Terang yang Lemah Lembut

Selasa, 10 November 2015

Terang yang Lemah Lembut

Baca: 1 Petrus 3:13-17

3:13 Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik?

3:14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.

3:15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,

3:16 dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.

3:17 Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. —Matius 5:16

Terang yang Lemah Lembut

Wang Xiaoying (dibaca Shao-ying) tinggal di wilayah pedesaan di propinsi Yunnan, Tiongkok. Karena masalah kesehatan, suaminya tak bisa bekerja di ladang dan memberatkan keadaan keluarga. Sang mertua menganggap masalah itu disebabkan oleh iman Xiaoying kepada Allah. Ia pun memperlakukan Xiaoying dengan kejam dan memaksanya untuk menganut kembali kepercayaan tradisi leluhur.

Namun suami Xiaoying melihat kehidupan istrinya yang telah diubahkan. Ia berkata, “Ibu, tak cukup hanya Xiaoying yang percaya kepada Allah; kita juga harus percaya kepada-Nya!” Karena perubahan nyata yang dialami oleh Xiaoying, suaminya kini mulai berpikir untuk mempercayai Injil Yesus Kristus.

Orang akan melihat perbuatan kita sebelum mendengarkan perkataan kita. Kesaksian yang terbaik memadukan perilaku yang baik dengan perkataan yang benar, dan demikianlah cerminan dari perubahan yang Kristus lakukan dalam hidup kita.

Itulah instruksi Rasul Petrus tentang cara kita dalam memperkenalkan Yesus pada dunia yang penuh tantangan ini. Ia menantang pembacanya untuk “rajin berbuat baik” (1Ptr. 3:13), hidup taat kepada Kristus, memiliki hati nurani yang murni, dan siap sedia untuk menjelaskan kepada orang lain tentang pengharapan kita (ay.15). Jika kita melakukan itu semua, tidak ada alasan bagi kita untuk merasa takut atau malu ketika orang memperlakukan kita dengan tidak baik atau memfitnah kita karena kepercayaan kita.

Apa pun keadaan kita, pancarkanlah terang Yesus di mana pun kita berada. Dia sanggup menyediakan anugerah yang kita perlukan untuk menjangkau mereka yang tidak sependapat dengan kita. —Poh Fang Chia

Tuhan, kami cenderung bersikap membela diri saat orang menolak kami atau menyerang iman kami. Berilah kami keberanian agar kami dapat menanggapi mereka dengan bijak dan lemah lembut.

Semakin kita menjalani hidup serupa dengan Yesus, semakin banyak orang tertarik untuk mengenal Dia.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 48-49; Ibrani 7

Bagikan Konten Ini
16 replies
  1. echan
    echan says:

    Amin. Tuntun kami di jalan2 kebenaranMu , ajar kami dgn kasihMu , hikmat dan berkatMu Tuhan menyertai kami dalam menjalani hidup ini.

  2. asraruddin
    asraruddin says:

    tuhan berikan kami kekuatan agar ketika kami menghadapi tantangan dalam kehidupan ini kami yetap kuat fan selalu bersandar ke dalam tanganmu, amin

  3. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata besar selama – lamanya buat kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  4. galih
    galih says:

    Terpujilah TUHAN ALLAH Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak tangguh melimpah teguh tentram bahagia baik segar nyaman sejuk kuat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kami yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh indah nyata besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  5. Masria Lumban Gaol
    Masria Lumban Gaol says:

    Cita-cita tertinggi Kristen Sejati menjadi serupa dengan KARAKTER KRISTUS
    mari tetap setia dibentukNya

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *