Hanya Sebuah Surat Tilang

Rabu, 9 Desember 2015

Hanya Sebuah Surat Tilang

Baca: Efesus 1:1-10

1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus.

1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

1:6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.

1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus

1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

Sebab di dalam Dia dan oleh darah- Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya. —Efesus 1:7

Hanya Sebuah Surat Tilang

Ketika seorang polisi menghentikan seorang pengendara wanita karena putrinya yang masih kecil ikut di dalam mobil tanpa duduk di kursi khusus anak-anak, ia dapat saja menuliskan surat tilang atas pelanggaran lalu lintas tersebut. Namun, ia justru meminta ibu dan putrinya itu untuk menemuinya di toko terdekat. Kemudian, dengan uangnya sendiri, polisi itu membelikan kursi khusus yang dibutuhkan. Wanita itu sedang mengalami masa-masa yang sulit dan tidak mempunyai cukup uang untuk membeli kursi khusus tersebut.

Alih-alih didenda karena kesalahannya, wanita itu bebas dan menerima sebuah hadiah sebagai gantinya. Setiap orang yang mengenal Kristus telah mengalami hal serupa. Setiap dari kita layak mendapatkan hukuman karena telah melanggar hukum Allah (Pkh. 7:20). Namun karena Yesus, kita menerima karunia yang tidak sepantasnya kita terima dari Allah. Karunia ini membebaskan kita dari akibat dosa yang terbesar, yaitu kematian dan keterpisahan dengan Allah selamanya (Rm. 6:23). “Di dalam [Yesus] . . . kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya” (Ef. 1:7).

Kasih karunia sering disebut sebagai “kasih yang diwujudkan dalam tindakan”. Ketika ibu muda tadi mendapat pemberian itu, ia pun menyatakan, “Saya akan selalu berterima kasih! . . . Segera setelah saya mampu mencukupinya, saya akan membalasnya dengan terus berbuat baik kepada orang lain.” Respons yang penuh syukur dan besar hati dari sang ibu terhadap pemberian polisi itu merupakan contoh yang sungguh menginspirasi setiap dari kita yang telah menerima pemberian Allah berupa kasih karunia-Nya! —Jennifer Benson Schuldt

Allah Bapa, terima kasih karena Engkau memberikan kepada kami apa yang tidak layak kami terima. Engkau telah mengampuni dosa kami dan menyediakan jalan untuk berdamai dengan-Mu melalui karunia Anak-Mu. Tolong kami untuk selalu bersyukur atas anugerah-Mu.

Kasih karunia merupakan pemberian dari Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: Daniel 11-12; Yudas

Bagikan Konten Ini
15 replies
  1. debora sri ningsih
    debora sri ningsih says:

    ammiin..terimaksih Tuhan Yesus…buat hadiah terbesar & yg termulia lewat karya penebusanMu dlm hidupku.

  2. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Yah Allah bapa kami Yesus Kristus Tuhan kita yang berada didalam kerajaan surga, perkenangkanlah kami di Pagi hari ini menaikan segala puji Syukur kepadamu atas segala pemberian KASIH KARUNIAMU, kepada kami sekeluarga disepanjang kehidupan kami,Yah Allah berilah kami hikmat dan tuntunanmu didalam perjalanan kehidupan kami kedepan didalam mengakhir bulan Desember di Tahun 2015 ini dan akan beranjak memasuki kehidupan kami di Tahun yang baru 2016 nanti,ampunil;ah segala dosa yang telah kami berbuat selama ini baik pikiran, perkataan dan perbuatan kami yang tidak sesuai dengan pekenaanmu yang selma ini menjadipenghalang didalam melakukan segala kehendakmu didalam kehidupan kami, didalam nama Tuhan Yesus kami bersyukur dan berterima kasih kepadamu ,terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  3. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh teguh tentram baik bahagia menang tinggi luas segar nyaman sejuk kuat besar sampai selama – lamanya buat kami semuanya , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kecerobohan – kecerobohan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan baik dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata banyak tangguh segar kuat besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  4. lennie de haan
    lennie de haan says:

    Sangat inspiratif sekali. Tuhan terlalu baik bagi kita anak2Nya yg IA kasihi dan sayangi. Tidak pernah Tuhan membiarkan kita jatuh tergeletak apabila kita mengalami berbagai tantangan hidup. Tuhan akan memberi kekuatan dan jalan keluar bagi kita apabila dg kerendahan hati kita mengakui kelemahan kita kepadaNya. Terima kasih Tuhan atas semua kehidupan yg penuh warna yg kami alami silih berganti, namun Tuhan tetap bersama kami setiap saat. Terpujilah Tuhan kini dan selama2Nya. Amin.

  5. Debby Soputan
    Debby Soputan says:

    Renungan yg luar biasa. Sudah diampuni saja sebenarnya itu sudah cukup. tp Bapa kita Bapa yg baik. setelah diampuni, Dia menyediakan kita MASA DEPAN yg penuh pengharapan. baik di bumi.. terlebih masa depan yg kekal yaitu Yerusalem baru. Amiiiiiiiin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *