Bait Ketujuh

Sabtu, 19 Desember 2015

Bait Ketujuh

Baca: Lukas 2:8-14

2:8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.

2:9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.

2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:

2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”

2:13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:

2:14 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. —Lukas 2:11

Bait Ketujuh

Pada musim panas tahun 1861, Frances, istri Henry Wadsworth Longfellow, meninggal secara tragis dalam suatu kebakaran. Pada Natal pertama tanpa kehadiran istrinya, Longfellow menulis dalam buku hariannya, “Alangkah menyedihkannya masa Natal ini.” Tahun berikutnya keadaan tidak menjadi lebih baik, dan ia menulis, “Anak-anak mengucapkan ‘Selamat Natal’, tetapi itu tidak lagi berlaku bagiku.”

Tahun 1863, ketika perang saudara di Amerika masih berkecamuk, putra Longfellow masuk militer tanpa direstui ayahnya, dan kemudian terluka parah dalam perang. Pada hari Natal tahun itu, ketika lonceng gereja berdentang menandakan kedatangan Natal yang masih memedihkan hatinya, Longfellow menuliskan puisinya, “Aku Dengar Dentang Lonceng pada Hari Natal.”

Puisi itu dimulai dengan kalimat-kalimat riang dan indah, tetapi kemudian berubah menjadi kelam. Gambaran tentang kekerasan di bait keempat tidak sesuai dengan riangnya sebuah pujian Natal. Longfellow menulis, meriam “terkutuk” yang “bergemuruh” seakan menghina kabar kedamaian. Hingga bait kelima dan keenam, kesedihan Longfellow nyaris memuncak. “Bagai gempa yang mengoyak dasar lempengan benua,” tulisnya. Penyair itu nyaris putus asa: “Dalam nestapa, kutundukkan kepala; ‘Tiada lagi damai di bumi,’ keluhku.”

Namun demikian, dari pekatnya hari Natal yang suram itu, Longfellow mendengar bunyi pengharapan yang tidak dapat dibungkam. Ia pun menulis bait ketujuh berikut ini.

Lalu makin keraslah lonceng gereja berdentang: “Allah tidak mati, juga tak terlelap! Yang jahat akan kalah, yang benar akan menang. Damai sejahtera di bumi, di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!”

Perang masih terus berkecamuk, juga kenangan akan musibah di hidupnya. Namun semua itu tak dapat menghentikan Natal. Sang Juruselamat telah lahir! Dia berjanji, “Aku menjadikan segala sesuatu baru!” (Why. 21:5). —Tim Gustafson

Imanuel—Allah beserta kita!

Bacaan Alkitab Setahun: Yunus 1-4; Wahyu 10

Bagikan Konten Ini
12 replies
  1. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Yah Allah bapa kami Yesus Kristus Tuhan kita yang berada didalam kerajaan surga, perkenangkanlah hambamu dengan segenap hati datang kepadamu di pagi hari ini untuk menaikan segala puji dan sembah kehadiratmu atas segala pemberian kasih sayang dan berkat yang tak berkesudahan darimu, Tuhan Yesus berilah kami hikmat dan tuntunanmu kepada kami sekeluarga didalam melaksanakan segala rencana kami untuk merayakan hari Natal bersama keluarga kami di kampung halaman kami dalam suasana Suka Cita Natal dan Damai Sejahtera bagi kami sekeluarga, yang dirangkaikan dengan rencana pelaksanaan pengikatan jodoh putra anak kami kepada calon mertua anak kami di kampung dengan penuh keceriahan dan suasana Suka Cita, dan ampunilah segala dosa-dosa kami kepadamu, yang dapat menjadi rintangan dan halangan dalam segala rencana perjalanan hidup kami sekeluarga, didalam nama Tuhan Yesus kami bersyukur dan berterima kasih kpadmu, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  2. Inriani Fransiska Nainggolan
    Inriani Fransiska Nainggolan says:

    aminnnn..Allah akan membuat semua baru dalam hidup kita,sebab Allah beserta kita hari ini,esok dan selama2nya..hidupku dipulihkan ditahun yang baru aku lebih diberkati Tuhan more3x..dan kemuliaan Tuhan dinyatakan…aminnnnn

  3. suharsono
    suharsono says:

    Amin..Tuhan menjadikan indah pada saatnya..terimakasih Tuhan Yesus atas pemeliharaan hidup kami..kami bersyukur Kau hadirkan kembali Natal dalam hidup dan kehidupan kami..

  4. lennie de haan
    lennie de haan says:

    Puji syukur kepada Tuhan YMK atas kehidupan yg senantiasa dianugerahkan bagi kita. Dalam memasuki minggu advent ke IV ini, semua umat kristiani bersiap diri menyambut kedatangan sang bayi natal ke dunia. Biarlah semua memuji n membesarkan nama-Nya hosana….hosana….hosana

  5. Philip Hutapea
    Philip Hutapea says:

    Kiranya Natal selalu mengingatkan kita akan kedamaian sejati di dalam Kristus.
    Selamat berakhir pekan.

  6. Rosita Wulandari
    Rosita Wulandari says:

    Kesedihan akan kehilangan seseorang,kadang menutup mata hati dari harapan untuk menerima berkat yang baru.
    Tuhan tidak tidur,Tuhan mendengar!

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *