Uang

Info

Senin, 12 Desember 2016

Uang

Baca: Matius 6:24-34

6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

6:25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,

6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. —Matius 6:24

Uang

Di awal karier saya, saya pernah melakukan suatu pekerjaan yang lebih mirip sebagai pelayanan. Saat itu ada perusahaan lain menawarkan kedudukan yang menjanjikan gaji jauh lebih besar. Jika saya menerima pekerjaan tersebut, kami sekeluarga tentu akan lebih punya banyak uang. Namun ada satu masalah. Saya tidak sedang mencari pekerjaan baru karena saya senang dengan peran saya saat itu, peran yang saya rasakan sesuai dengan panggilan saya.

Namun uangnya itu . . .

Saya pun meminta saran kepada Ayah yang pada waktu itu sudah berusia lebih dari 70 tahun. Walaupun pemikirannya yang dahulu tajam sudah dilemahkan oleh penyakit stroke dan usia lanjut, jawaban beliau sangat tegas dan jelas: “Jangan pikirkan uangnya. Apa yang sebenarnya ingin kau kerjakan?”

Saat itu juga saya membulatkan tekad. Tidak mungkin saya meninggalkan pekerjaan yang saya cintai hanya demi uang! Terima kasih, Ayah.

Dalam khotbah-Nya di bukit, Tuhan Yesus mencurahkan sebagian besar waktu-Nya untuk berbicara tentang uang dan kegemaran kita akan uang. Dia mengajar kita untuk tidak memohon kekayaan yang berlimpah ruah, melainkan untuk “makanan [kita] yang secukupnya” setiap hari (Mat. 6:11). Dia memperingatkan kita agar tidak menyimpan harta di dunia, dan menunjuk pada burung dan bunga sebagai bukti bahwa Allah sangat mempedulikan makhluk ciptaan-Nya (ay.19-31). “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,” kata Yesus, “maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (ay.33).

Uang memang penting, tetapi uang tidak boleh mengendalikan proses kita dalam mengambil keputusan. Masa-masa yang sulit dan setiap keputusan penting merupakan kesempatan untuk menumbuhkan iman kita dengan cara-cara yang baru. Bapa Surgawi selalu memelihara kita. —Tim Gustafson

Jangan pernah mengira bahwa godaan adalah kesempatan.

Bacaan Alkitab Setahun: Hosea 9-11; Wahyu 3

Artikel Terkait:

Mengapa Aku Mengundurkan Diri Saat Akan Dipromosi

Di akhir tahun keempatku mengajar, kepala sekolah menawariku sebuah kenaikan gaji dan promosi jabatan. Dan itulah ketika aku mengajukan surat pengunduran diri yang telah aku tulis sebelum hari pertama aku masuk bekerja. Mengapa aku mengundurkan diri saat akan dipromosi? Temukan jawabannya di dalam artikel ini.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

18 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!