Tepat Waktu

Info

Senin, 26 Desember 2016

Tepat Waktu

Baca: Lukas 2:25-38

2:25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,

2:26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.

2:27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,

2:28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:

2:29 “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,

2:30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,

2:31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,

2:32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

2:33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.

2:34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan

2:35 –dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri–,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”

2:36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,

2:37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.

2:38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

Setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya. —Galatia 4:4

Tepat Waktu

Kadang saya bercanda bahwa saya akan menulis buku dengan judul Tepat Waktu. Mereka yang mengenal saya pasti tersenyum karena mereka tahu saya punya kebiasaan suka terlambat. Saya beralasan bahwa keterlambatan saya itu disebabkan karena saya terlalu optimis, bukannya karena kurang berusaha. Maksud saya, dengan penuh optimisme saya bersikeras mempercayai bahwa “kali ini” saya akan mampu memenuhi tanggung jawab saya dalam waktu yang lebih singkat dari sebelumnya. Namun kenyataannya, saya tidak mampu, dan saya tidak bisa memenuhinya. Pada akhirnya saya lagi-lagi harus meminta maaf atas kegagalan saya untuk datang tepat waktu.

Sebaliknya, Allah selalu tepat waktu. Kita mungkin berpikir bahwa Allah terlambat, tetapi Dia tidak pernah terlambat. Di sepanjang Kitab Suci, kita membaca tentang orang-orang yang tidak sabar dalam menantikan waktu Allah. Bangsa Israel sangat lama menantikan Mesias yang telah dijanjikan bagi mereka. Walaupun banyak yang menyerah, Simeon dan Hana tidak menyerah. Setiap hari mereka berdoa dan menanti di Bait Allah (Luk. 2:25-26,37). Iman mereka pun menerima imbalannya. Mereka berkesempatan melihat bayi Yesus ketika Dia dibawa Maria dan Yusuf untuk diserahkan kepada Tuhan (ay.27-32,38).

Ketika kita berkecil hati karena Allah tidak menjawab doa pada waktu yang kita harapkan, Natal mengingatkan kita bahwa “setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, . . . supaya kita diterima menjadi anak” (Gal. 4:4-5). Waktu Allah selalu tepat dan penantian kamu takkan sia-sia. —Julie Ackerman Link

Bapa Surgawi, aku mengakui bahwa aku menjadi tidak sabar dan patah semangat karena menghendaki doa-doaku dijawab sesuai dengan jadwal dan waktuku. Mampukan aku menantikan dengan sabar waktu-Mu dalam segala hal yang kuharapkan.

Allah tidak pernah terlambat—nantikanlah Dia dengan sabar.

Bacaan Alkitab Setahun: Hagai 1-2; Wahyu 17

Artikel Terkait:

Kepada Semua Pemudi Kristen yang Masih Lajang

Mencari pria yang tepat sebagai pasangan hidup kita bukanlah hal yang salah, juga bukan perkara yang mudah. Tetapi, janganlah sampai kita tenggelam dalam pencarian itu, sehingga kita tidak lagi bisa melihat tujuan besar Allah bagi hidup kita.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

15 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!