Tangan yang Terbuka

Minggu, 17 Juli 2016

Tangan yang Terbuka

Baca: Kisah Para Rasul 20:22-35

20:22 Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ

20:23 selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.

20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

20:25 Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah.

20:26 Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa.

20:27 Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.

20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

20:29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.

20:30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.

20:31 Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.

20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

20:33 Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.

20:34 Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.

20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”

Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima. —Kisah Para Rasul 20:35

Tangan yang Terbuka

Pada tahun 1891, Biddy Mason dikebumikan dalam makam tanpa nisan di Los Angeles. Hal itu memang lazim bagi wanita yang lahir sebagai budak, tetapi agak janggal bagi seseorang yang sukses seperti Biddy. Setelah memperoleh kebebasannya lewat keputusan pengadilan pada tahun 1856, ia menjadi kaya dengan memadukan keahliannya sebagai perawat dan kecakapan dalam berbisnis. Setelah melihat masalah yang dihadapi para imigran dan narapidana, Biddy pun menolong mereka dengan melibatkan diri dalam banyak kegiatan amal sehingga orangorang sering mengantre di depan rumahnya untuk meminta bantuan. Tahun 1872, hanya enam belas tahun setelah merdeka dari perbudakan, ia dan menantu laki-lakinya mendanai pendirian Gereja Episkopal Metodis Afrika Pertama di Los Angeles.

Hidup Biddy mencerminkan kata-kata Rasul Paulus: “Telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima” (Kis. 20:35). Memang Paulus datang dari latar belakang yang terhormat dan bukan dari perbudakan, tetapi ia memilih jalan hidup yang kemudian membuatnya dipenjara dan mati martir demi melayani Kristus dan sesamanya.

Pada tahun 1988, para dermawan meresmikan batu nisan untuk Biddy Mason dalam acara yang dihadiri walikota Los Angeles dan hampir 3.000 jemaat dari gereja kecil yang dirintis di rumah Biddy seabad sebelumnya. Biddy pernah berkata, “Tangan yang terbuka akan diberkati, karena ia memberi dengan limpah pada saat ia menerima kelimpahan.” Tangan yang telah memberi dengan murah hati itu menerima warisan yang begitu berlimpah. —Tim Gustafson

Siapakah orang di hidup kamu yang sedang bergumul dan butuh pertolonganmu? Bagaimana kamu dapat menolong orang atau keluarga itu hari ini?

Tangan yang terbuka akan diberkati, karena ia memberi dengan limpah pada saat ia menerima kelimpahan. —Biddy Mason

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 18-19; Kisah Para Rasul 20:17-38

Artikel Terkait:

Belajar Memberi = Belajar Taat

Ketika aku akhirnya belajar memberi, … ketakutan dan kekhawatiran yang tadinya memenuhi pikiranku perlahan sirna. Ketakutan itu ternyata hanya ada di kepalaku, siasat iblis yang hendak meruntuhkan niatku untuk taat memberi.Yuk baca kesaksian selengkapnya dari Radius di dalam artikel ini.

Bagikan Konten ini
16 replies
  1. budi
    budi says:

    berdoa…mmohon rahmat kasih karunia yg drpda Tuhan Yesus Kristus… jadilah kehendakMu…di bumi spt di surga… Amin…

  2. Daud Tampubolon
    Daud Tampubolon says:

    Tangan yang terbuka akan diberkati, karena ia memberi dengan limpah pada saat ia menerima kelimpahan. Amin.Puji Tuhan Yesus.

  3. Elisabeth Rimbe
    Elisabeth Rimbe says:

    Adalah lebih berbahagia MEMBERI dari pada MENERIMA , AMIN. Saya Aminkan krn saya sendiri selalu rasakan hal itu , ASALKAN KITA MEMBERI DENGAN TULUS IKLAS & BERDASARKAN KASIH ALLAH , bukan memberi dgn rasa ingin di banggakan & dipuji org, itu perbuatan SOMBONG & TINGGI HATI . Selamat Beribadah sobatku semua , KASIH KARUNIA & DAMAI SEJAHTERA ALLAH SELALU MENYERTAI SAUDARA DAN SAYA , GBU ALL , AMEN.

  4. icalpenyok
    icalpenyok says:

    Tuhan Yesus ajarkanlah kami untuk selalu berbagi & melayani antar sesama manusia, Amin

  5. Icha Marpaung
    Icha Marpaung says:

    amin…
    Tuhan akan selalu memampukan dan memberkati kita yang mau memberi dan menolong.
    Percaya, Tuhan akan cukupkan semuanya..Buat kita, buat mereka.
    dan semoga kita bisa menjadi saluran berkat bagi sesama kita.. amin.. 🙂

  6. Andresta Limbong
    Andresta Limbong says:

    terima kasih untuk ajaranMu hari ini. kiranya kami semua, anak-anakMu dapat mengerti dan melakukan apa yang sudah diajarkan.

  7. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh kekal tebal teguh tentram baik penuh bahagia manis murni menang terus tinggi menjulang luas lebar segar nyaman sejuk sekali terang benderang lebih kuat abadi sangat hebat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *