PustaKaMu: Jangan Sia-Siakan Hidupmu!

Info

Oleh: Devina Stephanie

Dont-Waste-Your-Life

Judul: Don’t Waste Your Life
(Jangan Menyia-nyiakan Hidup Anda)
Penulis: John Piper
Tahun Terbit: 2003
Jumlah Halaman: 207 Halaman
Edisi Indonesia diterbitkan oleh: Pionir Jaya

 

Belum lama ini aku menemukan beberapa status yang cukup menggelitik hati di media sosial.

Temen-temen udah pada sibuk gendong anak, aku masih sibuk mikir mau travelling ke mana.”

Travelling itu sebuah tabungan masa depan. Jangan takut miskin dan uang habis. Justru kau nanti akan menyesal setelah tua karena belum pernah ke mana-mana.”

Meski menggelikan, bukankah berbagai media di sekeliling kita berusaha membentuk pemikiran kita ke arah tersebut? “Kejarlah travelling. Itulah tujuan hidupmu. Jika belum pernah travelling, kamu belum tahu apa artinya ‘lebih hidup’.” Seolah-olah hidup tanpa berkeliling melihat berbagai keindahan dunia itu adalah hidup yang sia-sia. Benarkah?

Aku sendiri tidak anti travelling. Kupikir Tuhan senang ketika kita menikmati keindahan ciptaan-Nya dan bersyukur kepada-Nya. Langit menceritakan kemuliaan Allah dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya (Mazmur 19:1). Akan tetapi, betapa sia-sianya jika hidup dan keselamatan yang diberikan Allah hanya kita gunakan untuk bisa keliling dunia! Kita sekadar menyelesaikan studi, bekerja, menikah, lalu pensiun dan menikmati masa tua yang menyenangkan di tepi pantai.

Bagaimana kita mengenali apakah kita sedang menjalani kehidupan sesuai visi Tuhan, atau sedang terjebak dalam rutinitas hidup belaka? Inilah yang coba dijawab oleh John Piper dalam bukunya yang berjudul Don’t Waste Your Life (Jangan Sia-Siakan Hidupmu). Aku mendapati buku ini sangat menolong memberikan pegangan alkitabiah bagi kita yang sedang menggumulkan tujuan hidup.

Salah satu bagian firman Tuhan yang diingatkan lagi oleh buku ini adalah 1 Korintus 6:19-20, ”Kamu bukan milik kamu sendiri, sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” It is so true… sebagai orang-orang yang sudah ditebus Kristus, hidup kita bukanlah milik kita sendiri. Hidup kita adalah milik Allah. Betapa sering kita memikirkan berbagai cara agar hidup kita lebih nyaman, aman, dan senang. Namun, berapa sering kita memikirkan bagaimana agar hidup kita lebih memuliakan Allah?

Memang, hidup memuliakan Allah bukanlah hidup yang gampang. Hidup untuk membuat orang lain bersukacita di dalam Allah bisa jadi malah menyulitkan hidup kita. Namun, Piper mengajak kita mengingat perkataan Yesus, “Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya” (Lukas 9:24). Beliau menyimpulkan, lebih baik kehilangan hidup karena Kristus daripada menyia-nyiakannya. Jika kita mati saat melayani Kristus, hal itu tidak akan menjadi sebuah tragedi. Yang patut disebut tragedi adalah ketika kita menyayangi hidup yang sementara ini melebihi Kristus, yang empunya kekekalan.

Buku ini akan menggugah pemikiran dan memperkaya pemahaman kita tentang apa artinya hidup bagi Kristus. Sangat menarik untuk dibaca, berapapun usia kita, apapun profesi kita. Mari bersama belajar untuk tidak menyia-nyiakan hidup yang Tuhan berikan!

 

Hanya ada sekali kesempatan hidup yang akan usai dengan segera;
Hanya apa yang dikerjakan untuk Kristus akan bertahan selamanya
C.T Studd

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori 10 - Oktober 2015: Mengejar Kesuksesan, Pena Kamu, Ulasan Buku

10 Komentar Kamu

  • biarlah kita hidup hanya untuk kemuliaan nama Tuhan saja , amin

  • Tuhan pakailah hidupku untuk kemuliaanMu. Amin

  • Tuhan….siap nggak siap …sebenarnya aku sudah harus siap …..

  • wah bukunya bagus yah sepertinya. isinya bisa semakin memperdalam rasa cinta dan menarik diri utk lebih dan semakin intim dgn Tuhan yg kekal. Terberkati sekali. Tuhan Yesusku luar biasa !

  • di mna kita bisa pesan bukunya?

  • Philip Anderson Hutapea

    Ya, Tuhan ingin setiap kita untuk hidup dengan maksimal melalui profesi yg Ia ingin kita jalani. Parameternya tidak cukup hanya minat (passion), tetapi juga pertimbangkan adanya kebutuhan masyarakat, dan yg terutama bahwa pilihan kita adalah prioritas Allah (mandat budaya).

    Kiranya Tuhan menolong saya dan juga kita semua org percaya agar dapat menemukan “panggilan” yg maksimal dalam hidup ini.

  • Philip Anderson Hutapea

    Untuk @hemata buku tsb ada tuh dijual di toko buku daring (online) lilinkecil. Nih langsung aja klik: http://goo.gl/ru5wnW
    Harganya sy lihat Rp32.000,-
    Selamat membaca

  • Heheh… jadi diingatkan, rasanya gag enak klo ga bs ikutan dulan… dulan gag salah sih, tp sukacita n kebahagiaan sejati adl ketika hdp ini bisa menyenangkan Tuhan, selalu jadiin Dia sbgai pemegang kendali hdp ini…
    Choose the choice in Christ.

  • Ellynda Rusdiana Dewi

    Amen
    Hidup hanya sesaat.
    Raihlah apa yg bisa diraih
    Nikmatilah dgn hikmat
    Syukurilah tuk semua pemberian-Nya.
    Tetaplah fokus pada kehendak dan kebijaksanaan Allah yang memberi dan yg mengambil.
    GBu n fam

Bagikan Komentar Kamu!