Apa yang akan Terjadi

Sabtu, 6 Februari 2016

Apa yang akan Terjadi

Baca: Wahyu 22:1-5

22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

22:2 Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

22:4 dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

22:5 Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

Di dalam kota itu tidak terdapat sesuatu pun yang terkena kutuk Allah. —Wahyu 22:3 BIS

Apa yang akan Terjadi

Kamu dan saya memiliki persamaan. Kita hidup di tengah dunia yang kacau-balau dan ternoda. Kita tidak pernah mengalami keadaan dunia yang berbeda—tidak seperti Adam dan Hawa. Mereka dapat mengingat bagaimana kehidupan mereka sebelum jatuhnya kutukan Allah. Mereka dapat mengingat keadaan dunia dalam rancangan asli Allah—dunia yang terbebas dari kematian, penderitaan, dan rasa sakit (Kej. 3:16-19). Di Eden, sebelum kejatuhan manusia dalam dosa, tidak ada kelaparan, pengangguran, dan penyakit. Tidak ada yang mempertanyakan daya cipta Allah ataupun rencana-Nya bagi hubungan antar manusia.

Dunia yang kita warisi sekarang ini begitu jauh berbeda dari taman Allah yang sempurna itu. Namun C. S. Lewis pernah berkata, “Dunia yang tadinya baik ini telah rusak, tetapi [dunia ini] masih menyimpan sisa-sisa dari keadaannya yang seharusnya.” Syukurlah, sisa-sisa kecil dari keadaan bumi yang pernah ada dahulu itu juga menjadi secuil bayangan tentang kekekalan di masa yang akan datang. Di dalam kekekalan, sama seperti Adam dan Hawa pernah berjalan dan berbincang langsung dengan Allah, orangorang percaya akan melihat wajah-Nya dan melayani-Nya secara langsung. Tidak akan ada lagi penghalang di antara Allah dengan kita. “Di dalam kota itu tidak terdapat sesuatu pun yang terkena kutuk Allah” (Why. 22:3 BIS). Tidak akan ada lagi dosa, rasa takut, dan rasa malu.

Masa lalu dan segala konsekuensinya mungkin masih membayangi masa sekarang. Namun demikian, orang percaya menerima janji akan sesuatu yang jauh lebih baik, yakni kehidupan kekal di suatu tempat yang sama sempurnanya dengan Eden. —Jennife Benson Schuldt

Ya Allah, tolong aku untuk mengingat, bahwa meski dunia ini tidak lagi menyerupai rancangan asli-Mu, masih ada banyak hal yang bisa dinikmati, dan dilakukan untuk-Mu dan untuk sesama. Terima kasih untuk janji bahwa kami akan tinggal bersama-Mu kelak dalam tempat yang sempurna.

Kelak Allah akan memulihkan segala sesuatu.

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 39-40; Matius 23:23-29

Bagikan Konten Ini
20 replies
  1. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh kekal teguh tentram baik bahagia terus menang tinggi luas segar nyaman sejuk kuat abadi hebat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  2. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Yah Allah bapa kami Yesus Kristus Tuhan kita yang berada didalam kerajaan surga,perkenangkanlah kami di pagi hari ini menaikansegala puji dan dan sembah kepadamu atas kasih karuniamu yang engkau telah berikan kepada kehidupan kami sekeluarga sampai saat ini, Tuhan Yesus, berikanlah kami hikmat dan tuntunanmu didalam perjalanan kehidupan kami agar kami tidak tersesat didalam menentukan langkah perjalanan kehidupan kami,didalam nama Tuhan Yesus kami bersyukur dan berterima kasih kepadamu yang telah memberikan kesempatan kehidupan kami sampai saat ini, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  3. Stephanie Christy
    Stephanie Christy says:

    Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu melangkah dalam kebenaran-Mu dan tuntunlah setiap langkahku supaya apa yang aku lakukan menjadi berkat bagi orang disekitarku. Amen 🙏

  4. Renate Fernandez
    Renate Fernandez says:

    Terima Kasih Bapa karena Engkau memiliki rencana dan rancangan yang indah buat ku. dan aku percaya bahwa aku akan hidup bersamaMu selama aku menjadi pelaku FirmanMu😇

  5. marcellina sr
    marcellina sr says:

    terimakasih Tuhan yesus, karena engkau selalu hadir di dalam pergumulan hidupku, dan engkau juga yg akan campur tangan dalam saya menyelesaikan semua beban hidup ini. Thank you Jesus….Love You So Much Jesus

  6. Fabio McGready Tampemawa
    Fabio McGready Tampemawa says:

    Tuhan Allah Bapa di dalam sorga..
    terus layakkan kami anak2Mu yg percaya kepadaMu utk terus melemahkan kedagingan kami..biar roh kami semakin kuat di dalamMu..
    hilangkan pengertian2 kami sebagai manusia yang lemah tanpaMu..berikan kami pengertian dan hikmat dariMu saja Tuhan Yesus..
    biarkan bukan kehendak kami yg terjadi,tetapi kehendakMulah yg terjadi atas hidup kami..
    kuduskan kali Tuhan agar kami layak masuk dalam kitab kehidupanMu..dalam nama Tuhan Yesus..haleluya..amin 😇

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *