Perjalanan yang Utama

Senin, 29 Agustus 2016

Perjalanan yang Utama

Baca: Yesaya 40:1-11

40:1 Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu,

40:2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.

40:3 Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!

40:4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;

40:5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.”

40:6 Ada suara yang berkata: “Berserulah!” Jawabku: “Apakah yang harus kuserukan?” “Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang.

40:7 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput.

40:8 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”

40:9 Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: “Lihat, itu Allahmu!”

40:10 Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.

40:11 Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! —Yesaya 40:3

Perjalanan yang Utama

National Road 5 di Madagaskar menyajikan pemandangan pantai pasir putih, hutan palem, dan Samudera Hindia yang indah. Namun, jalan dua arah sepanjang 200 km dari batu, pasir, dan lumpur itu telah dijuluki sebagai salah satu jalan raya terburuk di dunia. Para turis yang ingin melihat pemandangan indah di sana disarankan untuk menaiki kendaraan four-wheel drive yang dikendarai oleh sopir yang berpengalaman dan didampingi seorang montir.

Yohanes Pembaptis datang untuk memberitakan kabar baik tentang Mesias yang akan datang bagi siapa saja yang telah menempuh perjalanan hidup yang keras dan gersang. Dengan mengulangi pernyataan Nabi Yesaya yang tertulis berabad-abad sebelumnya, Yohanes mendesak orang banyak yang mendengarkannya untuk mempersiapkan “jalan untuk Tuhan” dan meluruskan “jalan bagi-Nya” (Luk. 3:4-5; Yes. 40:3)

Yohanes tahu jika penduduk Yerusalem ingin siap menyambut Mesias yang telah lama mereka nantikan, hati mereka harus berubah. Kebanggaan rohani yang menjulang tinggi dalam diri mereka harus diruntuhkan. Sebaliknya, mereka yang terpuruk dalam keputusasaan karena pergumulan hidup butuh dikuatkan.

Semua itu tidak dapat dilakukan dengan usaha manusia semata. Mereka yang menolak untuk menanggapi Roh Kudus dengan menerima baptisan pertobatan dari Yohanes Pembaptis akan gagal mengenali Mesias yang datang untuk mereka (Luk. 7:29-30). Sebaliknya, mereka yang menyadari kebutuhan mereka untuk berubah akan dapat menyaksikan kebaikan dan keajaiban Allah di dalam diri Yesus. —Mart DeHaan

Bapa di surga, kami memerlukan-Mu untuk melakukan dalam diri kami sesuatu yang tak bisa kami lakukan sendiri. Runtuhkanlah kebanggaan dan keputusasaan yang menghalangi kami menyambut-Mu dalam hidup kami.

Pertobatan membuka jalan bagi kita untuk berjalan bersama Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 126-128; 1 Korintus 10:19-33

Artikel Terkait:

Menguak Misteri Masa Depan

Daripada galau dengan perhitungan manusia yang serba tak pasti, bukankah lebih baik kita mempersiapkan diri untuk menghadapi apa yang menurut Firman Tuhan pasti akan terjadi?

Bagikan Konten ini
16 replies
  1. Yvonne Hezron
    Yvonne Hezron says:

    Amin,Hidup harus terus berubah dgn jalan mau mempergunakan waktu dgn bijaksana ,terus mau melekat kepada Tuhan lewat suka membaca Firman Tuhan yg merupakan vitamin kehidupan rohani kita,suka berdoa yg merupakan nafas hdp org berikan& mau tinggal dlm hadirat Tuhan.sekali lagi hrs mendisiplinkan diri utk hdp menyukakan hati Tuhan

  2. icalpenyok
    icalpenyok says:

    Tuhan Yesus kasih setia Mu tak akan pernah habis biarkan semuanya kunikmati dengan kuasa darah Mu. Amin

  3. trisna worms
    trisna worms says:

    Tidak ada kehidupan yg sempurna tanpa Kasih dan Pengampunan dari-Mu Tuhan Yesus. Thanks Jesus

  4. Priskila
    Priskila says:

    masa lalu sangat menyakitkan , tetapi tetap lah berpegang teguh kepada Yesus pertolongan nya tdk akan terlambat rancangan nya adalah yg terindah . Puji Tuhan semua masa sulit menyakitkan itu Yesus gantikan dengan Sukacita damai sejahtera setiap hari

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *