Tiruan yang Baik

Sabtu, 3 September 2016

Tiruan yang Baik

Baca: 1 Tesalonika 1:1-10

1:1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu.

1:2 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami.

1:3 Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.

1:4 Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu.

1:5 Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.

1:6 Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

1:7 sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya.

1:8 Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu.

1:9 Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar,

1:10 dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.

Kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan. —1 Tesalonika 1:6

Tiruan yang Baik

“Hari ini kita akan melakukan permainan Meniru,” kata guru Sekolah Minggu kepada anak-anak yang telah berkumpul untuk mendengarkan khotbahnya. “Aku akan menyebutkan sesuatu dan kalian memperagakannya. Siap? Ayam!” Anak-anak itu mengepak-ngepakkan lengan mereka, sambil berkotek dan berkeruyuk. Selanjutnya adalah kata gajah, kemudian pemain sepakbola, dan penari balet. Kata terakhir yang disebut adalah Yesus. Ketika banyak anak merasa bingung mendengar kata itu, seorang anak berusia 6 tahun dengan wajah yang berseri-seri segera merentangkan tangannya lebar-lebar dengan sikap menyambut. Semua orang yang ada di ruangan itu pun bertepuk tangan.

Betapa mudahnya kita lupa bahwa kita dipanggil untuk menjadi seperti Yesus dalam kehidupan kita sehari-hari. “Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah” (Ef. 5:1-2).

Rasul Paulus memuji para pengikut Yesus di Tesalonika yang telah menunjukkan iman mereka di tengah situasi-situasi sulit yang mereka alami. “Kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan,” tulis Paulus, “sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya” (1Tes. 1:6-7).

Yesus yang hidup di dalam kita menguatkan dan memampukan kita untuk menjalani hidup di dunia ini seperti yang Dia lakukan—yakni dengan membawa kabar baik tentang kasih Allah dan menyambut setiap orang dengan tangan terbuka. —David McCasland

Tuhan Yesus, kiranya hidup kami sepanjang hari ini memperlihatkan keterbukaan dan sambutan-Mu yang berkata, “Datanglah kepada-Ku.”

Tangan Yesus senantiasa terbuka untuk menyambut kita.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 140-142; 1 Korintus 14:1-20

Artikel Terkait:

Pergumulanku sebagai Seorang Kristen-Generasi-Kedua

Aku adalah seorang “Kristen-generasi-kedua”. Sepanjang sebagian besar hidupku, aku merasa terjebak dengan label ini. Aku percaya orang-orang Kristen-generasi-kedua lainnya tahu apa yang akan aku bagikan berikut ini. Baca kesaksian Ellen selengkapnya di dalam artikel ini.

Bagikan Konten ini
16 replies

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *