Berisiko Jatuh

Senin, 22 Agustus 2016

Berisiko Jatuh

Baca: 1 Korintus 10:1-13

10:1 Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.

10:2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.

10:3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama

10:4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.

10:5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.

10:6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,

10:7 dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: “Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.”

10:8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.

10:9 Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.

10:10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.

10:11 Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hatihatilah supaya ia jangan jatuh! —1 Korintus 10:12

Berisiko Jatuh

Sewaktu teman saya, Elaine, telah sembuh dari kecelakaan yang dialaminya, seorang perawat menyematkan gelang kuning di pergelangan tangannya. Di situ tertulis: Berisiko Jatuh. Frasa itu berarti: Jagalah orang ini dengan cermat. Mungkin kakinya belum stabil. Berikan bantuan kepadanya untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain.

1 Korintus 10 memberikan peringatan kepada umat Tuhan yang menyatakan “Berisiko Jatuh”. Setelah melihat kembali pengalaman pendahulunya, Paulus menyadari potensi manusia untuk jatuh dalam dosa. Bangsa Israel kuno sering bersungut-sungut, menyembah berhala, dan menjalin hubungan yang amoral. Allah pun tidak berkenan kepada mereka dan mengizinkan mereka menerima konsekuensi atas dosa-dosa mereka. Namun, Paulus mengatakan, “Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita. . . . Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” (ay.11-12).

Kita mudah menipu diri sendiri dengan meyakini bahwa kita telah berhenti melakukan dosa tertentu. Bahkan setelah kita bergumul dengan mengakui masalah kita, bertobat, dan bertekad untuk kembali mengikuti jalan Allah, pencobaan masih mungkin terjadi. Allah memampukan kita untuk tidak kembali jatuh pada pola-pola yang sama. Dia melakukannya dengan menyediakan jalan keluar dari perbuatan dosa yang kita hendak lakukan. Kita hanya perlu mengikuti jalan keluar yang sudah disediakan-Nya itu. —Jennifer Benson Schuldt

Tuhan, celikkan mataku untuk melihat jalan keluar yang Engkau berikan ketika aku dicobai. Berilah aku kekuatan untuk menerima pertolongan-Mu supaya aku dapat tetap setia kepada-Mu. Aku tahu itulah kerinduan-Mu bagiku, karena itu aku bersyukur atas karya-Mu dalam hidupku.

Berkat besar sering diikuti oleh pencobaan besar.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 110-112; 1 Korintus 5

Artikel Terkait:

5 Cara Mengatasi Patah Hati

Greg Behrendt, penulis buku It’s Called A Breakup Because It’s Broken berkata, “Patah hati itu seperti patah tulang rusuk. Dari luar kelihatannya baik-baik saja, tetapi setiap menarik napas, sakitnya sangat terasa.”
Pernahkah kamu juga mengalami patah hati? Semoga 5 cara berikut ini dapat menolongmu.

Bagikan Konten Ini
21 replies
  1. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh kekal tebal teguh tentram baik penuh bahagia manis murni menang gemilang terus tinggi menjulang luas lebar segar nyaman sejuk sekali terang benderang lebih kuat abadi sangat hebat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  2. Mei Rodhiah Panjaitan
    Mei Rodhiah Panjaitan says:

    Tuhan, celikkan mataku untuk melihat jalan keluar yang Engkau berikan ketika aku dicobai. Berilah aku kekuatan untuk menerima pertolongan-Mu supaya aku dapat tetap setia kepada-Mu. Aku tahu itulah kerinduan-Mu bagiku, karena itu aku bersyukur atas karya-Mu dalam hidupku.

  3. Roy Asthon Sirait
    Roy Asthon Sirait says:

    Kasih setia Tuhan yang ku rasakan dalam hidupku, menuntunku di mana pun dan kapan pun aku berdiri dan berada, Terima kasih Tuhan Yesus.

  4. bayu suwandi
    bayu suwandi says:

    Berilah aku kekuatan untuk menerima pertolongan-Mu supaya aku dapat tetap setia kepada-Mu. Aku tahu itulah kerinduan-Mu bagiku, karena itu aku bersyukur atas karya-Mu dalam hidupku.

  5. Michael Christian
    Michael Christian says:

    Kita sering jatuh bangun dalam dosa, Puji Tuhan, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Amien.

  6. Maya Marta Selina
    Maya Marta Selina says:

    Terimakasih untuk renungan hari ini yang sangat menolong untuk lebih lagi mengandalkan Tuhan dalam setiap cobaan yang sedang kita alami. Bantu saya untuk bisa menjadi seturut kehendakMu Tuhan…amin

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *