Undangan untuk Beristirahat

Rabu, 30 Desember 2015

Undangan untuk Beristirahat

Baca: Wahyu 21:1-5

21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.

21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”

21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.”

Aku akan memberi kelegaan kepadamu. —Matius 11:28

Undangan untuk Beristirahat

Ketika sedang mendampingi seorang sahabat di ruang Unit Gawat Darurat di sebuah rumah sakit, saya tergerak oleh suara rintihan pasien-pasien lain yang sedang kesakitan. Sembari berdoa bagi sahabat saya dan para pasien lain yang menderita, saya menyadari kembali betapa singkatnya kehidupan kita di bumi ini. Saya pun teringat pada sebuah lagu lama yang menyatakan bahwa dunia ini bukanlah kediaman kita—kita “hanya numpang lewat”.

Dunia kita ini dipenuhi dengan keletihan, penderitaan, kelaparan, utang, kemiskinan, sakit-penyakit, dan kematian. Karena mau tidak mau kita harus melewati dunia seperti itu, maka undangan Yesus begitu melegakan dan tepat waktu: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28). Kita sungguh memerlukan kelegaan yang ditawarkan-Nya.

Hampir tidak ada upacara pemakaman yang pernah saya hadiri yang tidak mengutip penglihatan Yohanes tentang “langit yang baru dan bumi yang baru” (Why. 21:1-5), dan ayat-ayat tersebut memang relevan untuk suatu upacara pemakaman.

Namun saya percaya bahwa bagian Alkitab tersebut lebih ditujukan bagi yang masih hidup daripada yang telah meninggal. Mengindahkan undangan Yesus untuk menerima kelegaan di dalam-Nya hanya bisa dilakukan ketika kita masih hidup. Setelah itu, barulah kita berhak menerima segala yang dijanjikan-Nya dalam kitab Wahyu. Allah akan diam bersama kita (ay.3). Dia akan menghapus air mata kita (ay.4). Dan “maut tidak akan ada lagi; . . . perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita” (ay.4).

Terimalah kelegaan yang ditawarkan Yesus dan masuklah ke dalam perhentian yang disediakan-Nya! —Lawrence Darmani

Bapa di surga, hidup ini terkadang indah, tetapi juga terkadang begitu berat. Terima kasih atas kehadiran Roh-Mu bersama kami sekarang ini. Terima kasih juga untuk kehidupan kekal yang pasti kami nikmati bersama-Mu.

Ketika kamu lelah menghadapi pergumulan hidup, terimalah kelegaan di dalam Tuhan.

Bacaan Alkitab Setahun: Zakharia 13-14; Wahyu 21

Bagikan Konten ini
9 replies
  1. lennie de haan
    lennie de haan says:

    Puji Tuhan atas pagi hari yg indah yg Tuhan anugerahkan bagi kami. Hidup di dunia ini yg penuh pergumulan , membuat kita semakin dekat dg Tuhan karna kita menyadari bhw sesungguhnya hanya Tuhan saja yg dapat meringankan beban hidup kita. Terima kasih ya Tuhan. Amin

  2. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh teguh tentram baik bahagia menang tinggi luas segar terus nyaman sejuk kuat besar kekal sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  3. setyo
    setyo says:

    terima kasih Tuhan untuk kehidupan yang Kau berikan kepada kami…ajar kami untuk senantiasa berhenti sejenak tuk selalu mengingat setiap kasihMu dalam hidup kami…amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *