Bantuan dari Luar

Jumat, 27 November 2015

Bantuan dari Luar

Baca: Yeremia 17:7-13

17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

17:9 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

17:10 Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

17:11 Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal, pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya, dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai seorang bebal.

17:12 Takhta kemuliaan, luhur dari sejak semula, tempat bait kudus kita!

17:13 Ya Pengharapan Israel, TUHAN, semua orang yang meninggalkan Engkau akan menjadi malu; orang-orang yang menyimpang dari pada-Mu akan dilenyapkan di negeri, sebab mereka telah meninggalkan sumber air yang hidup, yakni TUHAN.

Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu. —1 Yohanes 3:20

Bantuan dari Luar

Dalam suatu perjalanan bisnis, suami saya baru saja tiba di kamar hotelnya ketika ia mendengar bunyi yang tidak biasa. Ia pergi ke lorong untuk mencari tahu dan mendengar seseorang berteriak dari kamar terdekat. Dengan bantuan petugas hotel, ia menemukan seseorang yang sedang terkunci di kamar mandi. Kunci pintu kamar mandi itu tidak berfungsi dan orang yang terperangkap itu mulai panik. Ia merasa tak bisa bernapas dan mulai berteriak minta tolong.

Adakalanya kita merasa terperangkap dalam hidup ini. Kita memukul-mukul pintu, menarik pegangan pintunya, tetapi kita tak bisa keluar. Kita membutuhkan bantuan dari luar, mirip orang yang terperangkap di kamar mandi hotel tadi.

Untuk mendapatkan bantuan dari luar, kita harus mengakui bahwa kita tidak berdaya. Terkadang kita melihat ke dalam diri sendiri untuk menemukan jawaban atas masalah kita, tetapi Alkitab mengatakan, “Betapa liciknya hati” (Yer. 17:9). Sebenarnya, kita sendiri sering menjadi sumber masalah dalam hidup kita.

Syukurlah, “Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu” (1Yoh. 3:20). Oleh karena itulah, Dia tahu betul cara yang terbaik untuk menolong kita. Hanya Allah yang bisa memberikan perubahan hati yang sejati dan perkembangan yang nyata bagi penyelesaian masalah kita. Dengan mempercayai-Nya dan menjalani hidup untuk menyenangkan-Nya, kita bisa bertahan dan menjadi benar-benar merdeka. —Jennifer Benson Schuldt

Bapa Surgawi, aku merendahkan diriku di hadapan-Mu. Aku tak bisa menyelesaikan masalahku sendiri. Tolonglah aku untuk mencari pertolongan dari-Mu dan melihat dengan sudut pandang-Mu.

Allah menolong orang yang menyadari ketidakberdayaannya.

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 30-32; 1 Petrus 4

Bagikan Konten ini
5 replies
  1. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Yah Allah bapa kami Yesus Kristus Tuhan kita yang berada didalam kerajaan surga, perkenangkanlah kami di Pagi hari ini menaikan segala puji dan sembah kepadamu atas pemberian kasih sayangmu kepada kehidupan keluarga kami, pimpinlah kami Tuhan didalam menjalankan kehidupan yg engkau berikan kepada kami sekeluarga, agar kami tidak tersesat didalam kehidupan kami setiap harinya dan sesuai dengan perkenaanmu,didalam nama Tuhan Yesus kami bersyukur dan berterima kasih kpadamu, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  2. lennie de haan
    lennie de haan says:

    Bapa surgawi….kami mengucap syukur atas pernyeraan Tuhan bagi kami. kami mhn ampun atas segala bentuk ketidak taatan kami kepadaMu. Kasihamilah kami ya Tuhan. Berilah kami Roh Kerendahan hati sehingga kami bisa mengendalikan diri untuk bs tenang dalam menyelesaikan segala persoalan hidup ini. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami terlah berdoa kepada Bapa di Surga. Amin.

  3. hanskharis
    hanskharis says:

    Amin. Ajar kmi menghitung hari hari di mana Tuhan Yesus slalu siap sedia menolong asalkan kmi menyadari bahwa kmi tdk bsa berbuat apa apa di luar Tuhan Yesus. Jesus bless….

  4. Philip Hutapea
    Philip Hutapea says:

    Ajar kami Tuhan untuk berserah sepenuhnya setiap hari, tidak hanya di saat pergumulan berat melanda.
    Kiranya kehendak-Mu terjadi. Amin.

  5. Brp
    Brp says:

    Shalom..
    Selamat pagi Tuhan Yesus, bersyukur atas pagiMu.
    Santapan rohani yang menyadarkan kita, bahwa kita memiliki keterbatasan dalam melakukan banyak hal.Artikel ini juga mengingatkan kita, bahwa kita tidak akan mampu jika hanya mengandalkan kekuatan sendiri, maka jangan bermegah atas kekuatanmu sendiri, karena semua yg kita lakukan di dunia ini hasil kerja Tuhan yang nyata dalam hidup kita bukan hasil usaha kita.
    Tuhan, ajar kami lebih bijak mengetahui keterbatasan kami, sehingga Kau makin ditinggikan, kami makin rendah.
    Amin.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *