Haus akan Allah

Sabtu, 12 Desember 2015

Haus akan Allah

Baca: Ulangan 4:9-14

4:9 Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,

4:10 yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan TUHAN, Allahmu, di Horeb, waktu TUHAN berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka.

4:11 Lalu kamu mendekat dan berdiri di kaki gunung itu, sedang gunung itu menyala sampai ke pusar langit dalam gelap gulita, awan dan kegelapan.

4:12 Lalu berfirmanlah TUHAN kepadamu dari tengah-tengah api; suara kata-kata kamu dengar, tetapi suatu rupa tidak kamu lihat, hanya ada suara.

4:13 Dan Ia memberitahukan kepadamu perjanjian, yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia menuliskannya pada dua loh batu.

4:14 Dan pada waktu itu aku diperintahkan TUHAN untuk mengajarkan kepadamu ketetapan dan peraturan, supaya kamu melakukannya di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. —2 Timotius 3:16

Haus akan Allah

A-poe-la-pi adalah seorang tetua dari suku Akha, masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan di Provinsi Yunan, Tiongkok. Saat kami mengunjunginya dalam perjalanan misi baru-baru ini, A-poe-la-pi berkata bahwa ia tidak hadir dalam kegiatan penggalian Alkitab mingguan yang kami adakan karena hujan sangat deras. Ia memohon, “Dapatkah kalian membagikan firman Tuhan kepada saya?”

A-poe-la-pi buta huruf sehingga persekutuan mingguan itu penting baginya. Saat kami membacakan Alkitab, ia pun menyimak dengan sungguh-sungguh. Ketekunannya mengingatkan saya bahwa ketika kita sungguh-sungguh menyimak isi Kitab Suci yang diilhamkan Allah itu, kita sedang menghormati-Nya.

Di Ulangan 4, Musa mendesak bangsa Israel untuk mendengarkan baik-baik semua ketetapan dan peraturan yang diajarkannya kepada mereka (ay.1). Ia mengingatkan mereka bahwa sumber dan ilham di balik pengajaran itu tidak lain adalah Allah sendiri, yang telah berfirman kepada mereka “dari tengah-tengah api” di gunung Sinai (ay.12). Musa berkata, “Ia memberitahukan kepadamu perjanjian, yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan” (ay.13).

Kiranya kehausan A-poe-la-pi untuk mendengar firman Tuhan menimbulkan hasrat yang sama dalam diri kita. Sebagaimana Rasul Paulus mengingatkan kita dalam 2 Timotius 3:15-16, Kitab Suci yang diilhamkan Allah itu telah diberikan demi kebaikan dan pertumbuhan kita, yakni untuk membuat kita berhikmat dan menuntun kita kepada keselamatan dan kehendak Allah. —Poh Fang Chia

Tuhan, beri kami kehausan untuk mendengar dan mengerti kebenaran firman-Mu. Tolonglah kami untuk menunjukkan kasih-Mu kepada sesama dengan setia menerapkan tuntunan firman-Mu itu dalam hidup kami.

Untuk mengenal Kristus, Firman yang Hidup, kita perlu mencintai Alkitab, firman yang tertulis.

Bacaan Alkitab Setahun: Hosea 9-11; Wahyu 3

Photo credit: S2 Photography / Foter / CC BY-NC-ND

Bagikan Konten Ini
11 replies
  1. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata besar selama – lamanya buat kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  2. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Yah Allah bapa kami Yesus Kristus Tuhan kita yang berada didalam kerajaan surga, perkenangklah kami dipagi hari ini menaikan segala puji dan sembah kepadamu atas segala kasih karunia yang telah engkau persembahkan didalam kehidupan keluarga kami, Tuhan Yersus berilsh kami hikmat dan tuntunananmu dfidalam kami mnjlnmkan kehidupan kami agatr dpat dengn tekun kami mendengar, membca dan merenunugkn firmamu dari pmbveritaan mllui Alkitab fIrtman

  3. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Tuhan Yesus, berilah kami hikmat dan tuntunanmu didalam kami mendengar, membaca dan merenungkan firmanmu setiap hari pada pagi dan malam hari melalui Alkitab firman Tuhan yang engkau persembahkan didalam kehidupan kami agar kami mengerti akan kebenaran kehidupan ini sesui dengan perkenaan dan kehendakmu saja,ampunilah segala dosa kami yang selama ini menjadi penghalang dalam kehidupan kami untuk dapat kami mengerti dan melaksanakan kebenaran akan firmanmu dalam kehidupan kami setiap hari, didalam nama Tuhan Yesus, kami bersyukur dan berterima kasih kepadamu, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  4. vetra
    vetra says:

    Tuhan menghendaki dlm hidup kita spy kita tdk mendengar sja ttpi melkakukan firman Tuhan itu skaligus membritakan lwt perbuatan hidup stp hrinya kpda saudara yg blm mengenal siap Yesus kristus itu?.. Slmt pagi smua Tuhan Yesus memberkati

  5. lennie de haan
    lennie de haan says:

    Amin…benar ya Tuhan, dg membaca dan mendalami firmanMu setiap saat, kami senantiasa diberikan kekuatan dan pertumbahan iman yg baik oleh Roh Kudus. Biarlah kiranya ketekunan dan kerajinan kami utk membaca firman-Mu tetap berlangsung selama hidup kami. Amin.

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *