Komunikasi yang Dimengerti

Rabu, 15 Juni 2016

Komunikasi yang Dimengerti

Baca: Kisah Para Rasul 2:1-12

2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.

2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;

2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

2:5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.

2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?

2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:

2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,

2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,

2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”

2:12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?”

Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasulrasul itu berkatakata dalam bahasa mereka sendiri. —Kisah Para Rasul 2:6

Komunikasi yang Dimengerti

Saat berjalan-jalan di lingkungan tempat tinggal saya di London Utara, saya bisa mendengar orang-orang berbicara dalam berbagai bahasa, di antaranya Polandia, Jepang, Hindi, Kroasia, dan Italia. Keanekaragaman itu terasa begitu indah, meskipun saya sama sekali tidak mengerti apa yang mereka katakan. Ketika masuk ke kedai kopi milik orang Rusia atau pasar orang Polandia dan mendengar beragam aksen di sana, saya pun membayangkan alangkah luar biasanya ketika dahulu pada hari Pentakosta ada orangorang dari berbagai bangsa yang mengerti semua yang diucapkan oleh para rasul.

Pada hari itu, para peziarah berkumpul di Yerusalem untuk memperingati hari raya panen. Roh Kudus turun ke atas para murid sehingga ketika mereka berkata-kata, para pendengar dari berbagai belahan dunia itu dapat memahaminya dalam bahasa mereka masing-masing (Kis. 2:5-6). Sungguh suatu mukjizat ketika orang-orang yang datang dari berbagai tempat itu dapat memahami pujian kepada Allah dalam bahasa mereka sendiri! Alhasil, ada banyak dari mereka yang terdorong untuk mengetahui lebih banyak tentang Yesus.

Mungkin kita tidak bisa berbicara dalam banyak bahasa atau mengerti bermacam-macam bahasa, tetapi kita tahu bahwa Roh Kudus memperlengkapi kita untuk melayani sesama kita lewat cara-cara yang lain. Yang luar biasa, kita menjadi perpanjangan tangan, kaki, bahkan mulut Allah untuk menggenapi misi-Nya. Hari ini, bagaimana kita dapat menjangkau seseorang yang berbeda dari kita dengan pertolongan Roh Kudus? —Amy Boucher Pye

Tuhan, beri kami mata seperti mata-Mu untuk melihat jiwa-jiwa. Beri kami telinga untuk mendengarkan mereka; beri kami hati untuk berbagi kasih-Mu.

Kasih adalah bahasa yang dimengerti semua orang.

Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 1-3; Kisah Para Rasul 2:1-21

Artikel Terkait:

Ketika Saudara Seiman Mengganggumu

Di mana terdapat relasi, di sana selalu ada gesekan—bahkan juga relasi di dalam gereja. Mungkin kita juga pernah menjadi marah atau kecewa karena beberapa hal yang saudara/saudari seiman kita lakukan. Bagaimana seharusnya kita menanggapi hal tersebut? Temukan 5 tips yang dibagikan Joshua di dalam artikel ini.

Bagikan Konten ini
18 replies
  1. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Yah Allah bapa kami Yesus Kristus Tuhan kita yang bertahta didalam kerajaan surga,perkenangkanlah kami dengan dengan kerendahan hati datang kehadiratmu untuk mengucap syukur dan berterimah kasih kepadamu atas segala penyertaan kasih karunia yang engkau berikan kepada kehidupan kami sekeluarga yang telah kami rasakan saat ini didalam kehidupan kami,ampunilah akan segala dosa-dosa perbuatan kami yang tidak layak kami perbuat dihadapanmu baik tutur kata, pikiran dan perbuatan kami, tuntun dan bimbinglah akan jalan kehidupan yang akan kami lakukan setiap harinya agar dapat berkenan dihadapanmu,Seluruh kehidupan kami sekeluarga, kami serahkan kepadamu, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  2. Happy Carniman
    Happy Carniman says:

    sungguh besar kasih yang Tuhan Yesus berikan dalam hidupku dan hidup saudara sekalian…Amin

  3. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh kekal tebal teguh tentram baik penuh bahagia manis murni menang terus tinggi luas lebar segar nyaman sejuk sekali terang benderang lebih kuat abadi sangat hebat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  4. ignatius dwi y
    ignatius dwi y says:

    kasih Allah sebagai bukti pemersatu sebagai pribadi yang dipilih bersama sama dengan saudara yang mengenal kasih

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *