Berpegang Erat

Sabtu, 1 Oktober 2016

Berpegang Erat

Baca: Filipi 3:12-4:1

3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

3:15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.

3:16 Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

3:17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.

3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.

3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,

3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

4:1 Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!

Berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan. —Filipi 4:1

Berpegang Erat

Gunung Tianmen di Zhangjiajie, Tiongkok, dianggap sebagai salah satu gunung terindah di dunia. Untuk melihat tebing-tebingnya yang menjulang tinggi dengan megah, kamu harus menaiki kereta gantung Tianmen Shan, yang menempuh jarak sejauh 7.455 meter (4,5 mil). Sungguh menakjubkan melihat kereta gantung itu dapat melintasi jarak sedemikian jauh dan melewati kawasan pegunungan yang begitu curam tanpa adanya mesin di dalam kereta itu sendiri. Namun, kereta gantung itu bisa melaju dengan aman pada ketinggian-ketinggian yang sangat spektakuler dengan cara mencengkeram kuat-kuat seutas kawat baja yang digerakkan oleh sebuah mesin yang kuat.

Dalam perjalanan iman kita, bagaimana kita dapat menyelesaikan perlombaan dengan baik dan “berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus”? (Flp. 3:14). Sama dengan kereta gantung tadi, kita berpegang erat kepada Kristus, sebagaimana dimaksudkan Paulus ketika ia mengatakan, “Berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan” (4:1). Kita tidak memiliki kesanggupan dalam diri kita sendiri. Kita bergantung sepenuhnya kepada Kristus untuk membawa kita terus melangkah maju. Dia akan membawa kita melewati tantangan demi tantangan yang ada hingga kita tiba di rumah surgawi kita dengan selamat.

Menjelang akhir hidupnya di dunia, Rasul Paulus menyatakan, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2Tim. 4:7). Kamu juga bisa melakukannya. Berpeganglah erat kepada Kristus. —Albert Lee

Kami bersyukur, ya Tuhan, karena ketika kami berusaha berpegang erat kepada-Mu, Engkau selalu memegang kami dengan kuat! Engkau terus bekerja di dalam diri kami dan memberikan apa yang kami perlukan untuk senantiasa mempercayai-Mu dalam perjalanan iman kami.

Memelihara iman berarti mempercayai Allah yang setia memelihara kamu.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 11-13; Efesus 4

Artikel Terkait:

Cerpen: (Takkan Pernah) Berjalan Sendiri

Namanya Amanda. Teman-temannya menjulukinya “Amanda yang tegar” dan itu bukan tanpa alasan jika melihat semua pergumulan hidup yang telah ia lalui hingga sekarang. Amanda adalah anak tunggal. Ayah dan ibunya meninggal dalam kecelakaan mobil ketika ia berumur enam tahun. Baca cerita lengkapnya di dalam artikel ini.

Bagikan Konten Ini
18 replies
  1. Boy Juanda Samosir
    Boy Juanda Samosir says:

    trima kasih Tuhan.saat ini saya sedang mengalami pergumulan yg besar dan hanya engkau yg sanggup memberikan jawaban atas segalanya.saya mengimani semua kehendakmu Tuhan atas kehidupanku dan hanya kepadamu saya berserah Tuhan.Amin

  2. Elisabeth Lilik Nurwulan
    Elisabeth Lilik Nurwulan says:

    aku bersyukur kpd Yesus yg selalu menyertaiku dlm pekerjaan dan keluargaku anaku hanya satu adopsi balita yg kusangi spt anakku aja tp Tuhan beri anak gadisku teman hidup yg seiman dan sepadan dan mapan.biarkan anak adopsi ini dipelihara dan dididik scra Katolik spy jadi imam

  3. rosmida
    rosmida says:

    Tanpa Mu ya Tuhan kami tidak dapat melewati hari hari kami apapun yg kami hadapi pergumulan demi pergumulan masalah demi masalah kalau bukan karena Engkau ya Tuhan kami tidak mampu tetapi karena kami mempunyai Yesus yg sunggu luar biasa Dialah satu satu nya kekuatan trimakasi Yesus amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *