Karena Anugerah

Info

Selasa, 6 September 2016

Karena Anugerah

Baca: Roma 5:6-15

5:6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.

5:7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar–tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati–.

5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

5:9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

5:10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

5:11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.

5:14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.

5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. —Roma 5:8

Karena Anugerah

Mata putra saya bersinar-sinar ketika ia menunjukkan kepada saya selembar kertas yang dibawanya pulang dari sekolah. Kertas tersebut berisi ujian matematika, dan di atasnya tercantum tanda bintang berwarna merah dan nilai sempurna 100. Saat kami melihat lembar ujian itu, ia menceritakan bahwa masih ada tiga pertanyaan yang belum sempat dijawabnya ketika guru mengatakan waktu ujiannya sudah habis. Saya heran dan bertanya bagaimana ia bisa mendapatkan nilai sempurna. Ia menjawab, “Ibu guru memberiku anugerah. Aku boleh menyelesaikan ujian itu meskipun waktu sudah habis.”

Saat saya dan putra saya membahas arti anugerah, saya menjelaskan bahwa Allah telah memberi kita lebih daripada yang layak kita terima melalui Kristus. Kita layak mati karena dosa-dosa kita (Rm. 3:23). Namun demikian, “Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Rm. 5:8). Kita tidak layak, tetapi Yesus yang tidak berdosa dan suci menyerahkan nyawa-Nya supaya kita terbebas dari hukuman atas dosa kita dan kelak hidup selamanya di surga.

Hidup kekal adalah pemberian Allah. Itu bukanlah hasil usaha kita sendiri. Kita diselamatkan karena anugerah Allah, oleh iman dalam Kristus (Ef. 2:8-9). —Jennifer Benson Schuldt

Ya Allah, anugerah-Mu yang tak layak kuterima telah membuatku diselamatkan dari dosaku. Engkau telah membuktikan keajaiban anugerah-Mu kepada kami. Terima kasih atas pemberian-Mu. Pakailah aku untuk menceritakan tentang Engkau dan perbuatan-Mu kepada sesamaku.

Anugerah dan belas kasihan adalah berkat yang tak selayaknya kita terima.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 148-150; 1 Korintus 15:29-58

Artikel Terkait:

Apakah Kekristenan Itu Hanyalah Sebuah Garansi “Bebas dari Neraka”?

Seorang Kristen hanya perlu percaya kepada Tuhan, dan kelak saat meninggal kita akan masuk surga, bukan neraka. Benarkah demikian? Bukankah kekristenan pada dasarnya adalah semacam asuransi kehidupan yang dampaknya baru akan kita rasakan suatu hari kelak setelah hidup kita di dunia ini berakhir? Temukan jawabannya dalam artikel ini.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

20 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!