Juruselamat yang Kekal

Minggu, 29 Januari 2017

Juruselamat yang Kekal

Baca: Yohanes 8:48-59

8:48 Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: “Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?”

8:49 Jawab Yesus: “Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku.

8:50 Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi.

8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”

8:52 Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.

8:53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”

8:54 Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,

8:55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.

8:56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”

8:57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”

8:58 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

8:59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Kata Yesus . . . “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” —Yohanes 8:58

Juruselamat yang Kekal

Jeralean Talley meninggal dunia pada bulan Juni 2015 sebagai orang tertua di dunia pada usia 116 tahun. Pada tahun 1995, kota Yerusalem merayakan ulang tahunnya yang ke-3.000. Bagi seseorang, 116 tahun adalah usia lanjut, dan 3.000 tahun merupakan usia yang tua untuk sebuah kota. Namun, masih ada pepohonan yang jauh lebih tua dari semua itu. Sebuah pohon cemara di White Mountains, California, ditetapkan telah berusia lebih dari 4.800 tahun. Itu berarti lebih tua 800 tahun dari Abraham!

Ketika ditantang oleh para pemuka agama Yahudi tentang identitas-Nya, Yesus juga mengklaim telah ada sebelum Abraham lahir. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada,” kata Yesus (Yoh. 8:58). Penegasan Yesus itu mengejutkan orang-orang yang melawan Dia, sehingga mereka berusaha melempari Yesus dengan batu. Mereka tahu bahwa Yesus tidak mengacu pada usia secara kronologis, tetapi benar-benar menyatakan diri-Nya bersifat kekal dengan memakai nama kuno dari Allah, “akulah aku” (lihat Kel. 3:14). Namun klaim Yesus itu sah karena Dia memang bagian dari Allah Tritunggal.

Dalam Yohanes 17:3, Tuhan Yesus berdoa, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” Pribadi yang tak dibatasi waktu itu masuk ke dalam ruang dan waktu supaya kita dapat hidup selamanya. Dia menuntaskan misi tersebut dengan mati menggantikan kita dan bangkit kembali dari kematian. Karena pengorbanan-Nya itu, kita menantikan masa depan yang tidak terikat oleh waktu, ketika kelak kita akan menjalani kekekalan bersama-Nya. Dialah Pribadi yang kekal dan tak terbatas oleh waktu. —Bill Crowder

Bumi akan lenyap seperti salju, matahari tak lagi bersinar; tetapi Allah, yang panggilku di dunia, akan selamanya jadi milikku. John Newton

Segala sesuatu ada di dalam [Kristus]. Kolose 1:17

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 21-22; Matius 19

Artikel Terkait:

3 Prinsip yang Kupelajari dalam Mempersiapkan Masa Depan

Apa yang terlintas di benakmu saat memikirkan masa depan? Banyak yang percaya bahwa masa depan yang cerah bisa dicapai jika kita memiliki sarana yang tepat—uang, kualifikasi akademik, kemampuan pribadi, dan sebagainya. Berikut ini beberapa prinsip yang dipelajari Jie-Ying Wu dari Taiwan saat berusaha menemukan dan membangun masa depannya.

Bagikan Konten Ini
15 replies
  1. Maria Mahdalena
    Maria Mahdalena says:

    Tuhan Engkaulah juruselamatKu. Pimpin langkahku agar aku mengerti masa depan yang Tuhan berikan kepada kami. Amin.

  2. Yesso Iskandar
    Yesso Iskandar says:

    Terima kasih Tuhan YESUS untuk berkat artikel ini, sungguh sangat memberkati dan meng-inspirasi saya.
    juga untuk penulisnya, Thank you so much sudah menjadi berkat bagi saya & kita semua… Tuhan memberkati..

  3. rosmida
    rosmida says:

    KasihTuhan tidak pernah berubah dahulu sekarang sampai selama lamanya Dia kekal abadi sekalipun matahari tdk bersinar tetapi kasih Yesus tetap bersinar amin

  4. arifah
    arifah says:

    Aq percy Yesus mati bgku dan bangkit pd hr yg ke3.Aq dtg ke hadirat Mu Tuhan krn aq berdosa memerlukan kasih dan pengampunan Mu.Engkau adl Allah dan Tuhan yg mha Pengasih dan penyayang.Masuklah Roh Kudus dlm htku dan jglah dgn sgl kwaspdaan krn dr situlah yerpancar khdp yg bnar.Trm ksh Tuhan ats keslamatan yg Engkau bri dlm hdpku.Haleluya !.

  5. Hendra sufiadi
    Hendra sufiadi says:

    Didalam DIA ada keselamatan Kekal … DIA-lah YESUS orang Nazareth itu … SUDAHKAH KITA MENGENAL DIA YANG SEBENARNYA…..

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *