Pandai Besi dan Sang Raja

Minggu, 3 April 2016

Pandai Besi dan Sang Raja

Baca: Keluaran 31:1-11

31:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

31:2 “Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

31:3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

31:4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

31:5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

31:6 Juga Aku telah menetapkan di sampingnya Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan; dalam hati setiap orang ahli telah Kuberikan keahlian. Haruslah mereka membuat segala apa yang telah Kuperintahkan kepadamu:

31:7 Kemah Pertemuan, tabut untuk hukum, tutup pendamaian yang terletak di atasnya, dan segala perabotan kemah itu,

31:8 yakni meja dengan perkakasnya, kandil dari emas murni dengan segala perkakasnya, mezbah pembakaran ukupan,

31:9 mezbah korban bakaran dengan segala perkakasnya, bejana pembasuhan dengan alasnya,

31:10 pakaian jabatan, baik pakaian kudus kepunyaan imam Harun, maupun pakaian anak-anaknya, untuk memegang jabatan imam,

31:11 minyak urapan dan ukupan dari wangi-wangian untuk tempat kudus; tepat seperti yang telah Kuperintahkan kepadamu haruslah mereka membuat semuanya.”

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. —Kolose 3:23

Pandai Besi dan Sang Raja

Pada tahun 1878, Alexander Mackay asal Skotlandia tiba sebagai misionaris di daerah yang sekarang dikenal sebagai Uganda. Ia membuka bengkel pandai besi di tengah suku yang dipimpin Raja Mutesa. Penduduk desa yang berkumpul mengelilingi Mackay, yang sedang bekerja dengan tangannya, merasa heran karena budaya mereka menganggap bahwa bekerja adalah urusan wanita. Pada masa itu, kaum pria di Uganda tidak pernah bekerja dengan tangan. Mereka biasa menyerang desa lain untuk menangkap budak yang kemudian dijual kembali. Namun orang asing itu bekerja menempa alat pertanian.

Etos kerja dan hidup Mackay membuatnya diterima oleh warga dan juga sang raja. Mackay kemudian menantang Raja Mutesa untuk mengakhiri praktik perdagangan budak, dan raja pun melakukannya.

Dalam Kitab Suci, kita membaca tentang Bezaleel dan Aholiab, yang telah ditunjuk dan dikaruniai Allah untuk bekerja menggunakan tangan mereka. Keduanya merancang Kemah Pertemuan dan segala perkakas ibadahnya (Kel. 31:1-11). Seperti Mackay, mereka menghormati dan melayani Allah dengan keahlian dan pekerjaan mereka.

Kita cenderung membeda-bedakan pekerjaan kita, entah sebagai pelayanan gereja atau pekerjaan sekuler. Sesungguhnya perbedaan itu tidak ada. Allah menciptakan setiap dari kita secara khusus sehingga kita dapat memberikan kontribusi tersendiri yang berarti bagi kerajaan-Nya. Bahkan ketika kita tidak mempunyai banyak pilihan atas tempat atau bentuk pekerjaan kita, Allah memanggil kita untuk mengenal-Nya lebih dalam lagi—dan Dia akan menunjukkan kepada kita cara untuk melayani-Nya di mana pun kita ditempatkan-Nya. —Randy Kilgore

Bapa, beriku kepekaan untuk menyadari tempatku dalam pekerjaan-Mu. Tolong aku untuk melihat Engkau berkarya di antara orang-orang dan tempat di mana aku mengisi waktuku sehari-hari.

Allah akan menunjukkan kepada kita cara untuk melayani-Nya di mana pun kita berada.

Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-Hakim 19-21; Lukas 7:31-50

Bagikan Konten Ini
28 replies
  1. Alvon Hendrianz
    Alvon Hendrianz says:

    Amin.Terimakasih Tuhan Yesus, aku percaya Engkau selalu dekat, dan selalu membimbing ku.

  2. Henny
    Henny says:

    mw sharing lg.,bgmn klo pekerjaan org lain dilimpahkan ke qta.,pdhl qta sndiri pnya pkrjaan yg cukup bnyk dan blum trselesaikan,tp dri atasan tdk memberi alasan knp pkrjaan org itu dilmphkn ke qta.,bgmn ya sikap teman2 terhadap atasan dan pekerjaan yg dilimphkan tnp alasan apapun?

  3. Elen Evelin
    Elen Evelin says:

    Aminnn.. terimakasih Tuhan untuk kedua tangan yang KAU berikan untuk kami agar kami dapat bekerja dan melayani …

  4. Frisca
    Frisca says:

    Menanggapi henny
    Menurut saya, hal itu tak apa2 karena kalo dilihat sisi positifnya, kamu jadi lebih bisa banyak belajar dari pekerjaan yang kamu krjakan. Istilahnya ekspansi kapasitas yang kamu miliki.
    Namun, kalau saya di posisi kamu, saya akan menyelesaikan terlebih dahulu pekerjaan utama saya. Baru kemudian mengerjakan pekerjaan yg dilimpahkan ke saya. Oia jika atasan merupakan orang yang mau mndngarkan pendapat bawahannya, saya akan menyanggupi menyelsaikan pekerjaan tersebut dengan meminta deadline pnyelesaian yang lebih panjang. Tentu saja deadlinenya jangan kelamaan juga haha… Sesuai standar saja untuk pekerjaan tesebut dapat diselsaikan brp lama.

  5. Yanny Sahertian
    Yanny Sahertian says:

    Tuhan ingin kita melakukan apapun pekerjaan kita untuk kemuliaanNya karena itu juga kita melayani DIA.

  6. Wulan
    Wulan says:

    Utk Mba Henny maybe krn bos liat Mba sanggup mengerjakan makanya di kasih ke Mba. Dan kalau ini memang perintah Dr bos y memang kudu dikerjakan Mba. Positip nya mb jd tambah ilmu Kan dan bos jg seneng 🙂

  7. Charina Geofhany Debora
    Charina Geofhany Debora says:

    Untuk @Henny : Syaloom saudaraku dan selamat hari Minggu. Semangat untukmu!!! Menerima job tambahan memang tidak menyenangkan, terlebih bila job tersebut diberikan kepada kita yg sedang memiliki banyak pekerjaannya. Ada 1 hal yang mau sy sharingkan. Sahabat sy jg seperti anda, bedanya ia tau betul kenapa dia mndapatkan pekerjaan tsb dan anda blm mendapatkan alasan yg tepat. Awalnya ia bersungut2, marah, & bingung, tetapi ia memilih utk menjalaninya, karna baginya adalah sebuah kesempatan untuk belajar bertanggungjawab atas kepercayaan yg diberikan padanya. Memang tidak mudah dengan segala aktifitas yg dimiliki oleh sahabat sy, dia aktif berorganisasi di kampus bahkan di tingkat wilayah, tapi seperti renungan Firman kmrin mengatakan “Setiap pencobaan yang ada merupakan suatu kesempatan bagi kita untuk semakin percaya kepada-Nya” (Ams.3:5-6) . Saya percaya rancangan Tuhan bukan kecelakaan namun untuk hari depan yang penuh harapan. Tuhan Yesus mengasihimu. Semangat ya!!! (1Kor.10:13) – Semoga menguatkan km.

  8. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh kekal teguh tentram baik bahagia murni menang tinggi luas lebar segar nyaman sejuk terang kuat abadi hebat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  9. Achi Leavita
    Achi Leavita says:

    bekerja tanpa bersungut-sungut adalah sebuah tntangan.mengucap syukur atas apa yg Tuhan telah berikan mungkin salah satu kunci untuk menang.God bless

  10. Amazone
    Amazone says:

    Pelayan Tuhan adalah melakukan sesuatu untuk Tuhan seturut kehendak Tuhan bukan kehendak kita, melayani Tuhan menurut kehendak kita akan sia – sia dan tidak tahan uji malah mengakibat kan dosa

  11. Henny
    Henny says:

    terima kasih teman2 utk balasannya.,nasehat dan semangat dri kalian membuat saya lbih bersemangat lg utk bekerja.,apapun itu tantangannya.. skali lg trima kasih bnyak.. 🙂

  12. sarah
    sarah says:

    ajar aku Tuhan untuk hidup setiap hari menyenangkan Mu dan memuliakan Engkau d setiap langkah ku.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *