Menjaga Privasi Saya

Senin, 14 Maret 2016

Menjaga Privasi Saya

Baca: Lukas 8:40-48

8:40 Ketika Yesus kembali, orang banyak menyambut Dia sebab mereka semua menanti-nantikan Dia.

8:41 Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya,

8:42 karena anaknya perempuan yang satu-satunya, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati. Dalam perjalanan ke situ Yesus didesak-desak orang banyak.

8:43 Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun.

8:44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya.

8:45 Lalu kata Yesus: “Siapa yang menjamah Aku?” Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: “Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau.”

8:46 Tetapi Yesus berkata: “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku.”

8:47 Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh.

8:48 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. —Ibrani 4:15

Menjaga Privasi Saya

Dalam suatu lokakarya, seorang lulusan desain industri dari universitas di Singapura ditantang untuk memberikan solusi baru bagi suatu masalah umum dengan hanya menggunakan benda-benda yang biasanya ada di sekitar kita. Ia pun menciptakan sejenis rompi untuk menjaga privasi seseorang dari gangguan selama perjalanan dalam kereta dan bus yang padat penumpang. Rompi itu dibalut dengan banyak paku plastik yang fleksibel dan berukuran panjang yang biasanya digunakan untuk melindungi tanaman dari serangan burung dan kucing.

Yesus tahu artinya kehilangan privasi di tengah kerumunan orang yang berdesak-desakan untuk melihat dan menyentuh-Nya. Seorang wanita yang tidak kunjung sembuh dari pendarahannya selama 12 tahun telah menjamah jumbai jubah-Nya. Saat itu juga pendarahannya berhenti (Luk. 8:43-44).

Pertanyaan Yesus, “Siapa yang menjamah Aku?” (ay.45) bukanlah pertanyaan yang janggal. Dia merasakan ada kuasa yang keluar dari (ay.46). Jamahan wanita itu berbeda dari sentuhan orang-orang yang tidak sengaja menyentuh-Nya.

Kita harus mengakui bahwa adakalanya kita ingin menjaga privasi kita, tetapi satu-satunya cara untuk menolong jiwa-jiwa yang terluka di dunia ini adalah dengan mengizinkan mereka mendekat kepada kita. Hanya dengan demikianlah mereka akan terbuka untuk menerima penguatan, penghiburan, dan kasih karunia Kristus yang ada di dalam diri kita. —C. P. Hia

Tuhan Yesus, aku ingin dekat dengan-Mu dan mengenal-Mu agar dalam hubunganku dengan orang lain, mereka dapat melihat-Mu melalui diriku.

Kehidupan seorang Kristen bagaikan jendela, yang melaluinya orang lain dapat melihat Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 23-25; Markus 14:1-26

Bagikan Konten ini
25 replies
  1. Jefri
    Jefri says:

    ketika kita berjlan dalam kebenaran Firman Tuhan maka karakter Kristus akan terpancar dari dlm diri kita. selamat berjuang Prajurit Kristus. Haleluyah.

  2. Sastro Sewoyo
    Sastro Sewoyo says:

    mampukan saya Tuhan agar orang disekitar melihat pancaran kasihMu dalam diri saya. ku mau cinta Yesus selamanya.

  3. Suci Cahya Ningtyas
    Suci Cahya Ningtyas says:

    Sangat bersyukur atas semua yang Tuhan sudah berikan. Kiranya kehidupan kami menjadi berkat bagi banyaj orang yah Tuhan.. Jadikanlah kami sbg orang2 yang menyaksikan Tuhan hidup di dalam kami 🙂

  4. bayu suwandi
    bayu suwandi says:

    terima kasih Tuhan Yesus,,,,
    aku bukan saja ingin menjamah engkau TUHAN,….
    tapi aku ingin di pelukMU…TUHAN

  5. Octa Tambunan
    Octa Tambunan says:

    Ku ingin selalu dekat padaMu..
    mengiring Tuhan tiada jemu..
    bila sengsara akan ku drita..
    damai menanti dirumah Bapa..
    ooo Tuhan Yesus..pegang tanganku..

  6. Debet Naibaho
    Debet Naibaho says:

    seorang Kristen sebagai pengikut Kristus ya uslah menjadi cerminan gmn Yesus itu. ketika seorang kristen percaya bahwa Yesus ada dan bekerja dalam kehidupannya tetapi selama kepercayaannya it tidak bs menunjukkan kepribadian Yesus didalam dirinya, harus ad yg kita koreksi apa yg salah. karna sesungguhnya org yg percaya fn mengimani Yesus kehidupannya akan memancarkan terang yg secara tidak langsung menunjukkan bahwa Yesus tinggal dalam dirinya. Debata bless ☺

  7. donny may
    donny may says:

    untuk mersaakan kasih Bapa ialah dengan kita mengerti dan tahu akan kehendak Bapa, yaitu mengerjakan keslamatan dalam diri kita .maka kasih yg sejati akan terasa .TUHAN MEMBERKATI

  8. Ricko Aditya Taopan
    Ricko Aditya Taopan says:

    Menjaga privasi dlm dunia skg menjadi hal yg utam krn yg di jaga adalah rahasia keburukan bkn sesuatu yg baik, Firman ini membuka pemahaman saya bahwa yg hrs saya jaga dlm diri ini adalah wajah juruselamat saya yg akan terpancar lwt setiap tingkah laku saya. terimakasih sa-te (y)

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *