa hancur, dan tidak lagi sanggup jalan sendiri. Anugerah Tuhan tersedia bagi kita semua. —Philip Yancey

Bapa, anugerah-Mu yang begitu luas menyucikan kami dan membuat kami takjub. Kiranya kami hidup hari ini sebagai orang-orang yang telah Engkau ampuni secara mutlak dan yang kembali dalam hubungan pribadi dengan-Mu.

Yesus menggenapi syarat mutlak dari hukum Taurat sehingga kita dapat menikmati damai sejahtera yang sempurna dari anugerah-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 4-6; Markus 4:1-20

Artikel Terkait:

3 Alasan Orang Kristen Harus Mendalami Imannya dengan Serius

“Saya sempat berpikir, salahkah bila saya serius mendalami iman saya? Namun, makin dipikirkan, makin saya yakin bahwa sebagai orang Kristen, kita perlu untuk terus mempelajari iman kita dengan serius. Setidaknya ada tiga alasan untuk melakukannya.”

Temukan 3 alasan tersebut di dalam artikel ini.

Bagikan Konten Ini
18 replies
  1. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh kekal tebal teguh tentram baik bahagia murni menang tinggi luas lebar segar nyaman sejuk terang kuat abadi hebat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  2. lidia
    lidia says:

    mengasihi tuhan Dan sesa.ma tnp pamrih,2. TDK menghakmit tpmengampuni,Dan tdak berbuat dosa lagi ITU ciri2 orang
    yang menghargai anugerah tihan,amen

  3. Wuena Pinaria
    Wuena Pinaria says:

    Kebesaran AnugerahNya tak terselami, lebar dan luas KuasaNya melebihi apapun di dunia ini, Terima Kasih Yesus.Amin

  4. sutikno
    sutikno says:

    tidak ada pengetahuan,nasehat yg dpt merubah pola pikir manusia sehebat dan sedasiat Firman Mu yg ALLAH . Engkau layak kami agungkan , kami muliakan
    aku bersyukur menjadi umatMu

  5. trisna worms
    trisna worms says:

    Tidak ada kehidupan yang sempurna tanpa Kasih dan Pengampunan dari Tuhan, sebab Anugerah yang kita terima dari Tuhan Yesus melebihi akan segala keberdosaan kita. Amin

  6. bayu Suwandi
    bayu Suwandi says:

    terima kasih Tuhan Yesus atas pengajaranmu, mampukan saya untuk selalu dapat melaksanakan pengajaranMU…
    agar saya memperoleh selamat ..sampai ke Sorga

  7. Gunawan
    Gunawan says:

    Tidak akan dua sisi kesempurnaan ini kita dapati dalam agama lainnya. Terpujilah TUHAN. Bersyukurlah kita semua.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *