Kepada Semua Pemudi Kristen yang Masih Lajang

Info

Penulis: Emilani Nababan

To-all-Christian-Single-Girls

Sahabat-sahabatku terkasih,

Menuliskan surat ini membuka kembali semua cerita lama yang tak mungkin aku lupa, perjalanan panjangku sebagai seorang pemudi yang merasa tak lengkap tanpa sang belahan hati.

Kerap aku merasa kurang istimewa di mata Tuhan, meski aku sudah menjadi orang percaya. Pertanyaan “Apakah aku ini kurang istimewa di mata pria?” acap kali terlintas di kepala. Rasanya diri ini kurang berharga dan kelas dua.

Aku tahu dan percaya bahwa Allah Sang Pencipta telah menciptakanku istimewa dan sempurna, “dahsyat dan ajaib”, sebagaimana doa sang pemazmur dalam Mazmur 139. Namun, entah mengapa aku sering merasa tak seindah mereka di luar sana. Aku merasa tidak seberuntung mereka yang selalu menarik hati banyak pria. Aku bahkan pernah sampai hanyut dalam perasaan tidak berguna. Belum lagi saat harus menghadapi tekanan dari orang tua dan sanak saudara. Mungkin inilah pergumulan yang harus dihadapi setiap pemudi yang masih sendiri.

Namun, melalui perjalanan panjang inilah aku kemudian belajar apa artinya hidup sebagai orang percaya. Lewat persekutuan rutin bersama saudara seiman, disiplin membaca firman Tuhan dan berdoa, Allah mengubahkan cara pandangku sepenuhnya. Suatu hari Dia mengingatkan aku akan sebuah ayat yang sering dikutip orang, Yeremia 29:11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Meski tidak secara langsung berhubungan dengan situasi yang kualami, ayat ini terasa seperti teguran keras Tuhan atas ketidakpercayaan yang menguasai hatiku.

Aku diingatkan akan betapa seringnya aku bertanya, atau tepatnya mempertanyakan Tuhan: “Mengapa Engkau membiarkan aku masih terus sendiri?” Aku percaya Tuhan itu ada, tetapi aku meragukan bahwa Dia sungguh berkuasa. Ayat tersebut mengingatkan aku bahwa Tuhan tidak pernah melupakan rancangan indah yang telah Dia persiapkan bagi umat-Nya. Dia berjanji memberikan masa depan yang penuh harapan sembari merenda segala peristiwa menurut waktu dan hikmat-Nya.

Kebenaran sederhana yang luar biasa ini sontak memenuhi hatiku dengan damai sejahtera. Dengan tangis aku bersujud di hadapan Tuhan, memohon pengampunan-Nya. Dengan segenap hati, kuserahkan segala kekhawatiranku kepada-Nya, kupercayakan diriku seutuhnya kepada Dia, Sang Pemilik masa. Aku mulai menata kembali hatiku, hidupku, diriku, motivasi, dan tujuan hidupku. Bukankah Dia yang telah menenun aku dalam kandungan ibuku, menjadikan aku untuk tujuan-Nya yang mulia? Dia yang menciptakan aku menghendaki aku melakukan pekerjaan baik yang sudah dipersiapkan-Nya (Efesus 2:10). Dia mau aku hidup dalam kebenaran firman-Nya dan berkarya bagi kerajaan-Nya. Menjadi jelas bagiku, betapa hidup menjadi terlalu kerdil jika semata-mata hanya berpusat pada urusan menikah atau tidak menikah.

Kebenaran yang kutemukan dalam firman Tuhan itu membuat aku kemudian menjalani hidupku secara berbeda. Di antaranya:

1. Aku merawat tubuhku—bukan dengan tujuan menarik hati para pria, tetapi sebagai bagian dari tanggung jawabku memelihara anugerah Sang Pencipta.

2. Aku rajin datang beribadah dan terlibat dalam kehidupan bergereja—bukan dengan tujuan mencari cinta, tetapi sebagai ungkapan pengabdianku kepada Tuhanku.

3. Aku bersekutu dan melayani—bukan dengan tujuan mencari pasangan, tetapi sebagai luapan sukacita karena aku telah hidup dalam anugerah-Nya.

4. Aku melatih diriku untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam tutur kata, sikap, dan karakter—bukan dengan tujuan membuat para pria terkesan, tetapi karena aku rindu untuk memuliakan Tuhan.

Sahabatku, mencari pria yang tepat sebagai pasangan hidup kita bukanlah hal yang salah, juga bukan perkara yang mudah. Tetapi, janganlah sampai kita tenggelam dalam pencarian itu, sehingga kita tidak lagi bisa melihat tujuan besar Allah bagi hidup kita. Mari memakai hari-hari kita untuk memuliakan Dia, yakin bahwa Dia memegang kendali atas segala sesuatu yang ada dalam hidup ini. Percayalah bahwa Dia sedang bekerja di dalam dan melalui diri kita, merenda hidup kita menjadi sesuatu yang indah pada waktu-Nya.

 
Baca juga: Kepada Semua Pemuda Kristen yang Masih Lajang

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Artikel, Personal

89 Komentar Kamu

  • bernadeth yuliandina

    makasih buat jawabannya Tuhan Yesus☺ aku percaya semua yang terjadi itu menurut kehendakMu dan akan indah pada waktunya❤

  • Amin. Aku tidak pernah sendiri sebab TUHAN Yesus bersamaku. Kesendirianku ingin kupakai untuk menghadirkan TUHAN senantiasa, tinggal dan diam di dalamku.

  • benedikta yuliandini

    Tuhan Yesus, Engkau dasyat luar biasa.. aku ga pernah jalan sendiri karna Engkau yang selalu berjalan denganku :’)

  • YaNtì CöRnelìa SanTösö

    so powerful…. i’m so blessed….

  • Haleluya… Tuhan menjadikan segala sesuatu indah pada waktu-NYA… ☺

  • Aku percaya dan tak perlu khawatir akan hal itu Tuhan,karena Engaku akan memberikannya yang tetbaik yang indah pada waktuMu karena Engakau mempunyai rancangan yg indah, yang akan memberikanku pasangan yg baik yang sama-sama bisa memuliakan Engkau. Amien
    Love You Lord

  • memberkati sekali artikel a…

  • Thanks tautannya JBU ;). Terimakasih Tuhan Yesus telah memberiku hidup, dan hati yg kuat untuk terus setia dan percaya akan segala rancangan damai sejatra untuk masa depanku yg Engkau sediakan. Amin

  • Amen..walaupun smpe skrng ak msh sndri…..namun tuhan yesus gak akan prnh biarkan ak sndrian di dunia nh…tnp seorng pendamping hidup….ak sgt prcya…yesus akan mmbrikan tepat dan indh pd wktx……love my god

  • Herdawati Sosila Dewi

    Memang butuh waktu untuk sebuah proses, memahami rencana Kristus yang indah dalam hidup kita. Kita istimewa, indah, dan luar biasa, karena kita diciptakan secara personal, segambar dan serupa dengan-Nya. Dia adil, tak pernah salah jalan dan rancangan-Nya bagi kita. Artikel yang perlu dibaca. GBU

  • Mengutamakan Tuhan Yesus selalu…karena semua yang baik ada dalam rencana indah-Mu Tuhan. Amin

  • Bersyukur sekali,
    Membaca tulisan ini serasa bercermin.
    Ternyata ada juga yang mengalaminya.

  • PujiTuhan Haleluya. Trima kasih untuk sharingnya,semoga menjadi panutan dan motivasi yang untuk pemudi Allah Tuhan Kita,Yesus Kristus.

    🙂

  • Tuhan Yesus tidak pernah diam dalam merancang kehidupan ini mnjadi lebih baik lagi ♥

  • Alex Silolonrattu

    Jadilah pribadi yg memulihkan Tuhan.

    Firman TUHAN berkata;

    MATIUS 6:33

    33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

  • Amin…
    indah pada waktuNYa…

  • mantap pengalamannya. .. Tuhan Yesus memberkati. ..

  • saya di berkati oleh kesaksianmu.

  • Adelina Fransiska

    Terberkati sekali 🙂
    Semakin jatuh cinta sama Tuhan Yesus ♡♡

  • bagus bgt … love it.
    saya sudah menikah tapi kehidupan org yg sudah menikah pun kadang tidak mudah. sering kali membuat saya kangen masa masa sendiri merdeka dengan tgg jawab yg tidak sebesar skrg dengan dua anak.
    so enjoy your life. saya jg akan enjoy masa masa skrg.

  • Terima Kasih Bapa, aku aku yakin rancangan baik telah Tuhan sediakan di depan bagiku.
    Ini aku, memberi diri untuk jadi pelayanMu. Amin.

    God Bless 🙂

  • Such a blessing article! 😀

  • Tulisan yang sangat memberkati dan menguatkan.

  • john w. a manurung

    Amin

  • Amin..
    Semua indah pada wktunya

  • Thankyou,,
    Andalkan semuanya pada Tuhan Yesus Kristus,,
    Amen,,

  • Thankyou,,
    Andalkan semuanya pada Tuhan Yesus Kristus,,
    Amen,,
    God Bless Us…

  • Amin Jesus,
    Semoga aku mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dalam mengenal Engkau. 🙂 ({})

  • Amin,Smua akn indah pda wktuNY

  • Tuhan Yesus sudah menyediakan yg terbaik sprti isi firman Tuhan” allah memciptakan manusia berpasang2n “

  • Saya tidak tahu apakah lupa atau mengalihkan ttg perhatian soal pasangan hidup ini. Kesalahan, juga pengalaman di masa lalu pun menjadi rasa sakit yg hrs saya hadapi dan lalui, tentunya perlu diampuni.

    Bisa jadi, memang jadi terfokus ke masalah pasangan hidup, dengan apa kata orang, lalu kekhawatiran berlebih.
    Ya, tetapi sangat benar tulisan ini. Ada rencana Tuhan yang jauh lebih indah, bukan melulu soal pasangan hidup, menikah / tidak menikah.
    Akhirnya saya tidak ada target utk itu, Hanya target bagaimana bisa menyenangkan hati TUHAN seumur hidup (yang tidak tahu sampai kapan hidup di dunia).

  • Terimakasih.
    Sangat menguatkan..

  • Amin.
    what a good article…

    selama ini aku lebih sering ngeluh ttg hal ginian, tapi hari ini, makasih utk motivasi teguran yg membangun

  • Terima kasih ya, Kak Emilani, untuk tulisan yg bermanfaat ini. Terima kasih sudah mengingatkan kita semua untuk tidak kehilangan fokus.

    Menurut aku, sebagai orang Kristen yg masih lajang, kita harus mengerti bahwa rancangan Allah adalah bagi keselamatan kita dan perubahan karakter kita agar semakin seperti Kristus, dan inilah yg paling penting. Menikah atau tidak menikah itu tidak sepenting rancangan utama tersebut. Sehingga kita pun harus mengerti bahwa ada kemungkinan bahwa rencana Allah untuk kita bukanlah pernikahan, tetapi kelajangan seumur hidup dan kita harus bisa mendamaikan diri dengan hal tersebut, meskipun jika harus berdoa sampai menangis-nangis. Kita seharusnya mendapatkan semua kerinduan hati kita dalam Yesus. Seperti dalam kitab Yesaya 56, telah dijanjikan kepada yg tidak bisa menikah, peringatan dan nama yg lebih baik daripada anak-anak laki-laki dan perempuan. Hal ini sangat penting untuk diketahui, karena dalam Perjanjian Lama, janji-janji Tuhan memang dituruntemurunkan melalui bangsa Israel, sehingga pernikahan dan berkeluarga itu sangat penting untuk kelangsungan dan pengembangan Kerajaan Allah. Akan tetapi, dalam Perjanjian Baru, kita menjadi anak-anak Abraham bukan melalui hubungan darah, tetapi melalui iman (Galatia 3). Sehingga, hidup lajang (sementara atau permanen) pun menjadi sangat penting dalam pelayanan, karena orang-orang yg masih lajang, bisa hidup dengan fokus hanya terhadap satu hal, yaitu Kerjaan Allah. Dengan demikian, secara general, para pelajang menjadi penginjil yg lebih efektif.

    Sebagai orang Kristen yg sudah menikah pun, fokus kita tetap sama, yaitu Kerajaan Allah. Toh pernikahan di dunia ini sifatnya hanya sementara, hanya sampai salah satu atau kedua dari pasangan tersebut meninggal, atau sampai Yesus Kristus datang untuk kedua kalinya. Di surga, tidak ada pernikahan antara manusia (Matius 22:30) karena pernikahan yg sesungguhnya adalah antara Yesus Kristus dan gereja-Nya. Pernikahan duniawi itu hanya semacam bayangan atau miniatur dari pernikahan yg sesungguhnya. Sehingga ketika pernikahan yg sesungguhnya sudah terjadi, bayangannya pun sudah tidak dibutuhkan lagi. Menurut saya, karena budaya kita sangat mementingkan pernikahan dan keluarga, orang-orang Kristen yg sudah menikah bisa dengan mudah jatuh ke dalam pencobaan untuk memberhalakan keluarga. Masalahnya, karena budaya dan orang-orang di sekitarnya juga terlalu mementingkan pernikahan dan keluarga, hal tersebut pun dianggap wajar. Sehingga pasangan yg memberhalakan hubungan pernikahan atau keluarga dan anak-anaknya tidak mendapat pertolongan untuk bertobat.

    Untuk perenungan lebih lanjut, boleh juga baca 1 Korintus 7.

  • Allah punya rancangan yg jauh dari pemikiran kita. .

  • Amin.. sangat memberkati..

  • Trimakasih postingannya sangat menguatkan 🙂

  • Terima kasih,sangat trberkati…smga k dpnnya aQ bisa mnjadi pribadi yg lbh baik lgi….GBU

  • Thanks… sampe saat ini aku masih sendiri. Mungkin krn slm ini sy sll menjauh n dan jarang beribadah n berdoa kpd Yesus.
    Smg yang menjadi pendampingku nanti dy sll mengandalkan Tuhan. Selalu n selalu… amin

  • Debora Okky Trikumala Sari

    amin. ketika masih lajang memang betul adakalanya bnyak hal negatif yg kita pkirkan, seolah sndiri dan tdk ada sseorang yg mperhatikan kita .disini blajar tentang bgaimana memahami rancangan Tuhan dlm hidup kita

  • ngena banget!
    thanks God sudah disadarkan melalu saudara seiman kami ini
    God bless us always …

  • May Wandry Pasaribu

    Tuhan berkati: )

  • amin.
    haleluya Tuhan Yesus sanggup menolong, krna Ia slalu menyertai kita.

  • When everything in life seems stripped away from us, we still have God – His Word, His presence, and His promises

Bagikan Komentar Kamu!