Santapan yang Memuaskan

Rabu, 18 Mei 2016

Santapan yang Memuaskan

Baca: Lukas 10:38-11:4

10:38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.

10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,

10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”

10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,

10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

11:1 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.”

11:2 Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.

11:3 Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya

11:4 dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya. —Lukas 11:3

Santapan yang Memuaskan

Saya belajar menghafal dan mengucapkan Doa Bapa Kami sejak masih di sekolah dasar. Setiap kali mengucapkan, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya” (Mat. 6:11), saya selalu teringat akan persediaan makanan yang pas-pasan di rumah kami. Hanya setelah ayah kembali dari perjalanannya ke kota, kami dapat menikmati makanan yang lebih memadai. Jadi, memohon kepada Allah untuk memberikan makanan kami yang secukupnya setiap hari adalah doa yang sangat relevan bagi saya.

Saya merasa penasaran ketika bertahun-tahun kemudian saya menemukan buklet renungan Our Daily Bread (Santapan Rohani). Saya tahu judulnya dikutip dari isi Doa Bapa Kami, tetapi saya yakin buklet itu tidak mungkin berbicara tentang santapan berupa makanan fisik. Setelah membaca buklet tersebut secara teratur, saya mendapati bahwa “santapan” yang dimaksud adalah makanan rohani bagi jiwa, dengan pembahasan firman Allah dan ilustrasi yang bermanfaat di dalamnya.

Santapan rohanilah yang dipilih Maria ketika ia duduk di dekat kaki Yesus dan mendengarkan perkataan-Nya dengan penuh perhatian (Luk. 10:39). Sementara Marta menyibukkan dirinya dengan santapan jasmani, Maria mengambil waktu untuk duduk dekat tamu mereka, Tuhan Yesus, dan mendengarkan-Nya. Baiklah kita juga mengambil waktu untuk mendengarkan-Nya. Dialah Roti Hidup (Yoh. 6:35), dan Dia mengenyangkan hati kita dengan santapan rohani. Hanya Dialah Santapan yang memuaskan jiwa. —Lawrence Darmani

Sekarang aku duduk di hadapan-Mu, Tuhan, hendak belajar dari-Mu. Hatiku terbuka untuk mendengar-Mu melalui firman-Mu.

“Akulah roti hidup.” —Yesus

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 4-6; Yohanes 6:1-21

Artikel Terkait:

Kembali Bertekun dalam Firman-Nya

Saat Helen pertama kali mengenal Tuhan, dia begitu bersemangat membaca firman Tuhan. Namun setelah beberapa waktu, semangatnya berangsur surut. Bagaimana perjuangannya untuk kembali bertekun membaca firman-Nya? Temukan kesaksiannya di dalam artikel ini.

Bagikan Konten ini
18 replies
  1. vetra
    vetra says:

    Trimakasih Tuhan atas kasih & anugrahmu yg snantiasa Engkau curahkan buat kami smua. & atas makanan yg cukup bukan hanya secara fisik namun secara rohani agar kami bs mengalahkan rasa ego kami supaya hidup kami berkenan kepadamu. Amin

  2. Aneke NyoloNyolo Tulas
    Aneke NyoloNyolo Tulas says:

    Trimksih Tuhan,,Engkau membriku mkanan jasmani dan terlebih mkanan Rohani stiap hari-hari hidupku.. agar kmi tau slalu mgucp syukur..☺

  3. puspita chandra
    puspita chandra says:

    Terima kasih ya Tuhan, Engkau telah menyediakan makanan jasmani dan rohani kami setiap hari untuk kami santap. Aku santap berkatMu dgn penuh sukacita

  4. Masda Siahaan
    Masda Siahaan says:

    Kenyangkan kami Bapa dgn santapan rohani yg telah Engkau sediakan. Terimakasih utk firman-Mu yg begitu indah pagi ini , amin

  5. Fransisca Neni Pracayati
    Fransisca Neni Pracayati says:

    Tuhanlah Sang Roti Kehidupan. Terimakasih utk semua kebaikkanMu kepada ku.

  6. ninaemilia
    ninaemilia says:

    datanglah kerajaanmu dihidup kami Tuhan.. agar sukacita Mu Ada Di hidup kami.. Amin

  7. Triwibowo Budiharso
    Triwibowo Budiharso says:

    Ampuni sy yg terlalu sering berdoa minta makanan hari ini, ttp sy seringkali pula hidup boros tdk menghormati berkat2 Tuhan.

  8. Rony Sofian
    Rony Sofian says:

    Tiap-tiap hari, kita perlu memanjatkan doa kepada Allah, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,” agar kita tidak lupa diri saat berkelebihan dan tidak putus asa saat sedang kekurangan
    karena Allah Bapa adalah Sumber berkat yg memelihara dan memenuhi kebutuhan anak-anak-Nya.

    “Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya” Luk. 11:3

    Selamat berharap di dalam Tuhan

  9. Ferry Silitonga
    Ferry Silitonga says:

    Renungan hari ini kembali mengingatkan saya untuk senantiasa bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan dalam kehidupan saya.
    Tuhan berikan saya apa yang saya butuhkan bukan apa yang saya inginkan. Cukup dalam firman-Mu berarti berkat yang luar biasa dalam hidupku.
    Amin

  10. piy
    piy says:

    kamshamnida renungannya. sangat membantu untuk menyadarkan diri kita bahwa saat teduh itu penting dalam menjalani hari2 kita sbg anak2 terang. AMIN

  11. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh kekal tebal teguh tentram baik penuh bahagia manis murni menang tinggi luas lebar segar nyaman sejuk terang benderang lebih kuat abadi hebat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *