Bagaimana dengan Kamu?

Info

Senin, 21 November 2016

Bagaimana dengan Kamu?

Baca: Efesus 4:25-32

4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

4:26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

4:27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

4:28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Hidup dan mati dikuasai lidah. —Amsal 18:21

Bagaimana dengan Kamu?

Emily mendengarkan perbincangan di antara teman-temannya tentang tradisi Hari Thanksgiving yang mereka lakukan bersama keluarga. “Kami bergiliran menceritakan apa yang membuat kami bersyukur kepada Allah,” kata Gary.

Seorang teman lainnya bercerita tentang kebiasaan makan dan berdoa bersama yang dilakukan keluarganya. Ia mengenang saat-saat bersama ayahnya sebelum meninggal: “Meskipun Ayah menderita demensia, doa ucapan syukurnya kepada Allah begitu jelas.” Randy berkata, “Keluargaku selalu punya waktu khusus untuk bernyanyi bersama pada masa liburan itu. Nenekku bisa terus-terusan bernyanyi!” Kesedihan dan kecemburuan mulai menghinggapi Emily saat ia memikirkan keluarganya sendiri. Emily mengeluh: “Tradisi keluarga kami hanyalah makan kalkun, menonton televisi, dan tak pernah berbicara tentang Tuhan atau mengucap syukur.”

Seketika Emily merasa tidak nyaman dengan sikapnya itu. Kamu adalah bagian dari keluarga itu. Apa yang akan kamu lakukan secara berbeda untuk mengubah kondisi itu? tanya Emily pada dirinya sendiri. Ia memutuskan untuk mengatakan secara pribadi pada setiap anggota keluarganya bahwa ia bersyukur kepada Tuhan karena memiliki mereka sebagai adik, keponakan, atau saudara. Ketika hari itu tiba, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas mereka satu per satu, dan mereka semua merasakan begitu dikasihi. Hal itu tidak mudah karena percakapan itu tidak lazim terjadi di keluarganya, tetapi Emily mengalami sukacita ketika membagikan kasihnya pada setiap anggota keluarganya.

“Pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu,” tulis Paulus, “supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia [penguatan]” (Ef. 4:29). Ucapan syukur kita bisa mengingatkan orang lain akan betapa berharganya mereka bagi kita dan bagi Allah. —Anne Cetas

Ya Tuhan, tunjukkanlah kepadaku bagaimana aku bisa menguatkan orang lain lewat perkataanku.

Jiwa manusia dipenuhi dengan pengharapan ketika menerima sepatah kata yang menguatkan.

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 16-17; Yakobus 3

Artikel Terkait:

Kritik Paling Menyakitkan

Pernah dihujani kritik yang membuat hati tersayat-sayat? Bukannya bikin kamu jadi semangat untuk maju, tapi justru bikin kamu ciut, kalut, dan tidak tau gimana seharusnya bersikap. Gawatnya lagi, itu datang dari orang yang dekat dengan kita. Gimana kamu menghadapinya? Temen kita Roxanne Robbins membagikan perenungannya dari pengalamannya.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

19 Komentar Kamu

  • selama hidupku, bahkan sampai aku telah menikah dan memiliki anak, aku dididik dengan sangat keras oleh keluarga angkatku. setiap hari hidupku penuh dengan makian dan cacian yg kuterima. tetapi ketika Tuhan Yesus hadir di hatiku, aku diberikan hati yg baru. aku bisa memaafkan, dan meminta maaf pada mereka. memang mereka ttp behati keras dan bersikap keras, tetapi aku diingatkan lg. mereka bersikap seperti itu karena mereka sayang kepada aku. aku tidak ingin lagi berpikir negatif dan sangat bersyukur mempunyai keluarga angkat. sebagai gantinya, Tuhan memberikan damai sejahterah dan ketenangan hidup. Terima Kasih Tuhan Yesus…

  • Leonardo Oktavianus Budiarto

    amin

  • trimakasih sate sudh mengingat kn aq melalui ft hrini aq diajrkn untk supy menggunkn lidhku dg baik yaitu menjdi berkt supy nm Tuhan dipermuliakan

  • Rotua Nopitasari Sitorus

    Tuhan Jesus selalu MENGUATKAN

  • sungguh akupun berharap bisa sperti itu.. bernyanyi bersama, berdoa bersama, bahas firman Tuhan sama2 dgn keluarga.. sekiranya bisa tercapai.. dan yaa betul sekali tidak mudah mengungkapkan hal yg belum lazim dilakukan dalam keluarga..

  • Tak semua keluarga melakukan demikian, sama halnya dengan keluargaku. Tapi, aku tetap mengasihi, mendoakan mereka.

  • amen

  • Ajari kami selalu mengucap syukur ya Tuhan apapun keadaan kami. Amin…

  • Amin…

  • Pengharapan hanya Engkau ya Tuhan

  • Bantu aku Bapa, agar bisa mengasihi siapapun termasuk orang yang membuat aku tidak nyaman. Di dalam Mu aku di kuatkan dan dimampukan.
    Amin.

  • saatnya membuat Mesbah keluarga,, dimulai dengan berdoa bersama dan berdoa safaat , saling mendoakan :… papa doakan anaknya , anaknya doakan mamanya, mamanya doakan papanya atau baca satu perikop alkitab dan membahasnya bersama sama,,,,dan masih banyak lagi yang dapat diberbuat keluarga…untk menjalin kasih ….
    semoga Tuhan Yesus menyertai kita semua…
    amin

  • biasanya memang kritikan yg paling tajam adalah Dari orang terdekat, krn yg paling tau ttg kita sendiri adalah mereka. jd tanggapi positif aja

  • Ya Tuhanku bingbing aku untuk dapat melalui perkataanku boleh menjadi penguat penghibur buat yg mendengar dan Roh Kudus tuntun aku supaya melalui perbuatanku selalu yg menyenangkan hati Tuhan amin

Bagikan Komentar Kamu!