Yesus di Atas Segalanya

Rabu, 10 Februari 2016

Yesus di Atas Segalanya

Baca: Kolose 1:15-20

1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,

1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. —Kolose 1:17

Yesus di Atas Segalanya

Putra teman saya memutuskan untuk memakai kostum olahraga di atas seragam sekolahnya. Ia ingin menunjukkan dukungan untuk tim favoritnya yang akan bertanding dalam pertandingan yang penting malam itu. Sebelum meninggalkan rumah, ia memasang sesuatu di atas kostum olahraganya —untaian rantai dengan liontin bertuliskan, “Yesus”. Tindakannya yang sederhana melukiskan satu kebenaran yang mendalam: Yesus berhak menempati posisi utama di atas segala sesuatu dalam hidup kita.

Yesus jauh melampaui segala sesuatu. “Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia” (Kol. 1:17). Yesus lebih utama dari segala ciptaan (ay.15-16). Dialah “kepala tubuh, yaitu jemaat” (ay.18). Karena itu semua, Dia patut menjadi yang terutama di atas segala-galanya.

Ketika kita memberi Yesus tempat tertinggi dan terhormat dalam setiap bagian dari hidup kita, kebenaran itu menjadi nyata bagi orangorang yang berada di sekitar kita. Dalam pekerjaan, apakah kita bekerja terutama untuk Tuhan, ataukah hanya untuk menyenangkan orang yang mempekerjakan kita? (Kol. 3:23). Bagaimana standar Allah tampak dari cara kita memperlakukan sesama? (ay.12-14). Apakah kita mengutamakan Tuhan dalam hidup kita sehari-hari dan dalam hobi kita di waktu senggang?

Yesus layak bertakhta di dalam hati kita. Jadikanlah Dia pribadi yang paling berpengaruh atas seluruh hidup kita. —Jennifer Benson Schuldt

Yesus, Engkau berhak mendapatkan waktu, energi, dan perhatian terbaik yang kumiliki. Aku memuja-Mu sebagai Raja yang menguasai hatiku, dan Tuhan atas semua hal yang kulakukan.

Utamakanlah Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 8; Matius 25:14-30

Bagikan Konten Ini
17 replies
  1. Yandi RT
    Yandi RT says:

    Bersoraklah selalu hai jiwa dan hidupku !!!
    Engkaulah segalannya Yesus, sumber berkat dan pengharapan kami…

  2. Debet Naibaho
    Debet Naibaho says:

    menjadikan DIA sebagai cinta pertama dan kebutuhan pokok. Puni Tuhan ditengah keterbatasan yg sering menomor duakan DIA, tp ttp saja kelayakan yg DIA berikan. mash terus terus dn terus belajar menjadikan DIA sebagai yg terutama ☺

  3. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Tuhan Yesus kami sangat bersyukur memilikmu disepanjang kehidupan kami, karena engkaulah penutun dan penolong kehidupan kami dikala kami mengalami kesusahan dan kesukaran engkaulah selamanya teiah memberikan kami jalan yang harus kami tempuh dan selamanya tepat pada waktunya,perkenangkanlah kami mengucap syukur dan berterima kasih kepadamu, didalam nama Tuhan Yesus kami telah berdoa, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  4. Silvia Molina
    Silvia Molina says:

    thanks biat satenya pagii ini JBU 🙂
    satu hal yg ku dapat dlm sate ini ketika kita menjadikan Tuhan yg terutama dan yg utama dalam hidup kita , tak kala juga Tuhan menjadikan hidup kita lebih bermakna di setiap jalan kita , Dan ketika Tuhan bertahta atas kita , kita nyaman di dalamnya 🙂

  5. Asrial
    Asrial says:

    Tuhan tolong buat aku terus menjadi kan Engkau diatas segalanya dalam hidupku. Aq takut dunia ini menguasai hidup ini. Amin

  6. Heinze Rolland
    Heinze Rolland says:

    Terimakasih. Ayat yang menyentuh. Agar terus mengutamakan pribadi Yesus hari ini,besok dan masa depan.

  7. Charles Setiono
    Charles Setiono says:

    Tuhan Yesus adalah segalanya di dalam kehidupan ini, terpujilah Tuhan sepanjang segala masa. Amin. Gbu all 🙂

  8. tripleS
    tripleS says:

    terima kasih atas ayat dan renungan yang sangat menyejukkan ini.

    ya Bapa, terima kasih atas segala berkat dan karuniaMu yg selalu baru di setiap hari. kami percaya bahwa itu semua adalah besar kasih setiaMu dan kehendakMu dalam kehidupan kami. kuatkan kami agar kami selalu siap menghadapi pergumulan hidup kami, jangan biarkan langkah kami berjalan kpd pencobaan. pegang tangan kami agar selalu mengarah kpd hadiratMu. Amin

  9. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh kekal teguh tentram baik bahagia terus menang tinggi luas segar penuh nyaman sejuk kuat abadi hebat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *