Melayani Kristus

Kamis, 23 Juni 2016

Melayani Kristus

Baca: Efesus 6:5-9

6:5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,

6:6 jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah,

6:7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

6:8 Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.

6:9 Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

Taatilah tuanmu yang di dunia . . . sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah. —Efesus 6:5-6

Melayani Kristus

“Aku seorang sekretaris,” ujar seorang teman kepada saya. “Ketika aku menyebutkan pekerjaanku kepada orang lain, terkadang mereka melihatku dengan rasa iba. Namun saat mereka tahu siapa atasanku, mereka berubah dan menjadi sangat kagum!” Dengan kata lain, orang sering memandang sebelah mata sejumlah pekerjaan tertentu, kecuali pekerjaan tersebut ada kaitannya dengan orang-orang yang kaya atau terkenal.

Namun demikian, bagi seorang anak Tuhan, pekerjaan apa pun, terlepas dari siapa pun yang menjadi atasannya, dapat dikerjakan dengan rasa bangga karena sesungguhnya kita sedang melayani Tuhan Yesus.

Di Efesus 6, Paulus berbicara kepada para hamba dan tuan. Ia mengingatkan kedua kelompok itu bahwa kita semua melayani satu Tuan yang ada di surga. Oleh karena itu, kita perlu mengerjakan segala sesuatu dengan ketulusan hati, penuh integritas, dan sikap hormat, karena sesungguhnya kita melayani dan bekerja untuk Kristus sendiri. Rasul Paulus mengingatkan kita agar “dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia” (Ef. 6:7).

Sungguh merupakan kehormatan untuk melayani Allah dalam segala sesuatu yang kita kerjakan, baik dalam menjawab telepon, mengendarai kendaraan, melakukan pekerjaan rumah tangga, atau menjalankan usaha. Marilah bekerja sambil tersenyum hari ini, karena kita menyadari bahwa apa pun yang kita kerjakan, kita sedang melayani Allah. —Keila Ochoa

Tuhan Yesus, aku mau melayani Engkau dalam segala hal yang kukerjakan. Tolong aku mengingat hal ini, setiap kali aku mengawali hari.

Kasih kita kepada Allah ditunjukkan dengan kerelaan melayani.

Bacaan Alkitab Setahun: Ester 9-10; Kisah Para Rasul 7:1-21

Artikel Terkait:

Bukankah Kami Sudah Melayani-Mu, Tuhan?

Pernahkah kamu merasa Tuhan tidak adil? Di saat kamu sudah giat melayani-Nya, namun Dia sepertinya lebih bermurah hati memberkati orang lain. Ovit Samuel pernah merasakannya. Namun, ketika dia merenungkan sikapnya lagi dalam terang Firman Tuhan, dia menjadi malu. Apa yang membuat Ovit merasa malu? Apa yang dikatakan Firman Tuhan tentang melayani-Nya?

Bagikan Konten ini
22 replies
  1. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh teguh tentram baik bahagia menang segar nyaman sejuk kuat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  2. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh kekal tebal teguh tentram baik penuh bahagia manis murni menang terus tinggi menjulang luas lebar segar nyaman sejuk sekali terang benderang lebih kuat abadi sangat hebat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  3. vetra
    vetra says:

    Tuaian padi sdh menguning & siap dpanen.. Marilah kita sebagai pekerja bekerja dg sungguh2 karena Tuhan senantiasa menyertai kita.

  4. budi
    budi says:

    vonis phk putus kontrak setelah lebaran tinggal 2bln lg… aku tetap bekerja dgn penuh tanggung jawab mnyelesaikan semua yg perlu dtuntaskan… walau perasaan campur aduk, kadang malas, capek, bingung, cemas, marah, serba tdk menentu….aku terus berdoa mncari solusi n minta kkuatan pd Tuhan… tdk ada jawaban sempurna yg mmuaskan jika hnya brgantung pd manusia… mncari2 alasan, mnyalahkan n mnjelek2an org lain, mmbela diri… itu semua sia2 hnya mnambah dosa saja n makin mmbuat stress… hnya pd Tuhan yakin akan indah pd waktunya sesuai rencanaNya… tugas manusia berusaha sebaik mngkn… biar Tuhan selebihnya yg mmbuka jalan… Amin.

  5. bona
    bona says:

    Melakukan dan mengerjakan pekerjaan kita, bukan untuk menyenangkan hati manusia, tapi untuk menyenangkan hati Tuhan.

  6. Masda Siahaan
    Masda Siahaan says:

    Hendaklah pekerjaan yg kita lakukan utk memuliakan Tuhan. Ajar kami Tuhan utk melakukannya.Terimakasih Bapa , amin…

  7. pauline dessal
    pauline dessal says:

    Ya Bapa ajarku utk selalu berbahagia dlm mengerjakan sgl.pekerjaan ku.. krn itu hanya utk melayani Engkau… amin…

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *