Diperbaiki atau Diganti?

Info

Sabtu, 31 Oktober 2015

Diperbaiki atau Diganti?

Baca: 2 Korintus 5:14-21

5:14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.

5:15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

5:16 Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.

5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.

5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. —2 Korintus 5:17

Diperbaiki atau Diganti?

Sudah tiba saatnya untuk memperbaiki kosen jendela di rumah kami. Maka saya pun mengelupaskan kosen itu, mengamplasnya, dan menggunakan dempul untuk membuat kosen kayu yang sudah tua itu siap dicat ulang. Setelah melakukan semua itu—termasuk melapisinya dengan cat dasar dan cat yang lumayan mahal—kosen itu terlihat cukup baik. Namun tetap saja tidak terlihat seperti baru lagi. Satu-satunya cara untuk membuat kosen itu terlihat baru adalah mengganti kayunya yang sudah tua.

Mungkin kita tidak mempermasalahkan ketika kosen jendela yang telah dimakan cuaca itu terlihat “cukup baik”. Namun beda halnya dengan hati yang rusak oleh dosa. Tidak cukup upaya kita untuk sekadar memperbaikinya. Dari sudut pandang Allah, kita butuh segala sesuatunya diubah menjadi baru (2Kor. 5:17).

Itulah indahnya keselamatan melalui iman kepada Yesus. Dia telah mati di atas salib sebagai korban untuk menebus kita dari dosa dan Dia bangkit dari kematian untuk memperlihatkan kuasa-Nya atas dosa dan maut. Alhasil, di mata Allah, iman kepada karya Kristus akan menjadikan kita “ciptaan baru” (2Kor. 5:17) dan menggantikan hidup yang lama dengan “hidup yang baru” (Kis. 5:20 BIS). Melalui Yesus dan karya-Nya di kayu salib bagi kita, Bapa Surgawi memandang setiap orang yang telah beriman kepada-Nya sebagai ciptaan baru yang tak bercela.

Dosa telah menyebabkan kerusakan besar. Kita tidak dapat memperbaikinya sendiri. Kita harus mempercayai Yesus sebagai Juruselamat dan mengizinkan Dia untuk memberikan kita hidup yang sama sekali baru. —Dave Branon

Bapa Surgawi, aku tahu bahwa dosa telah merusak hatiku. Aku mau percaya pada pengorbanan Yesus, Juruselamatku. Basuhlah dosa-dosaku dan jadikan aku pribadi yang baru. Terima kasih atas apa yang telah Yesus lakukan bagiku.

Hanya Yesus yang dapat memberimu hidup baru.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 22-23; Titus 1

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

22 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!