Kebun Binatang Ayahnya

Jumat, 29 Januari 2016

Kebun Binatang Ayahnya

Baca: 1 Raja-Raja 4:29-34

4:29 Dan Allah memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut,

4:30 sehingga hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala hikmat orang Mesir.

4:31 Ia lebih bijaksana dari pada semua orang, dari pada Etan, orang Ezrahi itu, dan dari pada Heman, Kalkol dan Darda, anak-anak Mahol; sebab itu ia mendapat nama di antara segala bangsa sekelilingnya.

4:32 Ia menggubah tiga ribu amsal, dan nyanyiannya ada seribu lima.

4:33 Ia bersajak tentang pohon-pohonan, dari pohon aras yang di gunung Libanon sampai kepada hisop yang tumbuh pada dinding batu; ia berbicara juga tentang hewan dan tentang burung-burung dan tentang binatang melata dan tentang ikan-ikan.

4:34 Maka datanglah orang dari segala bangsa mendengarkan hikmat Salomo, dan ia menerima upeti dari semua raja-raja di bumi, yang telah mendengar tentang hikmatnya itu.

Orang benar memperhatikan hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam. —Amsal 12:10

Kebun Binatang Ayahnya

June Williams baru berumur empat tahun ketika ayahnya membeli tanah seluas 2,8 hektar sebagai lokasi bagi pembangunan sebuah kebun binatang tanpa jeruji besi atau kandang. Setelah bertumbuh besar, June mengingat betapa kreatifnya sang ayah dalam menolong satwa liar itu merasa bebas di dalam kurungan mereka. Kini Chester Zoo merupakan salah satu dari atraksi satwa liar yang paling terkenal di Inggris. Kebun binatang yang menjadi kediaman bagi 11.000 hewan di atas tanah seluas 44,5 hektar tersebut mencerminkan kepedulian ayahnya terhadap kesejahteraan, pelatihan, dan pelestarian satwa.

Salomo memiliki ketertarikan serupa pada seluruh makhluk ciptaan Tuhan, baik besar maupun kecil. Selain mempelajari kehidupan fauna dari Timur Tengah, ia juga mendatangkan binatang-binatang eksotis, seperti kera dan burung merak dari negeri yang jauh (1Raj. 10:22). Namun salah satu amsal yang ditulisnya menunjukkan kepada kita bahwa pengetahuan Salomo tentang alam bukan sekadar keingintahuan intelektual semata. Dengan meng-ungkapkan implikasi rohani dari sikap kita dalam memperlakukan hewan peliharaan kita, ia mencerminkan isi hati Allah Pencipta kita: “Orang benar memperhatikan hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam” (Ams. 12:10).

Dengan hikmat dari Allah, Salomo melihat bahwa hubungan kita dengan Pencipta kita tidak hanya mempengaruhi cara kita memperlakukan sesama, tetapi juga seberapa besarnya perhatian yang kita berikan pada hewan peliharaan kita. —Mart Dehaan

Bapa di surga, ketika kami memikirkan tentang keajaiban dan keanekaragaman dari dunia satwa ciptaan-Mu, tolonglah kami untuk tidak hanya menyembah-Mu, tetapi juga memelihara apa yang telah Engkau percayakan kepada kami.

Allah adalah Pemilik sejati dari seluruh ciptaan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 21-22; Matius 19

Bagikan Konten Ini
13 replies
  1. tripleS
    tripleS says:

    firman yg mengajarkan kita utk selalu memperlakukan ciptaan Tuhan dgn baik. jgn menyakiti ciptaanNya. sebab menyakiti ciptaanNya berarti juga menyakiti Penciptanya.

  2. Irwanto Widyatri
    Irwanto Widyatri says:

    Sangat memberkati sekali segala ciptaanNya yang ada di darat laut dan udara. Gbu us all ! Amien.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *