Apakah Saya Berarti?

Selasa, 15 November 2016

Apakah Saya Berarti?

Baca: Pengkhotbah 1:1-11

1:1 Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem.

1:2 Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.

1:3 Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?

1:4 Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.

1:5 Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.

1:6 Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.

1:7 Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.

1:8 Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.

1:9 Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.

1:10 Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: “Lihatlah, ini baru!”? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.

1:11 Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datangpun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.

[Kristus Yesus] telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba. —Filipi 2:7

Apakah Saya Berarti?

Saya sedang mengantre di kasir sebuah toko swalayan dekat rumah sembari memperhatikan sekeliling saya. Saya melihat sekelompok remaja dengan kepala plontos dan cincin tersemat di hidung sedang melihat-lihat kudapan; seorang karyawan muda yang membeli sepotong daging bistik, asparagus, dan ubi manis; seorang wanita tua yang sedang memilih-milih buah persik dan stroberi. Apakah Allah mengenal setiap dari mereka? tanya saya dalam hati. Apakah mereka berarti bagi-Nya?

Allah, Sang Pencipta segala sesuatu, adalah Pencipta semua umat manusia, dan setiap dari kita dipandang-Nya layak untuk mendapatkan perhatian dan kasih-Nya secara khusus. Allah membuktikan kasih tersebut secara langsung di bukit Golgota yang mencekam dan terutama di atas kayu salib.

Ketika Yesus datang ke dunia dalam rupa seorang hamba, Dia membuktikan bahwa tangan Allah tidaklah terlalu besar untuk merangkul insan yang terkecil di dunia ini. Di tangan-Nya terukir nama kita masing-masing dan juga bekas-bekas luka penyaliban-Nya, bukti harga yang harus dibayar Allah karena kasih-Nya yang besar kepada kita.

Sekarang, manakala saya ingin mengasihani diri sendiri dan merasa begitu tersiksa oleh kesepian, seperti yang tergambar jelas dalam kitab-kitab seperti Ayub dan Pengkhotbah, saya akan berpaling pada kisah-kisah Injil tentang Tuhan Yesus dan segala perbuatan-Nya. Apabila saya menyimpulkan bahwa keberadaan saya “di bawah matahari” (Pkh. 1:3) tidaklah berarti bagi Allah, itu artinya saya menyangkal salah satu tujuan utama Allah datang ke dunia. Jika kamu bertanya, Apakah saya berarti?, Yesuslah jawabannya. —Philip Yancey

Bapa, ketika kami merasa sangat kesepian dan menderita, kami hanya dapat berpaling kepada-Mu. Tuhan Yesus telah menunjukkan betapa berharganya kami di Mata-Mu, dan kami sungguh bersyukur kepada-Mu!

Gembala yang Baik memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. —Yesus

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 1-2; Ibrani 11:1-19

Artikel Terkait:

4 Cara Berhenti Mengasihani Diri

Terlahir tunarungu. Sulit bicara. Tak ada yang mau dekat dengannya. Adakah cara untuk Yahya berhenti mengasihani diri? Jika kamu sering merasa hari-harimu selalu sulit dan hidup ini sepertinya tak pernah berpihak padamu, ini adalah salah satu kisah yang wajib kamu baca.

Bagikan Konten Ini
26 replies
  1. bayu suwandi
    bayu suwandi says:

    Setiap orang berharga dan berarti di mata Allah…(dari pandangan Allah)
    (dari sisi kita….apakah Allah berarti di mata kita )
    Semoga Tuhan Yesus memimpin dalam setiap langkahku dan disetiap perbuatanku sehingga pada ahkirnya dapat memasyurkan namaMU.
    amin….

  2. Jonathan
    Jonathan says:

    Aminnn……..dan tetao optimis menjalani hidup bagaimanapun keadaan kita.serta percaya Tuhan Allah akan mengiringi dan menuntun jalan kita.Terpujilah Yesus Tuhanku sekarang dan selamanya…..Aminnnn

  3. Jonathan
    Jonathan says:

    Aminnn….optimis dan tetap percaya bahwa Tuhan Yesus selalu mengiringi perjalanan kita kemanapun kita pergi dia akan selalu ada dari dulu,sekarang dan selamanya.Terpujilah Tuhanku.Aminnnn……

  4. rosmida
    rosmida says:

    kami hanya mengandal Engkau dalam kehidupan kami tanpaMu Tuhan kami tidak dabat berbuat apaapa hanyaMu lah Tuhan jawaban dlm hidupkami

  5. dennyboylubis
    dennyboylubis says:

    mengasihani diri akan membungkukkan badanmu.krn itu membebanimu sendiri..jadi serahkanlah semua kepada Tuhan..maka dia akan memberimu sukacita dan damai sejahtera…

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *