Terbang di Udara

Kamis, 31 Desember 2015

Terbang di Udara

Baca: Matius 10:27-31

10:27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.

10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

10:29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.

10:30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.

10:31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. —Matius 10:31

Terbang di Udara

Dalam bukunya yang berjudul On the Wing (Di Atas Sayap), Alan Tennant menceritakan usahanya untuk melacak migrasi burung alap-alap kawah (Peregrine Falcon). Pemangsa yang dikagumi karena keindahan, kegesitan, dan kekuatannya itu dahulu menjadi sahabat berburu bagi para kaisar dan bangsawan. Sayangnya, maraknya penggunaan pestisida DDT pada dekade 1950-an mengganggu siklus reproduksi burung tersebut dan menjadikannya sebagai salah satu spesies yang terancam punah.

Karena tertarik untuk memulihkan spesies tersebut, Tennant memasang pemancar pada sejumlah kecil burung alap-alap untuk melacak pola migrasi mereka. Namun ketika ia dan pilotnya menerbangkan kapal terbang Cessna mereka di belakang burung-burung itu, mereka berulang kali kehilangan sinyal dari pemancarnya. Meskipun telah dilengkapi teknologi canggih, mereka tidak selalu dapat melacak burung-burung yang ingin mereka tolong.

Alangkah melegakan ketika menyadari bahwa Allah yang peduli kepada kita tidak pernah kehilangan jejak kita. Yesus bahkan berkata bahwa tidak seekor pun burung pipit “akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. . . . Sebab itu janganlah kamu takut; karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit” (Mat. 10:29-31).

Ketika kita sedang berada dalam keadaan yang sulit, rasa takut dapat menyebabkan kita bertanya-tanya apakah Allah menyadari keadaan kita. Perkataan Yesus meyakinkan kita bahwa Allah sangat peduli kepada kita dan Dia senantiasa memegang kendali. Hidup kita tidak pernah berada di luar pemantauan-Nya. —Dennis Fisher

Bapa, aku menyerahkan kerinduan dan bebanku kepada-Mu di penghujung tahun ini karena aku tahu Engkau peduli kepadaku dan sanggup berkarya dengan dahsyat. Terima kasih karena diriku dan orang-orang yang kukasihi berada di dalam perlindungan-Mu.

Jika Allah peduli pada burung di udara, tidakkah Dia akan peduli kepada anak-anak-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun: Maleakhi 1-4; Wahyu 22

Bagikan Konten Ini
22 replies
  1. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh teguh tentram baik bahagia terus menang tinggi luas segar nyaman sejuk kuat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , kasih-Mu sungguh selalu terang buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  2. Vierra Priscill Puspa
    Vierra Priscill Puspa says:

    alright… thanks God.. thanks Jesus..
    He’s care about u.. believe it…! feel it..! share it..!

  3. Inriani Fransiska Nainggolan
    Inriani Fransiska Nainggolan says:

    aminnnnnn Tuhan pelihara kita lebih dari burung pipit diudara menjelang Thn 2016 Tuhan akan berkarya lebih dasyat lagi dan membuat trobosan baru buat hidupku dan menjadi lebih baik lagi ditahun yg baruPraise The Lord

  4. lennie de haan
    lennie de haan says:

    Terima kasih Tuhan atas kepedulian-Mu pada kami anak2-Mu yg kerapkali mendukakan hati Tuhan lewat sikap, tutur kata n perbuatan kami. Kami mhn ampun ya Tuhan. Sucikanlah hati kami dalam memasuki tahun yg baru nanti. Biarlah hidup kami menjadi lebih berarti bagi sesama kami. Amin.

  5. Eliyunus Gulo
    Eliyunus Gulo says:

    Di hari terakhir, rabu 31 Desember 2015. Kebenaran dan keyakinan iman bahwa Allah senantiasa peduli terhadap hidup anak-anakNya, membuat kita mengakhiri tahun ini dengan melimpahnya ucapa syukur dan memantapkan langkah kita memasuki tahun 2016, dengan keyakinan akan pemeliharaan Bapa surga memelihara kita. Selamat mengakhiri tahun 2015 dan memasuki 2016.Gbu

  6. jayadi
    jayadi says:

    trima kasih Tuhan atas Kasih dan Kesetiaan-Mu sepanjang tahun ini dan aku yakin tuk selamanya. Aku mau terus belajar mengenal-Mu dan mengerti kehendak-Mu di sisa perjalanan hidupku. Ajari selalu aku Tuhan tuk lebih mengasihi-Mu.

  7. Anthony Gotama
    Anthony Gotama says:

    sertai oh Tuhan langkah hidupku di tahun 2016. agar kiranya akupun bisa menjalaninya dengan sebaik mungkin. Amin

  8. Yosia Nimus Giri
    Yosia Nimus Giri says:

    Allah ku dasyat….oleh karena kasih karunia-Nya, kita diselamatkan dan dipelihara dengan luar biasa. Jadilah berkat di manapun kita berada. Milikilah hati misi seluruh dunia. Amin….JBU.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *