Tempat Kediaman Allah

Info

Sabtu, 21 Mei 2016

Tempat Kediaman Allah

Baca: Wahyu 21:1-7

21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.

21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”

21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.”

21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

Maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita. —Wahyu 21:4

Tempat Kediaman Allah

James Oglethorpe (1696-1785) adalah seorang jenderal dan juga anggota Parlemen Inggris. Ia memiliki visi untuk membangun suatu kota yang megah. Dalam tugasnya untuk menempati negara bagian Georgia di Amerika Utara, ia pun merencanakan pembangunan kota Savannah sesuai dengan visinya itu. Ia merancang berpetak-petak tanah, di mana setiap petaknya memiliki kawasan hijau, area-area yang diperuntukkan bagi gereja dan pertokoan, dan sisanya dikhususkan untuk perumahan. Saat ini, buah pemikirannya Oglethorpe yang visioner terlihat pada kota Savannah yang tertata rapi, hingga disebut sebagai salah satu kota terindah di wilayah selatan Amerika Serikat.

Di Wahyu 21, Yohanes menerima penglihatan tentang suatu kota yang berbeda—kota Yerusalem Baru. Yang berkesan bagi Yohanes dari kota itu bukanlah rancangannya, melainkan Pribadi yang diam di sana. Saat menggambarkan tentang kediaman kekal kita itu, Yohanes menulis, “Aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: ‘Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka’” (ay.3). Karena Pribadi yang diam di sana, yaitu Allah sendiri, tempat kediaman itu akan dikenal karena apa yang tidak ada di sana. Mengutip dari Yesaya 25:8, Yohanes menulis, “Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi” (ay.4).

Maut tidak akan ada lagi! Tidak akan ada lagi “perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita.” Semua kesedihan kita akan digantikan oleh kehadiran Allah alam semesta yang indah dan yang membawa pemulihan. Itulah tempat kediaman yang sedang Yesus siapkan bagi semua orang yang telah menerima pengampunan-Nya. —Bill Crowder

Bapa, terima kasih karena Anak-Mu sedang menyiapkan tempat kediaman kami untuk tinggal bersama-Mu. Terima kasih karena tempat itu tidak hanya indah, tetapi juga menjadi kediaman kami untuk mengenal-Mu selamanya.

Sementara Engkau menyiapkan tempat kediaman untuk kami, siapkanlah kami agar layak untuk berdiam di tempat itu.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 13-15; Yohanes 7:1-27

Artikel Terkait:

5 Mitos Tentang Surga

Kita semua tentu mau masuk surga. Tetapi, beberapa hal mungkin terasa mengganjal ketika kita membaca Alkitab atau mendengar khotbah pendeta tentang surga. Mari menyelidiki lebih jauh apa yang sebenarnya dikatakan Alkitab tentang surga.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

22 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!