3 Alasan Orang Menjauhi Gereja

Info

Penulis: Yosua Andreas
Ilustrator: Armitze Ghazali

Tiga-Alasan-Orang-Menjauhi-Gereja

Sejak sekolah hingga kuliah, aku banyak menjumpai orang yang menolak Yesus dan menjauh dari gereja. Saat pertama kali mendengar dan memikirkan pandangan mereka yang menjauhi gereja, aku tidak tahu bagaimana harus berespons. Tetapi pandangan-pandangan yang pernah kudengar itu kemudian mendorongku untuk lebih banyak merenungkan tentang kehidupan dan tentang firman Tuhan. Meski aku bukan mahasiswa sekolah teologia, aku ingin bisa siap menjawab pergumulan mereka yang mungkin kecewa dengan kekristenan dan menjauhi gereja.

Tiga alasan yang paling sering kutemukan dari orang yang menolak Yesus dan menjauh dari gereja adalah sebagai berikut:

1. Orang yang rajin ke gereja itu adalah orang yang lemah dan penakut, tidak bisa apa-apa.
Seorang teman yang dulu pernah sangat rajin ke gereja memberi penjelasan yang cukup mengejutkan tentang mengapa ia kini tidak pernah datang lagi: “Berteman dengan orang-orang di gereja itu tidak enak. Mereka itu diajak bolos gak berani, keluar malam gak bisa, kerjasama waktu ujian gak mau, mereka gak bisa apa-apa. Beda dengan teman-temanku yang sekarang. Mereka adalah orang-orang yang berani dalam menjalani hidup. Mereka membuatku juga merasa lebih kuat dan berani. Bersama mereka, orang-orang pasti segan dan tidak berani menggangguku.”

Aku mencoba memahami maksud kata “kuat dan berani” yang ia katakan. Sepertinya yang ia maksudkan adalah berani melanggar aturan yang berlaku demi bisa diakui dan dipandang hebat oleh orang lain. Benarkah itu yang namanya kuat dan berani?

Ketika aku membaca Alkitab lebih banyak, aku menemukan orang-orang yang juga kuat dan berani. Paulus dan Stefanus misalnya. Akan tetapi keberanian mereka ditunjukkan bukan dengan cara menentang aturan demi mengikuti apa yang keliru. Mereka adalah orang-orang yang memilih untuk menjalani hidup sesuai kebenaran firman Tuhan, apapun risikonya. Mereka adalah orang-orang yang memilih untuk mengendalikan tutur lakunya sesuai firman Tuhan, memilih untuk mempertahankan iman, sekalipun harus bertaruh nyawa.

Ketika kita datang ke gereja dengan kerinduan untuk menyelaraskan hidup dengan kebenaran firman Tuhan, kita akan senang memiliki sahabat-sahabat yang berani menolak perbuatan-perbuatan yang tidak benar atau tidak bermanfaat. Tetapi, ketika kita datang dengan harapan orang akan mengiyakan keinginan kita dan membuat kita terlihat hebat, cepat atau lambat kita pasti akan kecewa.

2. Orang yang rajin ke gereja itu adalah orang-orang yang munafik.
“Males ah ke gereja, orang-orangnya munafik, pendetanya juga!” Aku sering menjumpai teman-teman, bahkan banyak orang yang sudah berkeluarga, punya pandangan demikian. Sebab itulah mereka menjauhi gereja. Memang tidak bisa dimungkiri, gereja bukanlah kumpulan orang yang sempurna. Banyak orang Kristen yang kelakuannya tidak mencerminkan imannya.

Akan tetapi, bukankah orang yang munafik ada di mana-mana, tidak hanya di gereja? Apakah misalnya, kita berhenti kuliah hanya gara-gara di kampus ada banyak teman yang “nakal” dan dosen yang “malas”? Oke, mungkin kita bisa memilih untuk pindah, tetapi apakah ada jaminan bahwa kampus lainnya bebas dari orang-orang yang demikian? Kemungkinan besar tidak. Kita akan selalu bertemu dengan orang-orang yang sulit, yang munafik, yang membawa masalah dalam hidup ini. Kalau hidup kita bergantung pada perilaku orang-orang di sekitar kita, maka dengan cepat kita akan meyerah dan menjauh. Kita perlu punya alasan atau tujuan yang jelas, mengapa kita memilih untuk melakukan sesuatu. Ketika tujuan akhir kita adalah meraih gelar sarjana misalnya, kita tidak akan berhenti kuliah hanya karena punya teman yang menjengkelkan.

Ketika kita datang ke gereja dengan kesadaran bahwa kita semua adalah orang berdosa yang membutuhkan Tuhan, kita akan lebih bisa menerima orang lain dengan segala keterbatasan mereka. Tetapi, ketika kita datang dengan harapan semua orang yang ada di gereja haruslah bertutur laku sempurna, cepat atau lambat kita pasti akan kecewa.

3. Orang yang rajin ke gereja itu adalah orang-orang yang tidak bisa berpikir logis.
Seorang tetangga pernah berkata bahwa menurutnya, Allah itu tidak ada dan Yesus itu hanya manusia biasa. “Kalau Tuhan benar ada, mengapa Dia membiarkan aku tetap miskin dan anak-anakku jadi pembangkang?” katanya kepada ibuku. Ia menganggap kekristenan tidak masuk akal, dan karenanya ia menjauh dari gereja.

Bicara bukti logis, sebenarnya para ilmuwan pun mengakui bahwa keberadaan Tuhan itu sudah sangat jelas. Aristoteles pernah berkata bahwa “Segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti ada yang menggerakkan.” Kalau melihat ponsel yang canggih, apakah kita berpikir bahwa ponsel itu terjadi secara kebetulan? Tentu tidak. Kita tahu ada yang membuatnya secara khusus. Demikian juga, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini menunjukkan keberadaan Tuhan yang sangat nyata.

Lalu, mengapa kita menderita? Mengapa ada doa-doa yang sepertinya tidak dijawab Tuhan? Aku menemukan jawabannya dalam kitab Ayub. Seperti yang dilakukannya kepada Ayub, Iblis berusaha membuat kita meragukan Tuhan karena mengizinkan penderitaan datang. Akan tetapi, Ayub menyadari bahwa keberadaan Tuhan tidak ditentukan oleh situasi hidupnya. Tuhanlah yang memberi kehidupan, Tuhanlah yang berhak mengatur apa yang terjadi, termasuk mengizinkan penderitaan datang. Ayub yakin bahwa Tuhan adalah pemilik hidupnya, dan dalam keyakinan itu Ayub tidak meragukan Tuhan meski masalah demi masalah terus menimpanya.

Ketika kita datang ke gereja dengan rasa lapar dan haus untuk mengenal Tuhan dan kebenaran-Nya, kita akan dipuaskan oleh Tuhan sendiri (Matius 5:6). Tetapi, jika kita datang dengan tujuan membenarkan pemikiran kita sendiri, cepat atau lambat kita pasti akan kecewa.

 
Untuk direnungkan lebih lanjut
Adakah orang-orang di sekitarmu yang sedang kecewa dan menjauhi gereja? Apa penyebabnya? Bagaimana kamu bisa menolong mengarahkan mereka kembali kepada Tuhan?

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori 09 - September 2015: Memandang dari Lensa-Nya, Artikel, Pena Kamu

41 Komentar Kamu

  • Yaa saya juga suka berat sekali untuk melangkah ke gereja, semoga dihati kita selalu tertanam kerinduan akan Tuhan.. Amin

  • Hesty Natalia Sihombing

    paling banyak alasan yg kedua dipakai org di sekitar kita. kalau dengan ibadah masih bnyak org munafik dan berbuat jahat. bagaimana lagi kalau tidak ibadah. pdahal ibadah baik dari segala hal. jadilah pelaku firman.amiiiinn

  • yes….betul sekali artikelnya…

  • saya izin share ya

  • Ada :’)

  • Tanngapan saya apa sebabnya orang-orang kristen banyak yang tidak aktif lagi masuk Gereja,karena salah satu penyebabnya adalah kepuasan khotbah yang diperoleh didalam mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan oleh para pendeta dan Pastor yang melayani digereja tersebut tidak membuahkan pencerahan iman yg diperoleh desuai keinginan hatinya, dan dipengaruhi oleh suasanana keberadaan letak Grejanyanya sangat jauh dari rumahnya serta suasana didalam gerejanya tidak tidak membuatnya merasa nyaman untuk beribadah, kesimpulannya dari sebab musabab sesorang merasa enggan ke Gereja adalah tergantung dari kondisi dan alasan individu dari masing-masing orang, Semoga Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin

  • satu hal adl terus membw dlm doa buat mrk yg mulai jauh dr TUHAN, krn doa org benar bila dg yakin didoakan pasti besar kuasanya. mari qta terus berdoa buat jiwa2 yg terhilang, terbelenggu & yg blm mengenal YESUS. bagi DIA lah sgl kemuliaan sampai selamanya.

  • sharing tambahan dari seorang kawan saya
    ibadah penting dan harus dilakukan karena
    Kol 3:23
    1tim 4:8
    mat 6:33

    Tuhan memberkati

  • Dengan mengingat dan memandang pengorbanan Kristus dikayu salib akan memotivasi tujuan kita bergereja.

  • Ada. Saya sendiri. Dlu saya pelayanan d grja yg lama. Pas pindah k grja baru saya dcuekin sm pmuda sana. Gak dikenalin. Gak diajak ngbrol. Kecewa berat saya.
    Parahny lg giliran saya bawa org baru k grja itu malah dikenalin. Ckck sungguh diskriminatif. Klo saya komplen malah ngamuk n ngebela diri psti. Salh stu dr mreka.

  • izin Share y
    Trimakasih

  • Terima kasih Tuhan utk org org yg sudah mensharing hal ini. Sungguh merupakan suatu kerinduan bagi ku utk lebih dekat kepadaMu lg

  • Saya membaca buku yang ditulis oleh Philip Yancey dengan Judul: “Soul Survivor: Bagaimana Memulihkan Hati yang Telah Dikecewakan oleh Gereja?”. Salah satu kisah yang dimuat dalam buku tersebut ialah tentang Mahatma Gandhi yang sangat kecewa dengan gereja karena kehidupan orang-orang kulit putih yang “munafik” walaupun mereka rajin ke gereja. Orang-orang gereja menolak kehadiran Gandhi yang kala itu ingin beribadah pada suatu hari minggu pagi. Setelah peristiwa itu Gandhi tidak pernah menginjakan kakinya gereja. Mahatma Gandhi bukan Kristen tapi dia mengagumi ajaran Yesus Kristus. Tetapi bila orang Kristen menjauhi gereja atau tidak mau beribadah, maka ada yang harus diperbaiki oleh semua pihak yang ada di gereja.

  • sampai hari ini saya belum menemukan alasan yg tepat kenapa saya harus menjauhi gereja. Tapi hari ini baru saja teman saya patah hati, saya mengajaknya utk ibadah minggu di gereja agar hati lebih tenang. Tapi jawaban yg saya dapat malah sangat tidak saya duga. Dia mengatakan “untuk apa ke gereja? buat apa jd orang baik tp akhirnya ditipu?” saya hanya bisa diam tak ingin menjawab karena saya tahu emosinta sdg memuncak krn sakit yg dia rasakan begitu dalam. Saya berdoa semoga teman saya segera sembuh dari segala sakit hatinya. Semoga dia mau pergi melangkahkan kakinya ke gereja lagi. Bantu doanya juga ya teman teman. Gbu

  • Saya baru baca artikel ini langsung merasa terkadang saya jga malas ke greja.padahal Tuhan tak pernah tingglkan saya.
    Tuha ampuni saya selama ini kadang malas ke datang gereja.
    Berkati saya kerinduan untuk sll datang di hadirat-Mu
    Amin

  • Banyak memang alasan untuk tidak ke gereja,saya cm mw share sedikit pemgalaman pribadi,saya dlu seorang yg pelayanan.mencoba untuk hidup benar dengan segala masa lalu saya yang kelam,tpi jujur yg membuat saya kecewa dengan gereja adalah satu hal,bagaimana seorang pendeta mempertanggung jawabkan khotbahnya?!apalagi kalau pendeta itu sendiri tidak melakukan atau mengalami sendiri apa yg di khotbahkan…sampai saat ini saya sendiri jarang ke gereja tapi saya tetep menjaga hubungan saya dengan Tuhan secara pribadi.karena kalau hanya melihat manusia mah mengecewakan..mending langsung aja dah ma Tuhan sendiri..

  • share yaaa

  • Benar karena gereja yang sejati adalah kita sendiri dan Tuhan sebagai kepala-Nya didalam roh kudus yang mendiami hati kita agar tetap taat dan setia mengikut Yesus. 🙂

  • Gereja dan Tuhan adalah hal yeng berbeda.

    Gereja itu Organisasi.
    Tuhan adalah apa yang Kita Imani dan Percaya ( banyak bukti kok yang mencoba menunjukkan kalau Tuhan itu semu, tapi Iman saya yang kuat meyakinkan saya selalu kalau Tuhan itu ada ), tanpa saya harus ke Gereja.

    Saya ke Gereja kalau NAPAS ( Natal dan Paskah saja )

    Saya tidak terlalu sering ke Gereja, tapi tiap ultah, saya ke Panti Sosial, makan bersama sekalian bagi rejeki, saya jarang persepuluhan, uangnya saya kasih langsung saja biasanya ke penampungan anak jalanan ( sama saja kan ) tanpa saya tanya dia Kristen atau agama lain ( konsep saya masih Sila 1, KETUHANAN YANG MAHA ESA, semua butuh dibantu), saya kadang juga kegereja, akan tetapi JUJUR, hanya untuk melepas kerinduan bersama beberapa Teman semasa Sekolah Minggu, sekaligus menjalin relasi baru.

    Apakah anda berdosa jika tidak ke Gereja, Menurut saya TIDAK

    Tapi apakah anda berdosa jika anda ke Gereja dan berdagang ( jual majalah rohani, snack, kue, dan uangnya untuk keuntungan Pribadi —-Ini Urusan Tuhan 🙂

    Dosakah anda kalau anda ke Gereja dan mencaci orang lain yang datang ke gereja hanya karena orang itu berselingkuh —–Ini Urusan Tuhan, dan banyak lainnya lagi contoh kebangkitan NABI PALSU.

    Iman saya tetap terjaga dan besar walau tanpa saya tidak ke Gereja

    Semoga anda bisa menjadi lebih baik meski tanpa ke Gereja
    Gereja bagus, Tapi Keimanan dan Tuhan Lebih Penting 😀

  • sy sdg bergumul,krn grja dimana sy melayani tdk memberikan pertumbuhan iman,krn kotbah tdk mencerahkan,kebanyakan kupas Ayat,membuat jenuh. krn manajemen gerejA mnjmn keuarga terkesan seperti perusahaan,jemaat dlm kesusahan kurang perhatian,padahal jemaatnya byk, sy bs perkirakan perpuluhan lbh dr 50jt perbulan. Makanya sy minta ampun ama tuhan,spy berikan jln keluar. Gbu

  • aq percya tuhan sllu ada ..
    yesus sllu menunjukk kan mujizat ny.kepada siapapunn..
    trmasuk Q.
    mujizat itu nyata dan msih ada

  • Syalom,saya punya pcr nma pcr(iban)saya Darwin Aritonang.Asal saya ajak greja pst sl byk alasan’a agr dy tdk mw ama saya gereja.
    Y ada saya dsrh pigi greja,saya kdg mw cembu lht tmn saya.Org th bs kompak,mw pergj ke greja ama sdg kn aku gk bs.
    Jd saya mnta doa’a agr pariban kunhe mw greja sprti ky y laen’a,trmksh.

  • Artikelnya Bagussss & membantu…. Relevan dg masalah yg sdg Saya temukan disekitarku.

  • Bagi saya yg terpenting adalah hubungan pribadi kita dgn Yesus sendiri. Mengenal firman yg benar… bukan firman yg di-plintir2 sesuai dgn kepentingan gereja dan pendetanya utk mengumpulkan uang se-banyak2nya dan me-nakut2i jemaatnya. Firman Tuhan bukan utk me-nakut2i jemaat melainkan utk memberikan kelegaan kpd jemaatnya… Akhir jaman sdh dekat hendaklah kita ber-hati2 dgn pengajar2 palsu yg suka plintir2 firman Tuhan!!! Sadarlah…. baca firman supaya kita tidak ditipu oleh para pendeta palsu… God bless us….

  • Gereja yang benar adalah diri kita, bukan terletak pada bangunannya, sebab itu Yesus kata carilah dulu Kerajaan Allah, dimana mana sahaja kita boleh menyembah Alla, sebab Roh Kudus Tuhan ada dimana mana, baik sewaktu kita tidur ia akan memberkati kita. Yang penting kita harus mengenali iman kita, mengenal diri kita dihadirat Tuhan, dan kita harus merendah diri hidup dalam keadaan serba sederhana, sering mengampuni, minta pada Tuhan Hikmat dan Kebijaksanaan untuk mnguatkan iman kita. Jangan pula kita sering berasumsi, ini yang bahaya, hati hati dengan fikiran di luar kasih Yesus.

  • yah,,,
    saya ga nemu alasan untuk gereja disini…
    semoga Tuhan memberkati saya…

  • semua orang- orangnya mengecewakan mengecewakan….PADAHAL SAYA JANDA MISKIN

  • JUJUR terasa buuerat sekali saat ada yang kunjungan ke rumah jemaat….. (muka orang_orangnya kagak ada yang tulus…..) kalo ane sih paling sebal saat dapat kunjungan model gini kayak giliran arisan aja ke rumah…. Lha,ane udah pengangguran , banyak utang, masih disuruh suruh ini itu… perpuluan, dll , ditanya tentang pekerjaan tiap anggota keluarga dll, kayak sensus penduduk saja…. Kalo anejawab gak tau, ane dipelototi. Rasanya ane mau mati mati saja kalo dapat kunjungan dari gereja…. mendingan ibadah di gereja tok saja. gak usah kunjungan meksa meksa ke rumah rumah jemaat yang gak siap dana buat suguan tamu_tamunya…… Ya, ALLAH , ampunilah hamba ini karena berkata jujur…. Sekarang , ane GAK pernah ibadah…gara _gara orang orang tsb. Ampunilah hamba Tuhan….

  • Sejak pindah ke bogor saya jarang sekali ke gereja, dulu saya kegereja tapi karna saya rasa divpemuda pada cuek, gak ada teman, dan saya rasa khotbahnya tidak memberikan pencerahan apapun saya jadi tidak ke gereja, kadang saya rindu untuk dtang menyembah Tuhan, tapi seperti ada sesuatu yang membuat saya canggung untuk ke gereja. Saya harap Tuhan jamah hati sya di beri kerinduan untuk menyembah dan melayani. Gbu

  • Apakan setiap hari minggu kita harus ke gereja?…
    Apakah tuhan itu hanya ada di gereja saja,..,.?
    Dan apakah doa yang di dalam gereja saja yg di kabulkan, dan di luar gereja tidak di kabulkan.,.!
    Kenapa kita harus ke gereja…?

    Tolong di jawab,.

  • Saya cuma menemukan 1 alasan saja disini yang cukup tepat salah satunya ( Kemunafikan ) … Jujur saya smakin , kesal, kecewa, sakit hati pada gereja ( walaupun msh ada rasa ingin memuliakan Allah ) … Kenapa ? Karena saya sudah lakukan pelayanan dengan sepenuh hati tanpa ada rasa gundah ( walaupun ada rasa kesal dalam hati karena di caci d blkng saya tapi saya tetap melakukan pelayanan dengan maksimal ) ,menolong seseorang yg sedang membutuhkan pertolongan dengan cincai2 aja ga pake perhitungan, datang selalu komsel, ibadah sabtu malam, minggu pagi, tapi apaa ?? Mereka ( para orang2 gereja ) mengajarkan kasih, ramah tamah, tidak sombong …yg ada apaa? Kebalikan nya pada kelakukannya !! Saya cukup kecewa disini tidak ada orang yg peduli ,, saya merasa sendiri disini padahal saya cukup peduli trhadap setiap acara atau event gereja ( jadi pengurus ) tapi mereka tidak mau saya ikut campur seakan2 jijik dengan saya ! Apa salah saya ? Mereka hanya memandang jutek, cuek, dll yang tidak mengenakan hati saya ! Dan Jika ada seseorang yg memakai atau punya sesuatu yang mewah mereka baru dekati dan kalau miskin/kere/melarat gak akan di lihat ! Apakah ini nama nya bukan munafik!?!? Sungguh sekarang juga saya hanya datang pas hari besar saja …. ( saya bukan cari muka, ketenaran, dll saya hanya ingin relasi baru ,, tapi apaa ? Ah sudahlah ) Maafkan Hamba Mu ini ya Allah … Mampukan Hambamu ini untuk Memaafkan mereka & maafkan mereka ya Allah Serta mampukan hambamu ini selalu Memuliakan namamu secara pribadi . God Bless You everyone …

  • sy berbeda, ada sesuatu yg aneh dlm diri s
    y, yg membuat sy tdk layak dtg kejafapan Tuhan.

  • ada yg aneh dlm diri sy, ada yg menghalangi sy untuk dtg ke greja jg kpd Tuhan Yesus

  • Memang orang gereja setau saya banyakan yang munafik, dari yang sedikit. dan mereka sombong rohani. buat apa mengorek hidup orang hanya untuk disindir sindir didepan orang.

    Maaf ya kadang komunitas lebih baik tidak saling mengenal dari pada untuk sindiran, apalagi didepan orang banyak setelah mereka tau kunjungan rumah.

    Jadi buat bahan gosip sana sini.

    Saya yang tadinya bersungguh untuk bertobat tapi dianggap seperti yang paling rendah. Dan bukti gereja untuk merangkul orang yang bertobat itu tidak ada.

    Ya Jesus maafkan lah kejujuran hambamu yang hina ini.

  • Saya jarang ke gereja , mungkin sebulan sekali , bukan karena tidak suka ,namun ada alasan lainnya yang mungkin tidak bisa saya ungkapkan

  • Hmm menarik Ada pertanyaan apa Kita harus datang ke setiap acara gereja?

  • His humble servant

    Shalom semuanya.. Artikel yang bagus sekali, thanks untuk penulis yang sudah membagikan perjalanan imannya bersama Tuhan..

    Izinkan sy share disini perjalanan pribadi sy dalam bergereja..
    Banyak komentar2 diatas yang mempertanyakan fungsi dari bergereja, dsb. Semoga apa yang akan sy bagikan bisa membantu menjawab keraguan saudara2 pembaca..

    Sebagai perkenalan, sy adalah aktivis di gereja mulai usia SMA. Saat itu sy aktif melayani di pemuda dan sekolah minggu. Sy menikmati pelayanan sy dan merasa diberkati sekali. Setiap minggunya adalah waktu terbaik yang sy nantikan.

    Tetapi hal itu tidak sy rasakan lagi sekarang. Saat ini sy sudah menikah, tepatnya sejak tahun 2017, sehingga sy tidak lagi menghadiri pertemuan pemuda. Pelayanan sekolah minggu pun sudah tidak sempat sy lakukan lagi. Sy juga meninggalkan pelayanan sebagai anggota paduan suara karena alasan waktu. Tapi sebenarnya sy hanya melarikan diri karena muak dengan anggota gereja. Semakin sy kenal dekat, semakin terlihat segala kejelekan dan kelemahan dari sesama jemaat. Disitu sy merasa tidak tahan dan mundur dari pelayanan. Bahkan sempat beberapa kali sy berpikir untuk pindah gereja.

    Tetapi dibalik semua itu sy sadar bahwa sy juga tdk luput dari dosa. Bahwa sy tdk seharusnya dendam. Bahwa seharusnya sy mendoakan mereka. Bahwa seharusnya sy tidak putus dr pelayanan karena melayani adalah untuk Tuhan semata dan bukan untuk manusia.. Tapi daging ini lemah, dan sy masih tdk bs membawa diri utk melanjutkan pelayanan..

    Sampai hari ini dimana gereja sy mengadakan kebaktian pekabaran injil. Sy mulai merasakan keengganan untuk datang, karena sy tdk merasa bahwa kebaktian hari ini ditujukan bagi orang yang belum menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Sy juga merasa bahwa hidup sy baik2 saja tanpa ke gereja. Tetapi Tuhan itu maha baik dan panjang sabar. Kasihnya setia. Suami sy dgn tdk ragu mengajak sy utk kebaktian, dan sy pun ikut walau dgn hati yg ragu2..

