Mendengarkan Allah

Minggu, 30 Oktober 2016

Mendengarkan Allah

Baca: 1 Samuel 3:1-10

3:1 Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering.

3:2 Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya.

3:3 Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.

3:4 Lalu TUHAN memanggil: “Samuel! Samuel!”, dan ia menjawab: “Ya, bapa.”

3:5 Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata: “Aku tidak memanggil; tidurlah kembali.” Lalu pergilah ia tidur.

3:6 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuelpun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata: “Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali.”

3:7 Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.

3:8 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu.

3:9 Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: “Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.

3:10 Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.”

Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.” —1 Samuel 3:10

Mendengarkan Allah

Saya pernah merasa begitu lemah, yakni ketika flu dan alergi meredam dan membungkam pendengaran saya. Selama berminggu-minggu saya berjuang untuk dapat mendengar dengan jelas. Kondisi tersebut membuat saya menyadari betapa saya telah menyepelekan pendengaran saya sebelumnya.

Samuel kecil yang tinggal di bait suci tentu bertanya-tanya tentang apa yang didengarnya ketika ia terbangun dari tidur setelah mendengar namanya dipanggil (1Sam. 3:4). Tiga kali ia mendatangi imam Eli. Saat yang ketiga kalinya, Eli baru menyadari bahwa Tuhanlah yang memanggil Samuel. Pada masa itu firman Tuhan jarang (ay.1), dan orang-orang tidak mengenali suara-Nya. Namun Eli mengajari Samuel bagaimana ia harus merespons kepada Allah (ay.9).

Tuhan berbicara lebih banyak pada masa kini dibandingkan pada zaman Samuel. Surat kepada jemaat Ibrani menyatakan kepada kita, “Pada zaman dahulu Allah . . . berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya” (1:1-2). Dan di Kisah Para Rasul 2, kita membaca tentang turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta (ay.1-4). Roh Kuduslah yang memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran yang diajarkan Kristus kepada kita (Yoh. 16:13). Namun kita perlu belajar mendengarkan suara-Nya dan menanggapi dengan taat.

Adakalanya kita sulit mendengar dengan jelas. Kita perlu menguji apa yang kita anggap sebagai pimpinan Tuhan dengan mengacu kepada Alkitab dan berbicara dengan orang Kristen yang telah dewasa dalam iman. Sebagai umat kesayangan Allah, kita sungguh mendengar suara-Nya. Dia senang menguatkan kita dengan firman-Nya. —Amy Boucher Pye

Bukalah mata kami, Tuhan, agar kami dapat melihat-Mu. Bukalah telinga kami, agar kami mendengar-Mu. Bukalah mulut kami, agar kami dapat memuji-Mu.

Tuhan berbicara kepada anak-anak-Nya, tetapi kita harus bisa mengenali suara-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 20-21; 2 Timotius 4

Artikel Terkait:

Ditolong Oleh Firman

Pikiran yang terlalu penuh dengan keluhan dan sakit hati… membuat Helen Maria jadi tidak bisa melihat kebaikan Tuhan dan kesempatan-kesempatan yang Dia sediakan. Baca kesaksian lengkapnya di dalam artikel ini.

Bagikan Konten ini
21 replies
  1. Byant
    Byant says:

    Jawaban dr pertanyaan hati dan jawaban dr stiap prtanyaan doa … Tuhan jawab smuah dari hari ke hri melalui SATE dan BIBLE READING. saya kehabisan kata… tercengang luar biasa krn DIA mendengar dan menjawab doa dg cara luar biasa. hnya btl2 merasa brsyukur krn DIA memakai smuah rasa trluka dan smuah rasa sakitku sebagai kekuatanku krn firman NYA : justru dalam kelemahanku lah KUASA TUHAN NYATA…. terbukti dalam diriku.
    i just wanna say *THANK YOU LORD*

  2. Yonathan Susanto
    Yonathan Susanto says:

    Tanpa anugerah & pertolongan dari Allah yang menjadi sumber utama & sumber segala-galanya, ku tak kan mampu mendengar, mengenali, & menaati suara serta kehendak Allah… Salam “MSDA” (Mendengar Suara-Nya Dalam Anugerah-Nya)… God bless you and family…

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *