Detik-detik yang Berarti

Senin, 5 Oktober 2015

Detik-detik yang Berarti

Baca: Mazmur 39:5-14

39:5 “Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!

39:6 Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! Sela

39:7 Ia hanyalah bayangan yang berlalu! Ia hanya mempeributkan yang sia-sia dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya nanti.

39:8 Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap.

39:9 Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku, jangan jadikan aku celaan orang bebal!

39:10 Aku kelu, tidak kubuka mulutku, sebab Engkau sendirilah yang bertindak.

39:11 Hindarkanlah aku dari pada pukulan-Mu, aku remuk karena serangan tangan-Mu.

39:12 Engkau menghajar seseorang dengan hukuman karena kesalahannya, dan menghancurkan keelokannya sama seperti gegat; sesungguhnya, setiap manusia adalah kesia-siaan belaka. Sela

39:13 Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku menumpang pada-Mu, aku pendatang seperti semua nenek moyangku.

39:14 Alihkanlah pandangan-Mu dari padaku, supaya aku bersukacita sebelum aku pergi dan tidak ada lagi!”

Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku. —Mazmur 39:5

Detik-detik yang Berarti

Di usia 59 tahun, teman saya Bob Boardman menulis, “Jika masa hidup manusia pada umumnya adalah 70 tahun, dan masa itu dilihat sebagai satu hari yang berlangsung selama 24 jam, maka sekarang aku hidup pada pukul 20:30. . . . Waktu bergulir dengan begitu cepat.”

Kecenderungan manusia yang sulit untuk menyadari terbatasnya masa hidup kita di dunia ini telah menginspirasi para pembuat “Tikker”, yaitu jam tangan yang memberitahukan tentang waktu yang sedang berjalan, menghitung perkiraan masa hidupmu, dan menunjukkan penghitungan mundur dari sisa masa hidupmu. Dalam iklannya, Tikker disebut-sebut sebagai jam tangan “yang menghitung mundur masa hidupmu, agar kamu dapat menjadikan setiap detik hidupmu berarti.”

Dalam Mazmur 39, Daud yang bergumul dengan singkatnya masa hidupnya mengatakan, “Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!” (ay.5). Ia menggambarkan bahwa umurnya begitu singkat, seperti sesuatu yang hampa di mata Allah, dan bagai hembusan nafas belaka (ay.6). Daud menyimpulkan, “Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap” (ay.8).

Jam hidup kita terus bergulir. Sekaranglah saatnya memohon kuasa Allah untuk menolong kita menjadi pribadi yang dikehendaki-Nya. Menemukan pengharapan di dalam Allah yang kekal akan memberikan arti bagi kehidupan kita hari ini. —David McCasland

Bagaimana aku telah menyia-nyiakan waktuku? Bagaimana aku telah membuat hari-hariku berarti? Dalam hal apa sajakah aku perlu membuat perubahan?

Sekaranglah waktunya untuk hidup bagi Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 23-25; Filipi 1

Bagikan Konten ini
27 replies
  1. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Yah Allah bapa kami Yesus Kristus Tuhan kita yang berada didalm kerajaan surga, kami sangat bersyukur kepadamu dan berterima kasih, atas segala berkat dan kebaikanmu yang engkau telah berikan didalam kehidupan keluarga kami,tuntun dan bimbinglah hidup kami Tuhan agar setiap detik2 waktu yang kami jalani didalam kehidupan kami dapat berarti bagimu, dan sesuai dengan kehendakmu, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  2. Tris swandy
    Tris swandy says:

    terimakasih atas renungannya..mantap…
    membuat saya ingin jauh lbh menghargai waktu dan saya ingin melakukan segala sesuatu dngn tujuan menyenangkan hati Tuhan.amin
    Tuhan Yesus memberkati

  3. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak sejuk kuat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala semua dosa – dosa kesalahan – kesalahan kami semua yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  4. Energi Gibbs
    Energi Gibbs says:

    Betapa berharganya detik demi detik di dalam hidup ini Tuhan. Ajar kami untuk menghargai waktu dengan tidak menyianyiakan untuk hal yg tidak berguna.

  5. Agnes Aprilia
    Agnes Aprilia says:

    hidup yg kita jalani adalah bayangan dan kesiasian…karena kita pendatang di dunia ini. rumah kita adalah sorga.. amen.

  6. erlan tambayong
    erlan tambayong says:

    berikan kami hikmat agar kami tidak hidup kesia sia.agar hidupku berarti dan berkenan padaMu.

  7. acha grasia
    acha grasia says:

    umur manusia begitu pendek dan tidak ada seorangpun yang tau kapan hidupnya akan berakhir. bagi kita yang diberikan hidup oleh TUHAN sampai saat ini seharusnya mengunakannya dengan sebaik-baiknya agar hidup kita berarti bagi diri kita sendiri bahkan orang lain. sehingga apabila telah tiba saatnya hidup kita didunia ini berakhir, kita tidak akan menyesal. so, make your life meaningful. GODbless^^,

  8. Helferia Sinaga
    Helferia Sinaga says:

    kuatkan aku Tuhan menjalani sisa hidupku,sebab beratlah rasanya tanpa Kau disisiku.pegang lah erat dan jgn Kau lepas lagi,supaya aku mendapat istirahat pada akhirnya.Amin

  9. Johannes
    Johannes says:

    Hidup bagi Yesus hidup yang bnar.. tinggalkan dunia dan dosa cemar, srahkan smua nya klak hati gemar, jalan inilah bri berkat besar. GBUs…

  10. Ellynda Rusdiana Dewi
    Ellynda Rusdiana Dewi says:

    Amen
    Waktu yg terbuang
    Waktu yg berlalu
    Tiada mungkin kembali.
    Apapun kesalahan
    Dan penyesalan diri
    Sujudlah dibawah kaki Yesus
    Memohon, berteriak
    Memohon pengampunan
    Serta bimbingan-Nya
    Agar kita tidak kembali
    Hidup dlm dosa lagi.
    GBu

  11. Romanna Sitorus
    Romanna Sitorus says:

    Terimakasih Tuhan atas sapaan Firman hari ini, ajar kami untuk dapat menghitung hari hari kami sehingga seluruh hidup kami berkenan kepadaMu.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *