Jangan Sentuh Pagarnya!

Info

Kamis, 29 Oktober 2015

Jangan Sentuh Pagarnya!

Baca: Yeremia 18:1-12

18:1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:

18:2 “Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu.”

18:3 Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan.

18:4 Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

18:5 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:

18:6 “Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!

18:7 Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan mencabut, merobohkan dan membinasakannya.

18:8 Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka.

18:9 Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan membangun dan menanam mereka.

18:10 Tetapi apabila mereka melakukan apa yang jahat di depan mata-Ku dan tidak mendengarkan suara-Ku, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak mendatangkan keberuntungan yang Kujanjikan itu kepada mereka.

18:11 Sebab itu, katakanlah kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku ini sedang menyiapkan malapetaka terhadap kamu dan merancangkan rencana terhadap kamu. Baiklah kamu masing-masing bertobat dari tingkah langkahmu yang jahat, dan perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu!

18:12 Tetapi mereka berkata: Tidak ada gunanya! Sebab kami hendak berkelakuan mengikuti rencana kami sendiri dan masing-masing hendak bertindak mengikuti kedegilan hatinya yang jahat.”

TUHAN . . . berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya. —2 Tawarikh 36:15

Jangan Sentuh Pagarnya!

Ketika masih anak-anak, saya pernah pergi bersama orangtua mengunjungi buyut saya yang tinggal dekat sebuah ladang peternakan. Halamannya dipagari dengan pagar listrik, yang mencegah sapi-sapi memakan rumput di ladangnya. Ketika saya meminta izin kepada orangtua saya untuk bermain di luar, mereka mengizinkan, tetapi juga memperingatkan, jika saya menyentuh pagar kawat berduri itu, saya akan tersetrum oleh aliran listrik.

Sayangnya saya mengabaikan peringatan mereka. Saya menjulurkan jari untuk menyentuh kawat berduri itu dan langsung tersengat aliran listrik yang cukup kuat untuk membuat seekor sapi jera. Saya pun tahu bahwa orangtua saya telah memperingatkan saya karena mengasihi saya dan tidak mau saya terluka.

Ketika Allah melihat bangsa Israel kuno di Yerusalem membuat dan menyembah berhala, Dia “berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya” (2Taw. 36:15). Allah berbicara melalui Nabi Yeremia, tetapi bangsa itu berkata, “Kami hendak berkelakuan mengikuti rencana kami sendiri” (Yer. 18:12). Oleh karena itu, Allah mengizinkan Nebukadnezar menghancurkan Yerusalem dan menawan sebagian besar penduduknya.

Mungkin hari ini Allah sedang memperingatkanmu tentang dosa tertentu dalam hidupmu. Jika benar, berbesar hatilah. Peringatan itu merupakan bukti belas kasih-Nya kepada kita (Ibr. 12:5-6). Dia melihat apa yang ada di hadapan kita dan menghendaki kita terhindar dari masalah-masalah yang akan datang. —Jennifer Benson Schuldt

Tuhan, berilah aku kesanggupan untuk mendengar bukan saja perkataan-Mu melainkan juga isi hati-Mu. Tolonglah aku belajar dari kesalahan-kesalahan mereka yang kisahnya telah Engkau nyatakan kepada kami. Tolonglah aku menghormati-Mu dengan hidupku.

Peringatan-peringatan Allah diberikan untuk melindungi kita, bukan untuk menghukum kita.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 18-19; 2 Timotius 3

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

22 Komentar Kamu

  • Mentari Sitorus Pane

    Terimakasih…..saya tersentuh

  • Yah Tuhan Yesus kami bersyukur dan beterima kasih kepadamu atas segala kasih setiamu dan pemeliharanmu terhsdap kehidupan kami sekeluarga,berikanlah ksmi kesanggupan untuk mendengar bukan saja perkastaanmu yang kisahnya telah engkau nyatakan kepada kami melalui fitmanmu, melainkan juga isi hatimu, tolong kami untuk belajar dari kisah kesalahan mereka yg telah engkau nyatakasn kepada kami dan tolonglah kami dapat dengan penuh kesadaran untuk menghormatimu dengan melalui perjalanan hidup kami,terpujilah namu bapa disurga, haleluya, Amin

  • terimakasih atas firmanNya yg telah mengingatkanku yg sering melakukan dosa ,bahwa Tuhan mempunyai rencana yg baik jika aku bertobat

  • Tuhan..mampukan kami untuk mendengar peringatanMu..dan merasakan kasih serta pengampunanMu dan tidak berjalan bersama dosa lagi..selamat pagi saudaraku di dalam Tuhan Yesus..Gbu..

  • amiiiiin

  • Harus nya memang seperti itu inilah yang dikehendaki Allah. Thanks full My Lord

  • Amin.. terima kasih atas kasih sayangMu.

  • Terima Kasih Tuhan Yesus saya bersyukur

  • Terimakasih sy sangat diberkati dan di ingatkan kembali….

  • terima kasih banyak. akhirnya saya mengerti. Tuhan Yesus sangat mengasihi saya, karena itu Dia menegur saya. sekali lagi terima kasih banyak. semoga banyak orang yang terberkati dan mengerti akan Kasih Tuhan Yesus setelah membaca renungan ini. Tuhan Yesus memberkati :’)

  • terima kasih Tuhan untuk teguran dan kasih sayang Mu 0:)

  • terimakasih buat cintaMu yg tanpa batas

  • Terima Kasih Tuhanku Yesus,

  • Amin. Thanks God.

  • Mungkin bencana alam (akibat ulah manusia) yang sedang menimpa bangsa kita saat ini adalah salah satu bentuk peringatan Allah supaya kita berhenti melakukan kejahatan terhadap alam (bukan hanya dalam skala besar, tapi juga dari skala kecil dalam kehidupan sehari-hari).
    Orang-orang di lapangan kewalahan dalam usahanya mengatasi sumber kerusakan yang seakan tidak ada habisnya. Melalui hal itu, Allah mengingatkan saya untuk semakin bergantung, berdoa dan memohon belas kasihan kepada Dia yang memiliki otoritas atas segala ciptaanNya, bukan kepada pemerintah, aktivis, atau hal-hal lain.

  • ya TUHAN kami,kehendakMu lah yang terjadi.

  • diberkati, amien..

  • Amin, terimakasih utk kasihMu yg begitu besar.

  • yes amen 🙂

  • amin ya tuhan, ini bermanfaat banget buat saya.

  • aku pun masih sering menuruti hawa nafsu daripada mengikuti perintahMu. kiranya Engkau ubahkanku

Bagikan Komentar Kamu!