Rencana-Nya atau Rencana Kita?

Kamis, 7 April 2016

Rencana-Nya atau Rencana Kita?

Baca: 1 Tawarikh 17:1-20

17:1 Setelah Daud menetap di rumahnya, berkatalah ia kepada nabi Natan: “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut perjanjian TUHAN itu ada di bawah tenda-tenda.”

17:2 Lalu berkatalah Natan kepada Daud: “Lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab Allah menyertai engkau.”

17:3 Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Allah kepada Natan, demikian:

17:4 “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Bukanlah engkau yang akan mendirikan rumah bagi-Ku untuk didiami.

17:5 Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel keluar sampai hari ini, tetapi Aku mengembara dari kemah ke kemah, dan dari kediaman ke kediaman.

17:6 Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras?

17:7 Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.

17:8 Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku akan membuat namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.

17:9 Aku akan menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan akan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditekan oleh orang-orang lalim seperti dahulu,

17:10 sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku akan menundukkan segala musuhmu. Juga Aku beritahukan kepadamu: TUHAN akan membangun suatu keturunan bagimu.

17:11 Apabila umurmu sudah genap untuk pergi mengikuti nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, salah seorang anakmu sendiri, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.

17:12 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi-Ku dan Aku akan mengokohkan takhtanya untuk selama-lamanya.

17:13 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kuhilangkan dari padanya seperti yang Kuhilangkan dari pada orang yang mendahului engkau.

17:14 Dan Aku akan menegakkan dia dalam rumah-Ku dan dalam kerajaan-Ku untuk selama-lamanya dan takhtanya akan kokoh untuk selama-lamanya.”

17:15 Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.

17:16 Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: “Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?

17:17 Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Allah; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya TUHAN Allah.

17:18 Apakah lagi yang dapat ditambahkan Daud kepada-Mu dalam hal Engkau memuliakan hamba-Mu ini? Bukankah Engkau yang mengenal hamba-Mu ini?

17:19 Ya TUHAN, oleh karena hamba-Mu ini dan menurut hati-Mu Engkau telah melakukan segala perkara yang besar ini dengan memberitahukan segala perkara yang besar itu.

17:20 Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami.

“Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, . . . sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?” —1 Tawarikh 17:16

Rencana-Nya atau Rencana Kita?

Ketika suami saya berusia 18 tahun, ia memulai sebuah usaha pencucian mobil. Ia menyewa sebuah garasi, mempekerjakan sejumlah orang untuk membantunya, dan menyebarkan brosur promosi. Usahanya berhasil. Ia bermaksud menjual usaha itu dan menggunakan hasil penjualan tersebut untuk membiayai kuliahnya. Ia pun gembira ketika ada calon pembeli yang menyatakan minatnya. Setelah beberapa kali negosiasi, tampaknya transaksi tersebut akan berjalan mulus. Namun ternyata, di menit-menit terakhir, kesepakatan itu kandas. Rencananya untuk menjual usaha tersebut baru terwujud beberapa bulan kemudian.

Wajar jika kita merasa kecewa ketika waktu dan rancangan Allah bagi kehidupan kita tidak berjalan sesuai dengan harapan kita. Ketika Daud ingin membangun bait Allah, ia memiliki motivasi yang benar, kepemimpinan yang baik, dan sumber daya yang cukup. Namun Allah tidak mengizinkan Daud untuk mengerjakan proyek tersebut karena Daud telah menumpahkan darah banyak orang di medan peperangan (1Taw. 22:8).

Daud bisa saja mengajukan protes keras kepada Allah. Ia bisa saja bersungut-sungut atau terus maju dengan rencananya sendiri. Namun dengan rendah hati ia justru berkata, “Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, . . . sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?” (17:16). Kemudian Daud memuji Allah dan menegaskan kesetiaannya kepada Allah. Ia lebih mementingkan hubungannya dengan Allah daripada ambisi pribadinya.

Manakah yang lebih penting—mencapai harapan dan impianmu, atau kasihmu kepada Allah? —Jennifer Benson Schuldt

Bapa Surgawi, aku menyerahkan seluruh rencanaku kepada-Mu. Terima kasih karena Engkau telah membawaku sejauh ini. Engkau lebih berarti bagiku daripada apa pun yang ada di dunia ini.

