Larilah Kepada-Ku

Selasa, 1 November 2016

Larilah Kepada-Ku

Baca: Amsal 18:4-12

18:4 Perkataan mulut orang adalah seperti air yang dalam, tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir.

18:5 Tidak baik berpihak kepada orang fasik dengan menolak orang benar dalam pengadilan.

18:6 Bibir orang bebal menimbulkan perbantahan, dan mulutnya berseru meminta pukulan.

18:7 Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya.

18:8 Perkataan pemfitnah seperti sedap-sedapan, yang masuk ke lubuk hati.

18:9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

18:10 Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.

18:11 Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya dan seperti tembok yang tinggi menurut anggapannya.

18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.

Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat. —Amsal 18:10

Larilah Kepada-Ku

Ketika berjalan-jalan di taman dekat rumah, saya dan anak-anak bertemu sepasang anjing dengan rantai pengikat yang terlepas. Pemilik anjing itu sepertinya tidak menyadari bahwa seekor dari anjing tersebut mulai menakut-nakuti putra saya. Ia berusaha mengusirnya, tetapi anjing itu justru semakin berani mengganggunya.

Akhirnya, putra saya menjadi panik. Ia pun lari menjauh beberapa meter, tetapi anjing itu terus mengejarnya. Kejar-kejaran itu terus berlanjut hingga saya berteriak, “Lari ke arah Mama!” Putra saya pun berbalik dan berubah menjadi tenang, sementara anjing itu akhirnya memilih untuk melanjutkan ulahnya di tempat lain.

Adakalanya dalam hidup ini, Allah memanggil kita dan berseru, “Larilah kepada-Ku!” Mungkin pada saat itu, ada sebuah masalah yang terus membuntuti kita. Sejauh atau secepat apa pun kita berusaha menghindar, masalah itu terus mengejar dan mendekati kita. Kita tidak dapat melepaskan diri darinya. Kita terlalu takut untuk berbalik dan menghadapi masalah tersebut sendirian. Namun pada kenyataannya, kita tidaklah sendirian. Allah senantiasa hadir, siap menolong dan menghibur kita. Yang harus kita lakukan hanyalah berbalik dari apa pun yang menakutkan kita itu, dan berlari ke arah Tuhan. Firman-Nya mengatakan, “Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat” (Ams. 18:10). —Jennifer Benson Schuldt

Ya Yesus, Engkaulah Raja Damai. Aku membutuhkan damai sejahtera yang hanya dapat diberikan oleh-Mu. Tolonglah aku untuk berpaling kepada-Mu di saat aku menghadapi kesulitan.

Allah adalah tempat perlindungan kita di masa kesesakan.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 24-26; Titus 2

Artikel Terkait:

Ingat Kebaikan-Nya!

Kehilangan seseorang yang dikasihi, khawatir akibat teman hidup yang tak kunjung dimiliki, skripsi yang nampaknya jauh dari kata “acc”, perselisihan dengan sahabat atau teman, panggilan kerja yang tak kunjung datang, berapa banyak dari kita yang pernah mengalami hal itu? Sukma Cornelius pernah mengalaminya. Baca kesaksian selengkapnya di dalam artikel ini.

Bagikan Konten ini
38 replies
  1. D. Stenly #rh
    D. Stenly #rh says:

    Lord, forgive me for all my sin, all my fault, all my mistake, which make You hurt.. Only You, I surrender..
    Thanks Lord..

    #GODis1st

  2. ola anggreini
    ola anggreini says:

    I’m so blessed, aku yakin aku bisa melewati semua saat ini apa yang lagi aku jalani, apalagi prmasalahku yaitu kuliah yg mengahruskan telat 1 tahun, ga akan malu, tapi aku yakin dan percaya semua bisa aku lalui dengan memandang dan berlari kepada Tuhan dengan 1 tujuan untuk tetap berusaha dan bersyukur dalam menghadapi masalah dan situasi apapun. Good morning, God bless.

  3. Hanna Yosi Simanjuntak
    Hanna Yosi Simanjuntak says:

    ya Tuhan Allah kuatkanlah kami melakukan yang sesuai dengan firman & Rencana Mu. amin.

  4. alfan samosir
    alfan samosir says:

    sulit keluar dari sesuatu yg telah mengikat,menjerat dan mmberi kenikmatan sesaat.tapi apakah kita mau diperbudak ,dan terus mersa takut .
    berserah dan kembali berseru memanggil nama Tuhan.saat segala hal mnghimpit Tuhan tak biarkan kita sendiri.percayalah Tuhan kita hidup.amin
    Jesus bless

  5. Renate Fernandez
    Renate Fernandez says:

    seperti Daud yang selalu lari kepada Tuhan dan akhirnya Tuhan selalu beri kemenangan-kemenangan pada Daud (2 Samuel 8:1-18)

    Tuhan PASTI memberiku kemenangan ketika aku mengandalkan dan berserah kepada Tuhan
    I trust in You Lord

    selamat pagi dan selamat hari baru
    GBU

  6. Yonathan Susanto
    Yonathan Susanto says:

    Shalom… Hanya Allah yang menjadi sumber utama pertolongan, perlindungan & harapan yang sejati…. Dengan kasih & kuasa-Nya yang tidak terbatas, Allah senantiasa ada & turut bekerja, seturut rancangan & kehendak Allah yang paling terbaik…. “Di kala awan gelap menghalangi langkah-langkahku, aku ‘kan berlari pada-Mu…berseru, percaya & berserah sepenuhnya pada-Mu ya Allah, cahaya pengharapan & menara perlindungan sejati dalam hidupku… Semua hanya karena anugerah-Mu yang sungguh ajaib…” Sungguh mulia kasih & kuasa Allah, praise the Lord… “3BP” [Berseru, Beriman, Berserah Pada-Nya]… God bless you and family…

  7. William Cid
    William Cid says:

    Jangan sombong, sadar diri dan larilah kepada Tuhan Yesus. Karena kita seorang tidak mungkin sanggup melawan dosa dan pencobaan sendirian

  8. Pardamean Panjaitan
    Pardamean Panjaitan says:

    Amsal 18:10 Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.
    Yes! Absolutely agree!

  9. Meina Mei
    Meina Mei says:

    Beri saya mata yang hanya memandangMu
    Beri saya hati yang setia mencintaiMu
    Beri saya iman yang sepenuhnya percaya padaMu
    Beri saya hidup yang menyenangkan hatiMu.

  10. Ient Siallagan
    Ient Siallagan says:

    I run in to You, Lord. Forgive me if I come when I am in trouble , Lord . But where should I go? my destiny is only to You

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *