Misteri Natal

Kamis, 24 Desember 2015

Misteri Natal

Baca: 1 Timotius 3:14-16

3:14 Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau.

3:15 Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.

3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.”

Sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita. —1 Timotius 3:16

Misteri Natal

Di awal kisah karya Charles Dickens yang berjudul A Christmas Carol (Sebuah Gita Natal), terdapat semacam misteri seputar tokoh utamanya yang bernama Ebenezer Scrooge. Mengapa ia begitu kejam? Bagaimana ceritanya hingga ia menjadi begitu egois? Lambat laun, sembari roh Natal membawa Scrooge untuk melihat hidupnya sendiri, jawaban demi jawaban pun terkuak. Kita melihat peristiwa-peristiwa yang mengubah wataknya dari seorang pemuda yang periang menjadi seorang kikir yang egois. Kita memperhatikan kesendirian dan kehancuran hati yang dialaminya. Ketika misteri itu terpecahkan, kita juga melihat terbukanya jalan menuju pemulihan. Kepeduliannya pada sesama menarik Scrooge keluar dari kegelapan jiwanya yang egois menuju pada kehidupan baru yang penuh sukacita.

Misteri yang jauh lebih penting, dan jauh lebih sulit dijelaskan, adalah rahasia yang Paulus bicarakan dalam 1 Timotius 3:16, “Sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: ‘Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.’” Luar biasa! Allah “telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia.”

Yang menjadi misteri dalam Natal adalah bagaimana caranya Allah bisa menjadi manusia sementara Dia tetap sepenuhnya Allah. Hal itu bertentangan dengan akal manusia, tetapi dalam hikmat Allah yang sempurna, itulah rencana yang sudah ada sejak kekekalan.

“Siapakah gerangan Bayi ini?” Dialah Yesus Kristus—Allah yang menjelma menjadi manusia. —Bill Crowder

Inilah Rajamu yang oleh malak dielu. Mari seg’ra pergi melihat Mukhalismu! —Lagu Natal Tradisional (Nyanyikanlah Kidung Baru, No. 60).

Allah berdiam di antara kita agar kelak kita dapat berdiam bersama-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: Habakuk 1-3; Wahyu 15

Photo credit: Disney /

Bagikan Konten ini
12 replies
  1. yenni
    yenni says:

    Natal merupa kan suatu peristiwa yg tidak dapat kita lupa kan, bagaimana datang nya Sang juru Slamat yg rela meninggal kan Tahta Surga hanya untuk kami orang2 yg berdosa. Kelahiran nya yg mengoncang kan dunia
    bagi yg percaya kepada nya. Tidak akan binasa, bahkan di jadikan nya manusia baru. Dan menjadi warga kerajan Allah. Berbahagia lah jika kita sdh menerina Kristus dan mrnjadi kan Yesus diatas segala nya Amien. Selamat ber aktivitas Tuhan Yesus memberkati.

  2. Ellynda Rusdiana Dewi
    Ellynda Rusdiana Dewi says:

    Amen …
    Natal adalah anugerah yg terindah bg kita semua yg patut kita ingat dan syukuri. Karena kelahiran Juru Selamat dunia, Yesus Kristus.
    Bersukacita dalam menyambut Natal yg penuh mukjizat.
    Ada tawa …;
    Ada tangis …;
    Semua membaur menjadi satu … dan
    Sukacita datang … mengalirkan rasa syukur kepada Allah Yehuwa.
    Pemulihan dan kesembuhan terjadi …
    Pengampunan dosa dan keselamatan pun tersedia …
    bagi kita yang mengasihi dan di kasihi-Nya.

    #Selamat Hari Natal … Tuhan Yesus memberkati kita semua di mana dan dalam keadaan apa pun. 🙂

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *