Ketika Tahun Baru Diawali dengan Tragedi

Info

ketika-tahun-baru-diawali-dengan-tragedi

Oleh Aryanto Wijaya

Kita tentu berharap segala hal yang baik akan terjadi sepanjang tahun, tetapi benarkah kenyataannya pasti begitu?

Di minggu pertama tahun 2017, aku bertemu dengan sahabatku dan kami bercerita tentang resolusi masing-masing di tahun ini. Sahabatku itu baru beberapa bulan bekerja di sebuah kantor akuntan. Ia merasa lelah dengan pekerjaannya dan mencetuskan sebuah komentar, “Hmmm, entah deh tahun ini bakal seperti apa.” Sekalipun kami telah menyusun resolusi sebagai harapan di tahun baru, tetapi kami tetap tidak tahu apa yang akan terjadi di depan.

Setelah pertemuan itu, kami pun berpisah dan kembali ke rumah masing-masing. Keesokan harinya, di tengah malam, betapa kagetnya aku mendapati ponselku dikirimi pesan singkat dari sahabatku yang berisi, “Aku baru saja dijambret, tas dan semua isinya hilang.” Setelah dia mendapatkan pinjaman ponsel, dia menghubungiku dan menceritakan kejadiannya secara rinci.

Ada nada sedih dan kecewa dalam ucapan sahabatku itu. Dia tidak pernah menyangka jika awal tahun ini harus dibuka dengan sebuah tragedi kehilangan. Dia tentu tidak ingin mengalami kejadian ini, sekalipun dia telah menjaga dengan baik barang berharganya, tetapi pada akhirnya dia menjadi korban kejahatan.

Aku termenung dan turut berempati atas musibah yang baru saja dialami oleh sahabatku itu. Dalam hati aku berdoa agar Tuhan menguatkan dirinya dan supaya ia mampu mengampuni orang yang telah mencuri barangnya.

Kehilangan yang dialami oleh temanku mungkin hanyalah sebuah kehilangan benda fisik yang tidak seberapa nilainya dan bisa dicari kembali. Tapi, mungkin ada beberapa dari kita yang di awal tahun ini harus mengalami tragedi, entah itu divonis penyakit, kehilangan orang terkasih, kehilangan pekerjaan, ataupun harapan-harapan lain yang tak kunjung jadi kenyataan.

Mengalami musibah atau tragedi memang menyakitkan dan seolah mencabut kedamaian kita. Ketika awal tahun diawali dengan sebuah tragedi, akan mudah bagi kita untuk menjadi kecewa dan takut sepanjang hari-hari yang tersisa. Terkadang kita mungkin berpikir jika di awal saja sudah terjadi hal buruk, lantas bagaimana dengan hari-hari di depan nanti?

Sebagai orang Kristen, sekalipun kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan kita, satu yang pasti kita tahu adalah siapa yang menuntun langkah kita, Dialah Yesus. Firman Tuhan menyatakan kalau Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita (Ibrani 13:5). Mungkin hari-hari kita tidak selalu cerah, terkadang juga ada mendung yang menutupi, tetapi ibarat matahari yang tetap bersinar sekalipun di balik mendung, demikian jugalah Tuhan yang selalu menyertai kita dalam segala keadaan.

Mazmur Daud menggambarkan bahwa penyertaan Tuhan itu seperti tuntunan seorang gembala yang membawa domba-dombanya ke padang yang berumput hijau dan air yang tenang (Mazmur 23). Satu tragedi di awal tahun bukan berarti seluruh hari sepanjang tahun akan terasa suram. Kita percaya kalau segala sesuatu terjadi untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Allah (Roma 8:28).

Jadi, di tahun yang masih baru ini, maukah kita mempercayai Tuhan dan segala janji-Nya? Sebab ada tertulis rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera (Yeremia 29:11).

Baca Juga:

Aku Ingin Hidup Nyaman—Apakah Itu Salah?

Adakah yang salah dengan menginginkan hidup nyaman? Untuk menjawab pertanyaan ini, Julian memiliki 5 pertanyaan yang dapat kita renungkan.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Artikel, Personal

4 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!