Pasien Pendoa

Sabtu, 29 Oktober 2016

Pasien Pendoa

Baca: Yohanes 17:6-19

17:6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.

17:7 Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.

17:8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

17:9 Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu

17:10 dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.

17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.

17:13 Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.

17:14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

17:15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.

17:16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

17:18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;

17:19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.

Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. —Yohanes 17:11

Pasien Pendoa

Almarhum Alan Nanninga, seorang tokoh di kota kami, disebut dalam obituarinya sebagai “saksi Kristus yang terkemuka dan penuh dedikasi”. Setelah menceritakan tentang kehidupan keluarga dan karier Alan, artikel tersebut menyebutkan tentang kesehatannya yang semakin merosot selama hampir sepuluh tahun terakhir. Obituari itu ditutup dengan catatan, “Selama dirawat di rumah sakit . . . Alan mendapat sebutan terhormat sebagai ‘Pasien Pendoa’”, dan itu karena pelayanannya kepada para pasien lain. Alan adalah seseorang yang di dalam masa penderitaannya justru bersedia melayani dengan cara berdoa untuk dan bersama orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan pertolongan.

Beberapa jam sebelum Yudas mengkhianati-Nya, Yesus berdoa untuk murid-murid-Nya. “Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita” (Yoh. 17:11). Dengan mengetahui apa yang akan terjadi, Yesus mengabaikan kepentingan diri-Nya sendiri demi memusatkan perhatian-Nya kepada para pengikut dan sahabat-Nya.

Saat kita mengalami sakit dan penderitaan, kita merindukan dan membutuhkan doa dari orang lain. Doa-doa tersebut sangat menolong dan menguatkan kita! Namun hendaknya kita juga, sama seperti Tuhan kita, membuka mata hati kita untuk mendoakan orang-orang di sekitar kita yang sangat membutuhkan pertolongan Tuhan. —David McCasland

Ya Tuhan, kiranya di dalam saat-saat sulit, kami tetap memuliakan-Mu dan menguatkan orang lain dengan mendoakan mereka yang tengah menderita hari ini.

Masalah-masalah yang kita alami dapat membuat doa-doa kita dipenuhi rasa kasih dan empati terhadap orang lain.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 18-19; 2 Timotius 3

Artikel Terkait:

Berbagi Kasih, Bukan Sampah

Pengikut Kristus tidak hanya dipanggil untuk meninggalkan perkataan yang kotor dan tidak bermanfaat, tetapi juga membangun cara bertutur yang sama sekali baru.

Bagikan Konten ini
15 replies
  1. Ruth gledy
    Ruth gledy says:

    Bapa.. terimakasih untuk kisah hari ini
    Aku belajar bagaimana cara untuk tetap mengasihi, mendoakan dan menguatkan disaat terlemah dan tersakit dalam hidup
    Aku belajar bahwa kasih adalah bagaimana tetap mementingkan oranglain meskipun diri kita sendiri dalam penderitaan
    Terimakasih Tuhan.. terimakasih

  2. Melfa She Lala He
    Melfa She Lala He says:

    timakasih buat sharingnya…
    membuka mata hati dan pengertianku….
    terpujilah Tuhan, amin.

  3. Yonathan Susanto
    Yonathan Susanto says:

    Shalom.. Selamat pagi.. Kiranya mendoakan sesama/orang lain (termasuk orang yang belum kita kenal/kenal dekat & orang yang mungkin tidak kita sukai & tidak menyukai kita/membuat kita kecewa) dalam motivasi yang tulus/benar menjadi suatu gaya hidup sehari-hari kita & termasuk ke dalam prioritas kita sebagai salah satu wujud mengasihi sesama untuk kemuliaan nama-Nya.. Ikutilah teladan Yesus, hidup mengasihi-Nya & sesama…segala pujian, kemuliaan & hormat hanya bagi nama Allah… Semua hanya karena anugerah & pertolongan dari Allah.. Selamat melanjutkan aktivitas… Salam “KS2MJ” (Kasihilah Sesama Melalui Mendoakannya Juga).. God bless you and family… 🙂

  4. Lie Su Mie
    Lie Su Mie says:

    terimakasih Tuhan Yesus..krn Engkau menjadi teladan bagi kami pengikutMu…dan kami dituntut utk meneladani Engkau utk menjadi pendoa spt Engkau yg adalah Tuhan dan Raja..

  5. Stanny Helant Muller
    Stanny Helant Muller says:

    happy weekend saudara terkasih. . . terberkati kalian dalam kristus Yesus. . . semoga Tuhan mendengar dan memberikan doa dan Harapan kita semua.
    amin : )

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *