Bukit Sulit

Senin, 7 November 2016

Bukit Sulit

Baca: Mazmur 110

110:1 Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”

110:2 Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu!

110:3 Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.

110:4 TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.”

110:5 TUHAN ada di sebelah kananmu; Ia meremukkan raja-raja pada hari murka-Nya,

110:6 Ia menghukum bangsa-bangsa, sehingga mayat-mayat bergelimpangan; Ia meremukkan orang-orang yang menjadi kepala di negeri luas.

110:7 Dari sungai di tepi jalan ia minum, oleh sebab itu ia mengangkat kepala.

Dari sungai di tepi jalan ia minum, oleh sebab itu ia mengangkat kepala. —Mazmur 110:7

Bukit Sulit

Pada sisi puncak Gunung Jughandle di sebelah utara dari rumah kami di Idaho terletak sebuah danau glasial. Untuk mencapai danau itu seseorang harus menyusuri punggung bukit yang curam, melewati bongkahan batu-batu besar, dan melintasi hamparan kerikil. Sungguh suatu pendakian yang berat.

Namun pada awal pendakian, terdapat sebuah sungai kecil—mata air yang merembes keluar dari tanah berlumut dan mengalir melalui padang rumput yang subur. Tempat itu sangat baik bagi seseorang untuk melepas dahaga dan mempersiapkan diri sebelum memulai pendakian yang berat.

Dalam The Pilgrim’s Progress (Perjalanan Seorang Musafir), karya klasik John Bunyan yang menceritakan kiasan dari perjalanan iman seorang Kristen, sang tokoh bernama Kristen tiba di kaki suatu bukit yang curam bernama Hill Difficulty (Bukit Kesulitan). “Di kaki bukit itu ada mata air . . . Kristen kini menghampiri mata air itu dan meminum airnya untuk menyegarkan diri, lalu kembali bersiap mendaki bukit.”

Mungkin masalah menggunung yang kamu hadapi adalah seorang anak yang memberontak atau diagnosa medis yang serius. Tantangan yang menghadang itu terasa terlampau berat untuk kamu tanggung.

Sebelum kamu menghadapi beban besar berikutnya, datanglah kepada mata air yang menyegarkan, yaitu Allah sendiri. Datanglah kepada-Nya dengan segala kelemahan, kelelahan, ketidakberdayaan, ketakutan, dan keraguanmu. Kemudian terimalah kesegaran kuasa, kekuatan, dan hikmat-Nya. Allah mengetahui segala keadaan kita dan Dia akan melimpahkan penghiburan dan kekuatan rohani kepada kita. Dia akan mengangkat kepalamu dan memberimu kekuatan untuk melanjutkan perjalanan. —David Roper

Bapa, saat ini aku datang kepada-Mu memohon kekuatan untuk kelemahanku, tenaga untuk keletihanku, dan iman untuk mengatasi keraguanku. Amin.

Dia yang menentukan segala sesuatu . . . memampukan Kristen . . . untuk melanjutkan perjalanannya. —John Bunyan, The Pilgrim’s Progress

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 40-42; Ibrani 4

Artikel Terkait:

Yesus Memegang Tanganku

Tangan Tuhan selalu terbuka untuk menerimamu, sekalipun orang-orang yang kamu sayangi sepertinya tidak menginginkanmu. Datanglah mencurahkan isi hatimu kepada-Nya!

Bagikan Konten Ini
27 replies
  1. Betty Gultom
    Betty Gultom says:

    Tuhan itu maha kuasa maha pengasih hanya rancangan manusia bukan rancangannya namun jika kita terus menerus memohon pada Nya seperti anak yg merengek meminta sesuatu kpd orangtuanya niscaya akan di kabulkannya

  2. Benny Aryanto Sihaloho
    Benny Aryanto Sihaloho says:

    Bapa menyediakan yang terbaik dan dengan sukacita Dia bersegera mewujudkannya bagiku dan klg-ku. Amin. Thank you Lord..

  3. rosmida
    rosmida says:

    Bapa Engkaulah penolong penguat kami dan jawaban disegala keadaan kami hanya kepadaMulah kami berseru itu yg kami imani siapa yg datang kpdMu akan beroleh sukacita damai sejahtera Engkauan peduli kpd setiap seruan anak anak Mu amin

  4. Wuena Pinaria
    Wuena Pinaria says:

    sebuah kekuatan, untuk memulai perjalanan selanjutnya….terima kasih Tuhan, ku tak gentar kan jalan yg naik turun…lewat lembah dan gunung yg terjal….

  5. bayu suwandi
    bayu suwandi says:

    Tuhan Yesus,,,tolong saya, kuatkan saya, dari cobaan ini, mungkin ini adalah teguranMU, mungkin juga ini adalah hukumanMU,,,,,
    tapi aku tetap berseru kepadaMU Bapa….dan aku tetap mengandalkanMU ya Bapa….

  6. Andreas Prasetya Guardianao
    Andreas Prasetya Guardianao says:

    Terima kasih Tuhan berikan aku kekuatan untuk melewati cobaan ini Tuhan ubahlaha hatiku Tuhan amin.

  7. Aditya Billy Pratama Waworuntu
    Aditya Billy Pratama Waworuntu says:

    setiap permasalahan yang Tuhan berikan kepada kita bukan tanpa alasan bukan krn Tuhan kurang kerjaan.. tapi Dia mau melihat sampe mana kita bertahan n mau mengandalkan Dia.. sampe kapan kita mau meletakan setiap permasalahan kita kepada Dia.. Dia Tuhan yang setia.. dan rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera..
    thx Jesus!!

  8. Asyer Immanuel Pasaribu
    Asyer Immanuel Pasaribu says:

    ya Tuhan.. kini bebanku terasa begitu berat.. pikiranku bgitu terkuras dengan segala bebanku.. ada sebuah perkara yg bahkan bisa membuat ku hampir menangis dan menyerah. ya Tuhan, kehendak Mu lah yg terjadi.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *