Berbuat Baik Kapan Saja

Info

Selasa, 10 Januari 2017

Berbuat Baik Kapan Saja

Baca: Rut 2:8-13

2:8 Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: “Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.

2:9 Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu.”

2:10 Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: “Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?”

2:11 Boas menjawab: “Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.

2:12 TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung.”

2:13 Kemudian berkatalah Rut: “Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan.”

“Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?” —Rut 2:10

Berbuat Baik Kapan Saja

Mungkin kamu pernah mendengar ungkapan “Lakukanlah perbuatan yang baik kapan saja dan perbuatan yang indah tanpa pikir panjang.” Ungkapan yang terdapat pada selembar tatakan piring dari suatu restoran di tahun 1982 itu diduga ditulis oleh Anne Herbert, seorang penulis asal Amerika. Ungkapan itu lalu dipopulerkan melalui berbagai karya film dan tulisan.

Kita mungkin bertanya, “Mengapa kita harus berbuat baik?” Bagi para pengikut Yesus Kristus, jawabannya jelas: untuk menunjukkan belas kasihan dan kebaikan Allah.

Dalam kisah Perjanjian Lama tentang Rut, seorang emigran dari Moab, kita melihat teladan dari prinsip tersebut. Rut adalah orang asing yang tinggal di suatu negeri yang bahasa dan budayanya tidak ia mengerti. Selain itu, ia sangat miskin dan bergantung penuh pada kemurahan hati dari orang-orang yang tidak terlalu memperhatikannya.

Namun demikian, ada seorang Israel bernama Boas yang menunjukkan belas kasihan kepada Rut dan menghibur hatinya (Rut 2:13). Ia mengizinkan Rut mengumpulkan jelai gandum di ladangnya. Boas tidak hanya berbelas kasihan, tetapi melalui tindakannya itu ia menunjukkan kepada Rut belas kasihan Allah, Pribadi yang dapat menjadi naungannya. Rut pun menjadi istri Boas, bagian dari keluarga Allah, dan nenek moyang dari Yesus Kristus, yang kelak akan membawa keselamatan bagi dunia (lihat Mat. 1:1-16).

Dampak dari satu kebaikan yang kita lakukan dalam nama Tuhan Yesus tidak akan dapat kita duga. —David Roper

Tuhan, apa yang Engkau mau kulakukan bagi sesamaku hari ini? Tuntunlah aku, dan kiranya orang itu dapat melihat Engkau lewat tindakanku.

Tidak perlu menunggu waktu yang baik untuk berbuat baik.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 25-26; Matius 8:1-17

Artikel Terkait:

5 Hal yang Menolongku Mengatasi Kebiasaan Menunda

Jolene adalah orang yang suka menunda. Ini adalah pergumulannya sejak lahir. Apakah kamu juga mempunyai pergumulan yang sama? Berikut ini ada lima strategi yang Jolene gunakan hingga saat ini untuk melawan kebiasaan menunda, semoga bisa menolongmu juga.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

27 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!