Lonceng Pengingat

Info

Rabu, 6 Januari 2016

Lonceng Pengingat

Baca: Mazmur 37:21-31

37:21 Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah.

37:22 Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi negeri, tetapi orang-orang yang dikutuki-Nya akan dilenyapkan.

37:23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;

37:24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

37:25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;

37:26 tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

37:27 Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya;

37:28 sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.

37:29 Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa.

37:30 Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum;

37:31 Taurat Allahnya ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya tidak goyah.

Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. —Mazmur 37:24

Lonceng Pengingat

Menara jam di Westminster, dengan loncengnya yang dikenal dengan nama Big Ben, merupakan simbol terkenal di kota London, Inggris. Konon melodi dari dentangan lonceng itu diambil dari nada lagu “I Know That My Redeemer Liveth” (Ku Tahu Penebusku Hidup) dari Messiah karya Handel. Lirik pun ditambahkan dan dipajang di ruang menara jam tersebut:

Tuhan, di sepanjang waktu ini, kiranya Engkau menuntun kami; Maka oleh kuasa-Mu, kami takkan goyah.

Lirik itu mengacu pada Mazmur 37: “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya” (ay.23-24). Perhatikan betapa eratnya keterlibatan Allah dalam pengalaman hidup anak-anak- Nya: “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya” (ay.23). Ayat 31 menambahkan, “Taurat Allahnya ada di dalam hatinya; langkah-langkahnya tidak goyah.”

Sungguh menakjubkan! Sang Pencipta alam semesta tidak hanya menopang dan menolong kita, tetapi Dia juga sangat mempedulikan setiap saat dalam kehidupan kita. Maka tidak heran apabila dengan penuh keyakinan Rasul Petrus dapat mengundang kita, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1Ptr. 5:7). Karena jaminan akan pemeliharaan-Nya terus bergaung di dalam hati kita, kita memperoleh keberanian untuk menghadapi apa saja yang menerpa hidup kita. —Bill Crowder

Bapa yang Mahakasih, terima kasih karena setiap bagian dalam kehidupanku berarti bagi-Mu. Beriku semangat di dalam pergumulanku sehingga aku dapat menempuh jalan yang mencerminkan kasih-Mu yang besar dan memuliakan nama-Mu yang agung.

Tiada tempat yang lebih aman daripada di dalam genggaman Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 16-17; Matius 5:27-48

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

37 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!