Suara Surround

Info

Kamis, 8 Desember 2016

Suara Surround

Baca: Nehemia 12:27-43

12:27 Pada pentahbisan tembok Yerusalem orang-orang Lewi dipanggil dari segala tempat mereka dan dibawa ke Yerusalem untuk mengadakan pentahbisan yang meriah dengan ucapan syukur dan kidung, dengan ceracap, gambus dan kecapi.

12:28 Maka berkumpullah kaum penyanyi dari daerah sekitar Yerusalem, dari desa-desa orang Netofa,

12:29 dari Bet-Gilgal, dari padang Geba dan Asmawet, karena para penyanyi itu telah mendirikan desa-desa sekitar Yerusalem.

12:30 Para imam dan orang-orang Lewi mentahirkan dirinya, lalu mentahirkan seluruh umat itu, dan kemudian pintu-pintu gerbang dan tembok.

12:31 Lalu aku mempersilakan para pemimpin orang Yehuda naik ke atas tembok dan kubentuk dua paduan suara yang besar. Yang satu berarak ke kanan di atas tembok ke jurusan pintu gerbang Sampah.

12:32 Di belakangnya berjalanlah Hosaya dengan sebagian dari para pemimpin orang Yehuda,

12:33 pula Azarya, Ezra, Mesulam,

12:34 Yehuda, Benyamin, Semaya dan Yeremia,

12:35 dan dari kaum imam yang memegang nafiri: Zakharia bin Yonatan bin Semaya bin Matanya bin Mikha bin Zakur bin Asaf,

12:36 dan saudara-saudaranya, yakni: Semaya, Azareel, Milalai, Gilalai, Maai, Netaneel, Yehuda dan Hanani dengan bunyi-bunyian Daud, abdi Allah itu, sedang Ezra, ahli kitab itu berjalan di depan mereka.

12:37 Lalu pada pintu gerbang Mata Air mereka langsung naik tangga-tangga kota Daud, pada jalan pendakian tembok, lewat istana Daud, dan berjalan sampai pintu gerbang Air, di sebelah Timur.

12:38 Dan paduan suara yang kedua berarak ke kiri dan aku mengikutinya dengan sebagian dari orang-orang itu melalui tembok dan menara Perapian sampai tembok Lebar.

12:39 Lalu kami melalui pintu gerbang Efraim, pintu gerbang Lama, pintu gerbang Ikan, menara Hananeel dan menara Mea sampai pintu gerbang Domba. Mereka berhenti di pintu gerbang Penjagaan.

12:40 Kemudian kedua paduan suara itu berdiri di rumah Allah. Demikian juga aku bersama-sama sebagian dari para penguasa,

12:41 dan para imam, yakni: Elyakim, Maaseya, Minyamin, Mikha, Elyoenai, Zakharia, Hananya dengan memegang nafiri,

12:42 dan Maaseya, Semaya, Eleazar, Uzi, Yohanan, Malkia, Elam dan Ezer. Lalu para penyanyi memperdengarkan kidung di bawah pimpinan Yizrahya.

12:43 Pada hari itu mereka mempersembahkan korban yang besar. Mereka bersukaria karena Allah memberi mereka kesukaan yang besar. Juga segala perempuan dan anak-anak bersukaria, sehingga kesukaan Yerusalem terdengar sampai jauh.

Kesukaan Yerusalem terdengar sampai jauh. —Nehemia 12:43

Suara Surround

Studio Walt Disney adalah yang pertama memperkenalkan konsep baru dalam mendengarkan film. Konsep itu disebut “suara stereofonik” atau suara surround(sekeliling). Hal itu dikembangkan karena para produser menginginkan para penonton bioskop untuk mendengarkan musik dalam film mereka dengan cara yang baru.

Namun “suara surround” sudah digunakan ribuan tahun lalu, saat Nehemia menerapkannya pada penahbisan tembok Yerusalem yang telah dibangun kembali. “Aku mempersilakan para pemimpin orang Yehuda naik ke atas tembok dan kubentuk dua paduan suara yang besar” (Neh. 12:31). Dua paduan suara itu mulai berarak dari dinding bagian selatan, di pintu gerbang Sampah. Yang satu ke kiri dan yang lain ke kanan, lalu mereka mengelilingi kota Yerusalem dengan pujian sambil terus berbaris menuju rumah Allah (ay.31,37-40).

Paduan suara itu mengajak rakyat bersukacita karena “Allah memberi mereka kesukaan yang besar” (ay.43). Suara sukacita mereka “terdengar sampai jauh” (ay.43).

Mereka menaikkan pujian karena telah mengalami pertolongan Allah dalam mengatasi perlawanan musuh-musuh seperti Sanbalat dan keberhasilan dalam membangun kembali tembok Yerusalem. Apa yang telah Allah berikan kepada kita sehingga kita bersukacita dan memujiNya? Apakah itu berupa tuntunan-Nya yang jelas atas hidup kita? Apakah itu penghiburan yang diberikan-Nya di masa-masa sulit? Ataukah itu anugerah terbesar yang pernah ada, yaitu keselamatan?

Mungkin pujian kita tidak dapat menghasilkan “suara surround”, tetapi kita dapat bersukaria dalam sukacita yang telah Allah berikan kepada kita. Orang lain pun dapat mendengar pujian kita dan menyaksikan karya-Nya yang ajaib dalam hidup kita. —Dave Branon

Kami memuji-Mu, ya Tuhan—lewat perkataan, pujian, dan hidup kami. Kami mempersembahkan hati kami karena kuasa-Mu yang besar, perhatian-Mu yang penuh kasih, dan pemeliharaan-Mu yang selalu kami nikmati.

Memuji Yesus takkan ada habisnya!

Bacaan Alkitab Setahun: Daniel 8-10; 3 Yohanes

Artikel Terkait:

Dia Tak Pernah Terlelap!

Tuhan tidak capek. Tuhan tidak pernah tertidur! Sungguh bersyukur Tuhan mengingatkan aku akan kebenaran ini. Baca kesaksian Tabita Davinia selengkapnya di dalam artikel ini.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

13 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!