Kasih dalam Tindakan Nyata

Info

Sabtu, 5 November 2016

Kasih dalam Tindakan Nyata

Baca: Filipi 1:27-2:4

1:27 Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,

1:28 dengan tiada digentarkan sedikitpun oleh lawanmu. Bagi mereka semuanya itu adalah tanda kebinasaan, tetapi bagi kamu tanda keselamatan, dan itu datangnya dari Allah.

1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

1:30 dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.

2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

[Hendaklah kamu] tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri. —Filipi 2:3

Kasih dalam Tindakan Nyata

“Adakah pakaianmu yang bisa saya bantu cuci?” tanya saya pada seorang tamu yang menginap di rumah kami di London. Wajahnya terlihat senang, lalu ia berkata kepada putrinya yang sedang lewat, “Cepat, ambil pakaian kotormu—Amy akan mencucinya untuk kita!” Saya tersenyum, sambil menyadari bahwa tawaran mencuci beberapa helai pakaian tadi berubah menjadi mencuci setumpuk pakaian.

Beberapa saat kemudian, ketika sedang menjemur pakaian-pakaian itu, saya teringat bacaan Alkitab pagi itu: “Hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri” (Flp. 2:3). Saya sedang membaca surat Paulus kepada jemaat di Filipi, dan di sana ia menasihati mereka untuk menjalani hidup sesuai panggilan Kristus dengan melayani dan menjadi satu. Paulus ingin agar mereka sehati sepikir meskipun mereka sedang mengalami penganiayaan. Ia tahu bahwa kesatuan yang muncul dari persekutuan mereka dengan Kristus dan tecermin lewat sikap saling melayani akan memampukan mereka bertahan dalam iman.

Kita bisa saja mengaku mengasihi sesama tanpa bermaksud untuk mementingkan atau meninggikan diri sendiri, tetapi keadaan hati kita yang sesungguhnya hanya bisa diketahui orang ketika kita membuktikan kasih kita lewat perbuatan nyata. Meski saya tergoda untuk mengeluh, saya tahu bahwa sebagai pengikut Kristus, saya dipanggil untuk mengasihi teman-teman saya dengan hati tulus dan tindakan nyata.

Kiranya kita selalu berusaha untuk dapat melayani keluarga, teman dan sesama kita demi kemuliaan Allah. —Amy Boucher Pye

Baca Lukas 22:22-27 dan pikirkan bagaimana kamu dapat meneladani Yesus Sang Hamba, terutama dengan memperhatikan perkataan-Nya, “Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.”

Kesatuan dapat timbul dari kerelaan melayani satu sama lain.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 34-36; Ibrani 2

Artikel Terkait:

Hal Penting yang Kulupakan Ketika Aku Melayani Tuhan

Maleakhi senang dan sangat aktif melayani Tuhan sejak muda. Bisa dibilang hari Minggu adalah hari yang sangat sibuk buatnya. Namun, ada hal penting yang dilupakannya ketika dia melayani Tuhan. Hal apakah itu? Baca kesaksian Maleakhi selengkapnya di dalam artikel ini.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

17 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!