    Saudara, jika kamu sedang membaca tulisan ini, ketahuilah, bahwa jika kamu masih bernafas sampai saat ini, artinya Tuhan sedang menanti engkau kembali kepada jalan-Nya.. Kembali kedalam dekapan-Nya.. Itulah yg sy rasakan saat ini setelah mendengar siraman rohani yg disampaikan oleh pendeta saat kebaktian hari ini. Tuhan masih menanti sy yg hina ini untuk kembali kepada-Nya.. Hati sy yg keras selama bertahun2 ini akhirnya lunak, setelah sy menyadari kasih Tuhan yg tdk ada habisnya utk sy dan saudara..
    Dan sy dapatkan pencerahan untuk menjalani hidup sy kedepannya, puji Tuhan berkat firman yg sy dengar di gereja..

    Maka sy dapat dengan tegas mengatakan bahwa sebagai murid Kristus, kita HARUS bergereja. Karena kita hidup di tengah dunia yang penuh dengan kejahatan, dengan orang2 yang mayoritas tdk mengenal Tuhan Yesus dan kasih-Nya.. Gereja dan komunitasnya adalah sarana bagi kita untuk mendapat peneguhan atas segala kebimbangan yg dunia sebabkan..

    Tetapi carilah gereja yang betul2 menyampaikan firman Tuhan dengan teliti dan tidak berdasarkan kepada mimpi2 atau penglihatan2 dari pengkhotbah.. Sy tdk memojokkan siapa2, hanya sj kenyataannya byk gereja yg dijadikan ladang “bisnis”.. Hati2lah dalam memilih gereja, dan doakanlah tempat dimana kita bergereja, agar Tuhan membuka hati para pendeta, aktivis, dan kita sekalian sebagai jemaat..

    Ingat kawan, janganlah jauhkan dirimu dari pertemuan2 ibadat.. Sy juga sampai saat ini masih berusaha dan berdoa, supaya Tuhan senantiasa menguatkan iman sy dan membimbing sy dalam melakukan kehendak-Nya.. Kiranya kasih Tuhan dan damai sejahtera serta hikmat-Nya menyertai kita semua.. Amin..

  • Beribaadahlah dengan hati yang rindu
    Dan hanya memandang pada satu titik yaitu Tuhan Yesus..
    GBU all

  • Semua orang yang sudah pengikut Kristus dipastikan selalu rindu ke gereja.Memang diri kita adalah gereja kecil,bertambah besar bila individu berkumpul,kekuatan kasih juga bertambah kalau benar ke gereja.Kalau memang tidak mau mengikut Kristus yang benar,ke gerejapun merasa hampa,Perbanyaklah mendekat kepadaNya karena Yesuslah penyelamat bukan yang lain.”Aku ini adalah jalan,kebenaran dan hidup”.Hanya Yesus yang mampu berkata setegas itu

  • “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.” (TB Luk 9:48) . Maaf, sy mengutip injil di atas bukan utk menggurui, tapi utk sharing bahwa godaan terbesar yg ada di hati Kita adalah: ego, sombong, ambisi, dan ingin menjadi yg nomor 1 atau ingin diperhatikan. Apakah itu salah? Tidak juga. Itu manusiawi. Para rasul pun pernah mengalaminya. Tp jika Kita mau merenungkan kembali ajaran Yesus di atas, maka benar apa yg dikatakan oleh Gandhi: “Jika semua orang Kristen menjalankan apa yg diajarkanNya Yesus, maka seluruh orang India sdh menjadi Kristen.” Mungkin kita pernah kecewa dengan sesama kita di gereja atau dengan orang2 di lingkungan gereja, atau bahkan dengan pendeta/pastor atau bahkan pada pope/paus sekalipun, tapi apakah lalu kita harus menjadi egois utk mengurung diri sendiri dan hanya berusaha men’suci’ kan diri sendiri? Mungkin yg Yesus inginkan adalah kita yg kecil ini menjadi lilin/lentera di lingkungan gereja sekitar kita? Atau menjadi ‘anak kecil’ yg bisa mencerahkan orang2 dewasa. Mengapa justru kita menjadi anak kecil yg perajuk, suka marah2, ngambekan? Ingatlah yg terkecil akan menjadi yg terbesar. Kita akan dimusuhi dunia, karena Sang Pedoman kita juga sdh lebih dahulu dimusuhi kaumNya. Semoga bisa menguatkan. Salam.

Bagikan Komentar Kamu!