Suporter Setia

Info

Sabtu, 15 Oktober 2016

Suporter Setia

Baca: Mazmur 86:1-13

86:1 Doa Daud. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku.

86:2 Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.

86:3 Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.

86:4 Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.

86:5 Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.

86:6 Pasanglah telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku.

86:7 Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku.

86:8 Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat.

86:9 Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu.

86:10 Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah.

86:11 Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.

86:12 Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya;

86:13 sebab kasih setia-Mu besar atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang paling bawah.

Pada hari kesesakanku aku berseru kepadaMu, sebab Engkau menjawab aku. —Mazmur 86:7

Suporter Setia

Cade Pope, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun asal Oklahoma, mengirimkan 32 surat berisi tulisan tangannya sendiri kepada masing-masing pemilik dari setiap tim Liga Nasional Sepakbola Amerika (NFL). Cade menulis, “Aku dan keluargaku sangat suka football. Kami suka memainkan fantasy football di internet dan menonton pertandingan yang ditayangkan tiap akhir pekan. . . . Aku sedang memilih tim NFL mana yang akan kudukung selamanya!”

Jerry Richardson, pemilik tim Carolina Panthers, membalas surat Cade dengan surat yang juga ditulisnya sendiri dengan tangan. Ia mengawali suratnya: “Kami sangat terhormat apabila [tim] kami mendapatkan dukunganmu. Kami berjanji akan membuatmu bangga.” Richardson melanjutkan suratnya dengan memuji sejumlah pemain dalam timnya. Surat balasan itu tak hanya menunjukkan kepedulian dan keramahan Richardson—surat itu juga merupakan satu-satunya balasan yang diterima Cade. Maka tidak heran, Cade pun akhirnya menjadi suporter setia dari tim Carolina Panthers.

Dalam Mazmur 86, Daud berbicara tentang kesetiaannya kepada satu-satunya Allah yang sejati. Ia mengatakan, “Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku. Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat” (ay.7-8). Pengabdian kita kepada Allah lahir dari keyakinan kita akan sifat-Nya dan kepedulian-Nya atas kita. Dialah satu-satunya yang menjawab doa-doa kita, membimbing kita dengan Roh-Nya, dan menyelamatkan kita melalui kematian dan kebangkitan Anak-Nya, Yesus Kristus. Karena itulah, Dia layak menerima pengabdian kita, seumur hidup kita. —Jennifer Benson Schuldt

Ya Allahku, tiada yang seperti Engkau. Tolonglah aku untuk terus mengingat kekudusan-Mu dan bimbing aku agar semakin sungguh mengabdi kepada-Mu.

Hanya Allah yang layak menerima penyembahan dan pengabdian kita.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 45-46; 1 Tesalonika 3

Artikel Terkait:

Dengan atau Tanpa Medali, Marilah Kita Memuji Tuhan

Dua bulan lalu, tepat pada saat Indonesia merayakan 71 tahun kemerdekaannya, Indonesia juga merayakan medali emas satu-satunya yang diperoleh di Olimpiade Rio 2016. Dalam momen ini, kita dapat mendengar begitu banyak orang Indonesia yang bergembira, bersyukur kepada Tuhan dan memuji Dia. Namun, bagaimana saat kita menderita kekalahan? Baca perenungan Charles selengkapnya di dalam artikel ini.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

16 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!