Kepuasan sejati dialami ketika kita tunduk menyerahkan diri pada kehendak Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 7-9; Lukas 9:18-36

Bagikan Konten Ini
43 replies
  1. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Yah Allah bapa kami yang berada didalam kerajaan surga, perkenangkanlah kami memuja dan memuji atas segala kasih karuniamu yang engkau telah berikan kepada kehidupan kami sekeluarga, berilah kami hikmat dan pengharapan darimu atas kehidupan kami melalui pekerjaan dan segala rencana yang akan kami lakukan agar sesuai dengan kehendakmu,dengan melalui nama Tuhan Yesus kami bersyukur dan berterima kasih kepadamu, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  2. Hendi Abo
    Hendi Abo says:

    Tuhan setiap saat kami meminta hikmat yang dari padaMu, karena dengan hikmat yang dari padaMu maka kami yakin kami dapat menjalani hidup setiap hari di dalam naungan Kasih, karunia, dan perlindunganMu. Amin

  3. Desi Nova Padang
    Desi Nova Padang says:

    haleluya! terpujilah Tuhan Yesus. Luar biasa firman-Nya. trimakasih 🙂 Jesus bless abundantly.

  4. jupri
    jupri says:

    thanks buat renungannya…. sangat membantu… menguatkan… membangun n mengingatkan saya untuk trus berserah dan mementingkan kehendak Tuhan dalam hidup ini… GBU

  5. rayida
    rayida says:

    Yang dianggap manusia “tinggi”!akan direndahkan TUHAN
    Yang dianggap “rendah” manusia akan ditinggikan TUHAN

  6. Budi Heryanto
    Budi Heryanto says:

    trimakasih ya Tuhan,firmanMu menguatkan dan mengingatkanku untuk slalu rendah hati dan biarlah hanya kehendak dan rancanganMu yg jadi diatas sgala rencanaku

  7. Masda Siahaan
    Masda Siahaan says:

    Saya percaya Tuhan Engkau memberkati rencana kami sesuai dgn kehendakMu.Terimakasih Tuhan , amin

  8. Abyasat
    Abyasat says:

    Rancanganku bukanlah rancanganMu dan jalanku bukanlah jalanMu,
    kebritahukan keinginanku kepadaMu, dan Engkau meluruskan jalan hidupku..

  9. Abyasat
    Abyasat says:

    Rancanganku bukanlah rancanganMu dan jalanku bukanlah jalanMu,
    kebritahukan keinginanku kepadaMu, tetapi Engkau yg akan menetapkan jalan hidupku..

  10. Daniel Santosa
    Daniel Santosa says:

    kita sebagai manusia lakukan apa yg menjadi pekerjaan kita sisanya ya Tuhan sendiri yg akan menyelesaikan tugasNya jadi jangan ngotot hrs sesuai kehendak kita tapi sesuai kehendakNyalah kita memperoleh anuger…GBU

  11. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata besar selama – lamanya buat kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  12. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh kekal teguh tentram baik bahagia murni menang tinggi luas lebar segar nyaman sejuk terang kuat abadi hebat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  13. Leen-dha Fransiska
    Leen-dha Fransiska says:

    Even I don’t understand about Your will but my heart always trust in You that You knows the best for me. Thank you for always be with me through the good times and the bad times.

  14. Ritha Togatorop
    Ritha Togatorop says:

    Sering skali kita mngandalkan ktrbatasan pikiran kita drpd waktunya Tuhan..mampukan kami bisa mndengarkan suara Mu Tuhan.amin.

  15. Jessica
    Jessica says:

    nice share.. rencanaNya bukan rencana kita.. yg terpenting adalah.. rencanaNya lah yg terbaik dari apapun juga..

  16. veronika
    veronika says:

    Terima Kasih Bapa diSorga.. Yang mengajarkan kami selalu bersyukur sebab kami yakin rancanganMu adalah rancangan terbaik.. 🙂

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *