Melakukan yang Dia Katakan

Minggu, 4 September 2016

Melakukan yang Dia Katakan

Baca: Ulangan 5:28-33

5:28 Ketika TUHAN mendengar perkataanmu itu, sedang kamu mengatakannya kepadaku, maka berfirmanlah TUHAN kepadaku: Telah Kudengar perkataan bangsa ini yang dikatakan mereka kepadamu. Segala yang dikatakan mereka itu baik.

5:29 Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku, supaya baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk selama-lamanya!

5:30 Pergilah, katakanlah kepada mereka: Kembalilah ke kemahmu.

5:31 Tetapi engkau, berdirilah di sini bersama-sama dengan Aku, maka Aku hendak mengatakan kepadamu segenap perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang harus kauajarkan kepada mereka, supaya mereka melakukannya di negeri yang Kuberikan kepada mereka untuk dimiliki.

5:32 Maka lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri.

5:33 Segenap jalan, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup, dan baik keadaanmu serta lanjut umurmu di negeri yang akan kamu duduki.”

Segenap jalan, yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, haruslah kamu jalani. —Ulangan 5:33

Melakukan yang Dia Katakan

Saya memerlukan tangki air bawah tanah dan tahu persis konstruksi tangki yang saya inginkan, maka saya memberikan instruksi yang jelas kepada tukang yang mengerjakan. Keesokan hari ketika memeriksa pekerjaannya, saya dibuat jengkel saat menyadari bahwa tukang itu tidak mengikuti petunjuk yang saya berikan. Ia telah mengubah rancangan awal sehingga hasilnya tidak seperti yang saya kehendaki. Saya dibuat jengkel tidak saja oleh kegagalan-nya mengikuti petunjuk saya tetapi juga oleh alasan yang ia kemukakan.

Saat mengawasi si tukang mengerjakan ulang konstruksi itu, dan rasa frustrasi saya perlahan berkurang, saya pun diliputi perasaan bersalah. Saya membayangkan, entah berapa kali saya harus mengulang lagi hal-hal tertentu dalam hidup saya hingga akhirnya saya taat kepada Tuhan?

Seperti bangsa Israel zaman dahulu yang sering gagal melakukan perintah yang diberikan Allah kepada mereka, kita juga sering berjalan menuruti keinginan kita sendiri. Namun ketaatan seharusnya menjadi hasil dari hubungan kita dengan Allah yang semakin erat. Musa mengatakan kepada bangsanya, “Lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu. . . . Segenap jalan, yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, haruslah kamu jalani” (Ul. 5:32-33). Berabad-abad setelah Musa, Yesus pun memerintahkan murid-murid-Nya untuk percaya kepada-Nya dan saling mengasihi satu sama lain.

Itulah bentuk penyerahan hati kepada Tuhan yang memberikan kita damai sejahtera. Dengan ketaatan yang dimampukan oleh Roh Kudus, ingatlah bahwa “Allahlah yang mengerjakan di dalam [kita] baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (Flp. 2:13). —Lawrence Darmani

Tuhan, terima kasih untuk kesempatan yang berulang kali Engkau berikan. Tolonglah kami untuk rindu dan taat mengikuti jalan-jalan-Mu.

Semakin dekat kita berjalan bersama Allah, semakin jelas kita melihat tuntunan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 143-145; 1 Korintus 14:21-40

Artikel Terkait:

Pegangan Kita Setiap Waktu

Memperhatikan pengalaman hidup sehari-hari membuat Henry takjub akan cara Tuhan memelihara anak-anak-Nya. Bagaimana kamu sendiri mengalami pemeliharaan Tuhan setiap hari?

Bagikan Konten ini
19 replies
  1. christo sinaga
    christo sinaga says:

    Terimkasih Tuhan Yesus untuk kesempatan yang “berulang kali” Kauu berikan kepada kami anak-anakMu.
    WE BELONG TO YOU ;D
    AMEN..

  2. Yohansen Chandra
    Yohansen Chandra says:

    tolong ku Tuhan melatih taat dan makin taat, hidup makin dekat bersama Hu makin sigap kenali kehendak Hu.

  3. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh kekal tebal teguh tentram baik penuh bahagia manis murni menang gemilang terus tinggi menjulang luas lebar segar nyaman sejuk sekali terang benderang bersinar lebih kuat abadi sangat hebat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  4. trisna worms
    trisna worms says:

    Keputusan yang tepat lahir karena Pilihan yang tepat.
    Pilihan yang tepat lahir karena Sikap Hati yang tepat.
    Sikap Hati yang tepat timbul karena cara pandang dan pemikiran yang benar.
    _Thanks My Lord…

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *