Apakah Ini?

Rabu, 27 Januari 2016

Apakah Ini?

Baca: Keluaran 16:11-31

16:11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

16:12 “Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.”

16:13 Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.

16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.

16:15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: “Apakah ini?” Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.

16:16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa.”

16:17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit.

16:18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.

16:19 Musa berkata kepada mereka: “Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi.”

16:20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka.

16:21 Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.

16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.

16:23 Lalu berkatalah Musa kepada mereka: “Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi.”

16:24 Mereka membiarkannya di tempatnya sampai keesokan harinya, seperti yang diperintahkan Musa; lalu tidaklah berbau busuk dan tidak ada ulat di dalamnya.

16:25 Selanjutnya kata Musa: “Makanlah itu pada hari ini, sebab hari ini adalah sabat untuk TUHAN, pada hari ini tidaklah kamu mendapatnya di padang.

16:26 Enam hari lamanya kamu memungutnya, tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat; maka roti itu tidak ada pada hari itu.”

16:27 Tetapi ketika pada hari ketujuh ada dari bangsa itu yang keluar memungutnya, tidaklah mereka mendapatnya.

16:28 Sebab itu TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-Ku dan hukum-Ku?

16:29 Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorangpun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu.”

16:30 Lalu beristirahatlah bangsa itu pada hari ketujuh.

16:31 Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.

Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: “Apakah ini?” —Keluaran 16:15

Apakah Ini?

Ibu saya pernah mengajar Sekolah Minggu selama puluhan tahun. Suatu waktu, ia ingin menjelaskan tentang bagaimana Allah menyediakan makanan bagi bangsa Israel di tengah padang gurun. Untuk membuat cerita tersebut lebih hidup, ia membuat sesuatu yang melambangkan “manna” bagi anak-anak di kelasnya. Ia memotong roti kecil-kecil dan melapisinya dengan madu. Resepnya diilhami oleh penjelasan Alkitab tentang manna yang menyatakan “rasanya seperti rasa kue madu” (Kel. 16:31).

Ketika bangsa Israel pertama kali memakan roti Allah dari surga, roti itu muncul di atas tanah di luar kemah mereka seperti embun beku. “Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: ‘Apakah ini?’” (ay.15). Kata Ibrani man berarti “apa”, maka mereka menyebutnya manna. Mereka mendapati bahwa mereka dapat menggiling manna itu dan membentuknya menjadi roti bundar atau memasaknya dalam periuk (Bil. 11:7-8). Apa pun manna itu, kemunculannya sangat mengherankan (Kel. 16:4,14), konsistensinya unik (ay.14), dan masa kadaluarsanya pendek (ay. 19-20).

Terkadang Allah memenuhi kebutuhan kita dengan cara-cara yang mengejutkan. Tindakan-Nya itu mengingatkan kita bahwa Allah tidaklah dibatasi oleh harapan kita, dan kita tidak dapat memperkirakan apa yang hendak Dia lakukan. Sementara kita menanti, lebih baik kita memusatkan perhatian kita pada diri-Nya daripada pada apa yang kita pikir harus dilakukan-Nya. Sikap tersebut akan memampukan kita mengalami sukacita dan kepuasan dalam hubungan kita dengan-Nya. —Jennifer Benson Schuldt

Ya Allah, tolong aku untuk menerima dengan terbuka pemeliharaan-Mu dan cara yang Engkau pilih untuk melakukannya. Terima kasih karena Engkau memperhatikanku dan mencukupkan kebutuhanku.

Mereka yang berserah pada pemeliharaan Allah akan selalu dipuaskan.

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 16-18; Matius 18:1-20

Bagikan Konten Ini
17 replies
  1. Brp
    Brp says:

    Shalom.
    Terimakasih Tuhan atas hari baruMu.
    Ingatkan kami selalu mensyukuri apa yang kami dapatkan dariMu.
    Baik penyertaan, berkat, dan pemeliharaanMu dalam kehidupan kami.
    Amin.

    Thanks wsk.org☺

  2. Yandi RT
    Yandi RT says:

    Terimakasih banyak Bapa, Engkau yang tetap memberkati setiap persembahan hidup kami, bersyukur atas segala kemuliaanMu, dan layakkanlah kehidupan kami semua Bapa, Amiin

  3. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Tuhan Yesus, kami mengucap syukur kepadamu atas segala berkat dan pertolongan yang engkau berikan didalam kehidupan kami,tolonglah kami Tuhan yang saat ini tengah menghadapi pergumulan dalam menghadapi kesulitan pembiayaan akan kebutuhan kehidupan keluarga kami, kiranya engkau dapat memberikan kami jalan keluar untuk dapat menyelesaikan pergumulan yang kami hadapi saat ini, didalam nama Tuhan Yesus, kami menyerahkan segala pergumulan kami ini, terima kasih Tuhan Yesus, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  4. Maria Mahdalena
    Maria Mahdalena says:

    Terima Kasih Bapa,, Engkau mampukan aku melewati ujian dalam hidupku.
    Biarlah aku bisa memuliakan namaMu, lewat talenta yang Tuhan berikan padaku. Amin

  5. tripleS
    tripleS says:

    terima kasih Tuhan atas berkat dan rahmatMu yang baru yang selalu baru disetiap hari. kami percaya itu semua adalah besar kasih setiaMu dalam kehidupan kami. sertai dan kuatkan kami Tuhan dlm menghadapi pergumulan hidup kami pribadi lepas pribadi, hari lepas hari. kami serahkan semuanya ke dalam tangan pengasihanMu. Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *